Donald Trump Kecam Komite Nobel dan Norwegia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 23:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Donald Trump mengecam keras Norwegia dan Komite Nobel usai gagal meraih Hadiah Nobel Perdamaian. Simak laporan lengkapnya. Dok: Istimewa.

Donald Trump mengecam keras Norwegia dan Komite Nobel usai gagal meraih Hadiah Nobel Perdamaian. Simak laporan lengkapnya. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, SYRACUSE – Presiden Amerika Serikat Donald Trump meluapkan kekecewaan mendalam atas kegagalan meraih Hadiah Nobel Perdamaian.

Luapan Kekecewaan Donald Trump dan Kecaman Terhadap Norwegia

Beliau menilai keputusan Komite Nobel telah memberi noda hitam permanen bagi negara Norwegia.

Sebab, panitia penyelenggara justru memberikan penghargaan bergengsi tersebut kepada mantan hakim Mahkamah Pidana Internasional Navi Pillay.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Padahal, Navi Pillay pernah memimpin penyusunan laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai dugaan genosida di Gaza.

Baca Juga :  Proteksionisme Baru: Mengapa Negara Maju Mulai Meninggalkan Narasi Perdagangan Bebas?

Bahkan, Trump mengejek Navi Pillay sebagai sosok misterius saat menghadiri kampanye di Syracuse, New York.

Beliau mengaku tidak pernah mendengar nama tokoh tersebut sepanjang karier politiknya.

Meskipun demikian, Trump terus memamerkan pencapaian diplomasinya dalam mencegah pertempuran di berbagai kawasan dunia.

Klaim Diplomatik dan Serangan Terhadap Komite Nobel

Bahkan, beliau mengklaim telah mencegah potensi perang antara Korea Utara, Korea Selatan, Jepang, China, dan Taiwan.

Namun demikian, Trump tidak memberikan bukti konkret mengenai klaim keberhasilan mediasi konflik tersebut.

Baca Juga :  Serangan Drone dan Rudal Tewaskan 19 Orang di Rusia-Ukraina

Sebaliknya, beliau menuduh kelompok ideolog radikal telah merusak kredibilitas Hadiah Nobel Perdamaian secara permanen.

Sebab itu, beliau menganggap panitia penyelenggara sebagai musuh peradaban yang menentang prinsip demokrasi dunia.

Dengan demikian, Trump menegaskan bahwa pihaknya tidak akan melupakan keputusan kontroversial negara Norwegia tersebut.

Oleh karena itu, perselisihan ini semakin memperkeruh hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan otoritas penyelenggara Nobel.

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gencatan Senjata Gaza: Serangan Israel Masih Berlangsung
Presiden Taiwan Lai Ching-te Tegaskan Komitmen Perdamaian
JD Vance Ragukan Pentagon Menyiarkan Eksekusi Nidal Hasan
Jaksa AS Mengajukan Dakwaan Baru Terhadap Nicolas Maduro
Zelenskyy Mengecam Amerika Serikat Pascaserangan Rudal Rusia
Warga Amerika Serikat Menghadapi Risiko Kehilangan Akses Obat
Kelompok Houthi Menyerang Bandara Riyadh
Donald Trump Menyerahkan Medali Sains Kepada Elon Musk

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 23:17 WIB

Donald Trump Kecam Komite Nobel dan Norwegia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 22:30 WIB

Gencatan Senjata Gaza: Serangan Israel Masih Berlangsung

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 22:07 WIB

Presiden Taiwan Lai Ching-te Tegaskan Komitmen Perdamaian

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:07 WIB

JD Vance Ragukan Pentagon Menyiarkan Eksekusi Nidal Hasan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Jaksa AS Mengajukan Dakwaan Baru Terhadap Nicolas Maduro

Berita Terbaru

Donald Trump mengecam keras Norwegia dan Komite Nobel usai gagal meraih Hadiah Nobel Perdamaian. Simak laporan lengkapnya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Donald Trump Kecam Komite Nobel dan Norwegia

Sabtu, 10 Okt 2026 - 23:17 WIB

Setahun pasca gencatan senjata Gaza pimpinan Donald Trump, serangan militer Israel tetap berlanjut dan rekonstruksi mangkrak. Simak laporan lengkapnya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Gencatan Senjata Gaza: Serangan Israel Masih Berlangsung

Sabtu, 10 Okt 2026 - 22:30 WIB

Presiden Taiwan Lai Ching-te menegaskan komitmen menjaga kebebasan dan memperkuat pertahanan nasional dalam pidato Hari Nasional. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Presiden Taiwan Lai Ching-te Tegaskan Komitmen Perdamaian

Sabtu, 10 Okt 2026 - 22:07 WIB