KENDAL, POSNEWS.CO.ID – Misteri mayat pria yang ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan tangan terborgol di sebuah rumah kosong di Desa Kebonadem, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, mulai terungkap.
Korban diketahui bernama Donna Nuzulul Aditya (29), warga Kecamatan Kaliwungu, Kendal.
Polisi memastikan identitas korban setelah tim Inafis Polda Jawa Tengah bersama Inafis Polres Kendal melakukan identifikasi terhadap jenazah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, pengungkapan identitas itu justru membuka dugaan lebih serius. Hasil autopsi menunjukkan Donna mengalami luka akibat hantaman benda tumpul di bagian belakang kepala.
Kapolres Kendal AKBP Ratna Quratul Ainy mengatakan, hasil autopsi di RS Bhayangkara Semarang menjadi petunjuk penting dalam penyelidikan kasus tersebut.
“Dari hasil autopsi yang dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Semarang, diketahui bahwa korban meninggal dunia akibat adanya bekas luka yang disebabkan oleh hantaman benda tumpul di bagian belakang kepala,” kata Ratna.
Polisi memperkirakan korban telah meninggal dunia sekitar lima hingga 10 hari sebelum jasadnya ditemukan. Karena itu, penyidik kini masih menyusun rangkaian peristiwa yang terjadi sebelum Donna ditemukan tak bernyawa.
Ditemukan Terborgol di Lantai Dua
Jasad Donna pertama kali ditemukan warga pada Selasa (6/10/2026) sekitar pukul 05.00 WIB. Saat itu, warga mencium bau menyengat dari rumah kosong yang berada di kawasan Jalan Lingkar Kaliwungu.
Warga kemudian memeriksa sumber bau tersebut. Mereka terkejut setelah menemukan jasad pria dalam kondisi telah membusuk di lantai dua bangunan.
Yang membuat kasus ini semakin janggal, tangan kiri korban dalam kondisi terborgol dan tertaut pada teralis jendela. Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mencari petunjuk di sekitar lokasi.
Polisi Amankan Pisau dan Gunting
Dalam proses penyelidikan, tim Inafis Polda Jawa Tengah turut mengamankan sejumlah benda dari lokasi kejadian.
Polisi membawa dua pisau dan satu gunting dari rumah tersebut. Meski demikian, penyidik belum memastikan apakah benda-benda itu berkaitan dengan kematian Donna.
Plt Kasi Humas Polres Kendal Iptu Deni Herawan mengatakan pihaknya masih memeriksa seluruh barang yang ditemukan di lokasi.
Artinya, keberadaan pisau dan gunting belum bisa dijadikan bukti bahwa benda tersebut digunakan untuk menghabisi korban. Penyidik masih membutuhkan hasil pemeriksaan lebih lanjut.
Rumah Sempat Disiapkan untuk SPPG
Fakta lain terungkap dari status bangunan yang menjadi lokasi penemuan jasad. Rumah tersebut ternyata sedang dikontrak sebuah yayasan dari Jakarta dan rencananya akan digunakan sebagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Pemilik rumah, Azka Aulia, mengatakan bangunan tersebut dikontrak selama empat tahun sejak Februari 2026. Setelah kontrak berjalan, pihak penyewa disebut melakukan sejumlah perbaikan dan pengecatan.
Namun, bangunan itu belum digunakan untuk operasional SPPG karena masih menunggu izin dari pemerintah pusat.
Kondisi tersebut membuat penemuan jasad Donna semakin menyita perhatian warga.
Sebab, bangunan yang seharusnya dipersiapkan untuk kegiatan pelayanan masyarakat itu justru menjadi lokasi ditemukannya seorang pria yang telah meninggal berhari-hari.
Polisi Kejar Pelaku dan Dalami Motif
Satreskrim Polres Kendal kini masih memburu pihak yang diduga bertanggung jawab atas kematian Donna.
Polisi belum mengungkap siapa pelaku maupun motif di balik dugaan pembunuhan tersebut.
Penyidik masih mengumpulkan barang bukti, memeriksa lokasi kejadian, serta mendalami aktivitas korban sebelum ditemukan meninggal.
“Kasus ini masih kami dalami dan tentunya kami juga akan buru pelakunya. Motifnya pembunuhan belum bisa kami sampaikan karena pelaku belum tertangkap,” ujar Ratna.
Dengan demikian, dugaan pembunuhan masih menjadi fokus penyelidikan.
Polisi juga masih perlu mengungkap bagaimana Donna bisa berada di rumah tersebut, siapa yang memasang borgol pada tangannya, serta siapa pihak terakhir yang diketahui berhubungan dengan korban. **
Editor : Hadwan













