Pulsar Gandeng Universitas untuk Riset Desain Mouse Gaming

Minggu, 9 Agustus 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pulsar Gaming merangkul Yonsei University untuk meneliti kebiasaan gamer memakai mouse. Dok: Istimewa.

Pulsar Gaming merangkul Yonsei University untuk meneliti kebiasaan gamer memakai mouse. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, SEOUL — Pulsar Gaming mengumumkan program riset bersama High-Performance Human-Computer Interaction Lab di Yonsei University. Perusahaan periferal ini menggandeng laboratorium akademis tersebut untuk mempelajari kebiasaan gamer saat memakai mouse gaming.

Persaingan pasar periferal kian ketat belakangan ini. Produsen kini beralih ke pendekatan yang lebih ilmiah untuk merancang mouse generasi berikutnya.

Survei Akademis Kumpulkan Data Kebiasaan Gamer

Pulsar Gaming membuka survei akademis hingga 24 Agustus. Perusahaan mengajak gamer berpartisipasi lewat media sosial untuk mengumpulkan data kuantitatif seputar kebiasaan memakai mouse.

Tim riset mengumpulkan berbagai data dari peserta, mulai dari genre game favorit hingga jumlah mouse yang pernah mereka pakai. Selain itu, peneliti turut mencatat ukuran tangan dan panjang jari setiap partisipan.

Survei ini terdiri dari 19 halaman pertanyaan. Sebagai bentuk apresiasi, Pulsar Gaming akan memilih sembilan peserta secara acak untuk menerima mouse gaming.

Pergeseran Cara Industri Merancang Mouse Gaming

Selama bertahun-tahun, banyak produsen merancang mouse berdasarkan masukan atlet esports atau pengujian internal semata. Pendekatan ini terkadang menghasilkan desain unik yang justru kurang cocok untuk pengguna biasa.

Kini, Pulsar Gaming mencoba memperluas cakupan dan akurasi data dengan melibatkan komunitas gamer secara langsung. Perusahaan berharap desain yang mereka ciptakan benar-benar mencerminkan pola penggunaan nyata, baik bagi gamer kasual maupun pengguna intens.

Baca Juga :  Razer Naga V3 Pro Rilis dengan 23 Tombol dan Sensor 50.000 DPI

Bukan Pendekatan Baru, tapi Skala yang Berbeda

Pendekatan berbasis data sebenarnya bukan hal baru di industri periferal premium. Logitech misalnya, telah lama memanfaatkan laboratorium ergonomi, sensor gerakan, dan pemantauan aktivitas otot tangan untuk menyempurnakan bentuk perangkat mereka.

Berbeda dengan Logitech, Pulsar Gaming memilih jalur yang lebih membumi. Perusahaan menggabungkan penelitian akademis dengan data berskala jauh lebih besar dari komunitas global.

Langkah ini berpotensi menghasilkan desain yang nyaman bukan hanya untuk kalangan profesional. Gamer dengan berbagai ukuran tangan dan gaya genggaman juga berpeluang mendapat mouse yang lebih sesuai kebutuhan mereka.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sony Kembangkan Handheld PS6 Project Canis Berteknologi AI
Final Fantasy VII Revelation Minta Storage 200 GB
Pengembang Berhasil Jalankan NVIDIA DLSS 5 di iGPU Intel Arc
Kamera CAIM1 Gunakan Kipas Mini Noctua untuk Mendinginkan
Razer Rilis Keypad Gaming Tartarus V2 Pro Berteknologi Analog
Samsung Galaxy S27 Ultra Siapkan Peningkatan Kapasitas Baterai
Sapphire Rilis Kartu Grafis RX 9070 XT Edisi Spesial Valor Mortis
Pengembang Luncurkan Tiwaz Keyboard Split Open Source

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 08:00 WIB

Sony Kembangkan Handheld PS6 Project Canis Berteknologi AI

Rabu, 23 September 2026 - 07:00 WIB

Final Fantasy VII Revelation Minta Storage 200 GB

Rabu, 23 September 2026 - 06:00 WIB

Pengembang Berhasil Jalankan NVIDIA DLSS 5 di iGPU Intel Arc

Selasa, 22 September 2026 - 14:29 WIB

Kamera CAIM1 Gunakan Kipas Mini Noctua untuk Mendinginkan

Selasa, 22 September 2026 - 14:18 WIB

Razer Rilis Keypad Gaming Tartarus V2 Pro Berteknologi Analog

Berita Terbaru

Kanselir Jerman Friedrich Merz hadapi krisis politik usai kekalahan parah Partai CDU di pemilu regional. Simak rincian analisis perolehan suara AfD. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kanselir Jerman Friedrich Merz Hadapi Krisis Politik

Rabu, 23 Sep 2026 - 12:43 WIB

INTERNASIONAL

Pasukan Houthi Kuasai Wilayah Strategis Yaman

Rabu, 23 Sep 2026 - 11:37 WIB

CNN, MS NOW, dan Politico resmi menggugat pemerintahan Donald Trump atas pencabutan akses Gedung Putih. Simak detail sengketa hukum dan dampaknya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

CNN, MS NOW, dan Politico Gugat Pemerintahan Donald Trump

Rabu, 23 Sep 2026 - 10:33 WIB