Pagi Buta Berujung Berdarah, Dua Pria di Sukabumi Kritis akibat Duel Sajam

Minggu, 11 Oktober 2026 - 07:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas mengevakuasi korban perkelahian senjata tajam di Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, ke rumah sakit. (Posnews/Ist)

Petugas mengevakuasi korban perkelahian senjata tajam di Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, ke rumah sakit. (Posnews/Ist)

SUKABUMI, POSNEWS.CO.ID – Perselisihan yang berujung adu senjata tajam membuat suasana Kampung Gandasoli, Desa Cipurut, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mendadak mencekam.

Dua pria berinisial Y (25) dan SA (35) dilaporkan mengalami luka berat setelah terlibat perkelahian pada Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 05.30 WIB.

Keduanya harus dilarikan ke RSUD R. Syamsudin, S.H., Kota Sukabumi, untuk mendapatkan penanganan medis. Polisi kini menyelidiki pemicu bentrokan yang terjadi di sebuah rumah warga tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolsek Cireunghas Iptu Hendrayana membenarkan perkelahian yang melibatkan kedua pria itu. Menurut dia, keduanya saling menyerang menggunakan senjata tajam.

“Memang benar telah terjadi perkelahian antara dua pria berinisial Y (25) dan SA (35). Keduanya saling serang menggunakan senjata tajam,” ungkap Hendrayana.

Berawal dari Tantangan, Berujung Adu Senjata Tajam

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun polisi, peristiwa tersebut diduga berawal dari perselisihan antara kedua pihak. SA disebut mendatangi rumah Y pada pagi buta, kemudian menantangnya hingga situasi memanas.

Baca Juga :  BNN Bongkar Sarang Narkoba di Labura, Sita Sabu dan Uang Rp188 Juta - 7 Pelaku Diciduk

Perselisihan itu kemudian berkembang menjadi perkelahian menggunakan senjata tajam. Dalam bentrokan tersebut, kedua pria sama-sama mengalami luka serius.

“Saudara SA ini diduga mendatangi rumah Y dan menantang yang bersangkutan. Dari sana situasi memanas,” jelas Hendrayana.

Namun, polisi belum memastikan penyebab awal perselisihan maupun rangkaian kejadian secara utuh.

Penyidik masih perlu memeriksa keterangan para pihak dan saksi untuk mengetahui bagaimana pertikaian tersebut berubah menjadi aksi saling serang.

Polisi Evakuasi Korban ke Rumah Sakit

Setelah menerima laporan masyarakat, personel Polsek Cireunghas mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan awal. Petugas kemudian membantu mengevakuasi kedua korban ke rumah sakit.

“Anggota kami langsung mengevakuasi kedua korban. Saat ini mereka sedang ditangani secara medis di RSUD R. Syamsudin, S.H.,” kata Hendrayana.

Baca Juga :  Fakta Baru Musala Ambruk di Ponpes Al Khoziny, Santri Ikut Pengecoran

Di sisi lain, polisi mengumpulkan keterangan saksi dan bukti dari tempat kejadian perkara (TKP).

Langkah tersebut bertujuan mengungkap kronologi lengkap sekaligus memastikan pihak-pihak yang terlibat dalam bentrokan.

Polisi Cegah Konflik Susulan

Selain menyelidiki perkara, kepolisian berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, kepala dusun, dan ketua RT setempat.

Koordinasi itu dilakukan untuk menjaga keamanan lingkungan serta mencegah munculnya aksi balasan.

Polisi mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi. Warga juga diminta tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa perselisihan yang tidak diselesaikan dengan kepala dingin dapat berujung pada luka serius dan persoalan hukum.

Karena itu, masyarakat diharapkan mengutamakan dialog serta menyerahkan penanganan perkara kepada aparat berwenang.

Hingga informasi terakhir yang dihimpun pada Sabtu (10/10/2026), polisi masih mendalami motif dan kronologi perkelahian tersebut. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cemburu Berujung Petaka, Pria di Konawe Bakar Rumah Sendiri Rugi Rp250 Juta
Sedang Tiduran, Pemilik Tambal Ban di Boyolali Ditembak 5 Kali oleh OTK
Terungkap dari Pengakuan ke Kepala Desa, Lansia 83 Tahun Tewas di Kebun Brebes
17 Siswa SD di Medan Sakit Usai Santap MBG, Dugaan Susu Kedaluwarsa Jadi Sorotan
Hilang 13 Hari, AJN Ditemukan Tewas di Kebun Warga Tapsel, Polisi Dalami Penyebabnya
Pulang Sekolah Berujung Tragedi, 3 Siswi SMP Tewas Tabrak Truk Mogok
Kebakaran Lapas Merauke Usai Razia HP, Sejumlah Warga Binaan Diduga Kabur
Kontak Tembak di Maybrat: 1 Jenazah Ditemukan, 2 Orang Masih Dicari

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 07:02 WIB

Pagi Buta Berujung Berdarah, Dua Pria di Sukabumi Kritis akibat Duel Sajam

Minggu, 11 Oktober 2026 - 06:47 WIB

Cemburu Berujung Petaka, Pria di Konawe Bakar Rumah Sendiri Rugi Rp250 Juta

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 20:35 WIB

Terungkap dari Pengakuan ke Kepala Desa, Lansia 83 Tahun Tewas di Kebun Brebes

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:03 WIB

17 Siswa SD di Medan Sakit Usai Santap MBG, Dugaan Susu Kedaluwarsa Jadi Sorotan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 05:35 WIB

Hilang 13 Hari, AJN Ditemukan Tewas di Kebun Warga Tapsel, Polisi Dalami Penyebabnya

Berita Terbaru

Serangan lima bom luncur Rusia di Zaporizhzhia menewaskan 20 warga sipil pasca Donald Trump mencabut sanksi ekspor diesel Rusia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Serangan Rudal Rusia Menewaskan 20 Warga Zaporizhzhia

Minggu, 11 Okt 2026 - 09:00 WIB

Serangan rudal Houthi merusak pesawat Saudia Airlines di Bandara Riyadh dan memicu pembatalan penerbangan internasional. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kelompok Houthi Menyerang Bandara Internasional Riyadh

Minggu, 11 Okt 2026 - 08:30 WIB