Bom Ikan Diduga Picu Ledakan Maut di Pandeglang, Nelayan Tewas

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ledakan di Pandeglang Tewaskan Nelayan, Puslabfor Selidiki Dugaan Bom Ikan. (Posnews/Ist)

Ledakan di Pandeglang Tewaskan Nelayan, Puslabfor Selidiki Dugaan Bom Ikan. (Posnews/Ist)

PANDEGLANG, POSNEWS.CO.ID – Ledakan keras mengguncang Kampung Cisarua, Desa Citeureup, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten, Rabu (26/8/2026) siang.

Seorang nelayan tewas, sementara istrinya mengalami luka berat. Polisi kini mengusut penyebab pasti ledakan yang diduga berkaitan dengan bom ikan.

Kapolres Pandeglang AKBP Dhyno Indra Setyadi mengatakan, tim Puslabfor Bareskrim Polri turun meneliti material yang ditemukan di lokasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tim INAFIS Polres Pandeglang juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan bukti.

“Peristiwa ini masih dalam penyelidikan, dugaan sementara mengarah kepada bom ikan.”

Polisi belum memastikan sumber ledakan. Namun, dugaan tersebut menguat karena lokasi kejadian berada di kawasan kampung nelayan dan korban sehari-hari bekerja sebagai nelayan.

Baca Juga :  Malam Berujung Petaka di Kendal, Duel 2 Pria di Rumah Perempuan Berakhir Maut

Satu Nyawa Melayang, Istri Korban Luka Berat

Ledakan itu menewaskan nelayan berinisial MA (48). Istrinya, IY (43), mengalami luka berat dan mendapat perawatan medis.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.15–13.30 WIB. Dentuman keras membuat warga panik dan berhamburan menuju lokasi.

Selain menimbulkan korban, ledakan juga merusak sejumlah rumah di sekitar lokasi. Laporan terbaru menyebut sedikitnya beberapa rumah terdampak akibat kuatnya ledakan.

Polisi Tak Mau Gegabah

Penyidik kini fokus memastikan jenis material, sumber ledakan, serta rangkaian peristiwa sebelum menarik kesimpulan.

Tim Gegana dan INAFIS sebelumnya juga melakukan sterilisasi lokasi untuk memastikan TKP aman dan mengamankan barang bukti.

Langkah ini penting. Sebab, dugaan bom ikan belum otomatis membuktikan bagaimana bahan tersebut berada di lokasi atau bagaimana ledakan terjadi.

Baca Juga :  Polisi Bongkar Judi Online Mantracuan di Jakut, Pasutri Muda Ditangkap di Apartemen

Polisi tetap membutuhkan hasil pemeriksaan laboratorium dan penyelidikan menyeluruh.

Bom Ikan Bukan Jalan Mencari Nafkah

Peristiwa tragis ini kembali menunjukkan bahwa penggunaan bahan peledak untuk menangkap ikan bukan hanya merusak ekosistem laut, tetapi juga mengancam nyawa manusia.

Polda Banten mengingatkan masyarakat, khususnya nelayan, tidak meracik ataupun menggunakan bahan peledak untuk menangkap ikan.

Bahan tersebut dapat membahayakan pengguna, keluarga, tetangga, hingga masyarakat di sekitar lokasi.

Satu kesalahan dalam menangani bahan peledak bisa berubah menjadi tragedi dalam hitungan detik. Karena itu, keselamatan harus ditempatkan di atas keuntungan sesaat.

Hingga Kamis (27/8/2026), polisi masih melakukan penyelidikan dan menunggu hasil pemeriksaan Puslabfor untuk mengungkap penyebab pasti ledakan. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Maut Mengintai di Balik Kabut Asap Sampit, 2 Pemotor Tewas Tabrakan dengan Truk
Dua Pegawai Dapur MBG Sumenep Ditangkap, Ini Barang Bukti yang Disita Polisi
Ruko di Pidie Jadi Pabrik Sabu 1,2 Ton, Jejak Jaringan Lintas Negara Terkuak
Kapal Diduga Matikan AIS Selama 3 Hari, 1,16 Ton Ketamin Disita di Sumut
Demi Anak Masuk Sekolah Kedinasan, Ayah 69 Tahun Kehilangan Rp150 Juta
Demi Menyelamatkan Ibu, Anak Ini Berjalan 2 Kilometer ke Kantor Polisi
Subsidi Gas Diduga Diselewengkan, Bareskrim Bongkar Gudang LPG di Sidoarjo
Tubuh Penuh Luka Tusuk, Muhammad Imran Tewas di Parit Kebun Sawit

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:47 WIB

Maut Mengintai di Balik Kabut Asap Sampit, 2 Pemotor Tewas Tabrakan dengan Truk

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:21 WIB

Dua Pegawai Dapur MBG Sumenep Ditangkap, Ini Barang Bukti yang Disita Polisi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:21 WIB

Ruko di Pidie Jadi Pabrik Sabu 1,2 Ton, Jejak Jaringan Lintas Negara Terkuak

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:24 WIB

Kapal Diduga Matikan AIS Selama 3 Hari, 1,16 Ton Ketamin Disita di Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:45 WIB

Demi Anak Masuk Sekolah Kedinasan, Ayah 69 Tahun Kehilangan Rp150 Juta

Berita Terbaru

Taiwan menerbitkan peringatan darat akibat Topan Champi yang memicu pembatalan ratusan penerbangan dan mengganggu latihan militer AS-Jepang. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Taiwan Keluarkan Peringatan Darat Menyusul Ancaman Topan

Sabtu, 24 Okt 2026 - 07:25 WIB

Intelijen AS mengungkap kampanye disinformasi Rusia berbasis AI yang menyasar kandidat Partai Demokrat menjelang pemilu sela AS. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Intelijen AS Buka Suara Soal Kampanye Disinformasi Rusia

Sabtu, 24 Okt 2026 - 06:17 WIB