Kopdes Merah Putih Bakal Jual Obat, Pemerintah Bidik hingga 10 Ribu Gerai

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Staf Kepresidenan Listyo Sigit Prabowo menyampaikan kesepakatan penjualan obat bebas dan obat bebas terbatas di gerai Koperasi Desa Merah Putih. (Posnews/Ist)

Kepala Staf Kepresidenan Listyo Sigit Prabowo menyampaikan kesepakatan penjualan obat bebas dan obat bebas terbatas di gerai Koperasi Desa Merah Putih. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Warga di desa yang jauh dari apotek berpeluang lebih mudah mendapatkan obat.

Pemerintah menyepakati skema penjualan obat bebas dan obat bebas terbatas melalui gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Kepala Staf Kepresidenan Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan kesepakatan itu setelah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta sejumlah kementerian dan lembaga terkait di Gedung Bina Graha, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (15/10/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

β€œObat-obatan, baik yang bebas maupun bebas terbatas, bisa segera disalurkan di Koperasi Desa Merah Putih,” kata Listyo, Jumat (16/10/2026).

Target Diperluas hingga 10 Ribu Gerai

Awalnya, rencana penyediaan obat menyasar 107 koperasi. Pemerintah kemudian membahas perluasan program hingga sekitar 8.000–10.000 gerai.

Baca Juga :  MRT Jakarta Ubah Arus Lalu Lintas Glodok dan Kota Tua Mulai 10 Agustus

Listyo mengatakan kesepakatan tersebut menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto agar KDKMP segera beroperasi dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Karena itu, ia mendorong PT Agrinas Pangan Nusantara dan pengelola koperasi segera menindaklanjuti skema yang telah disepakati.

Kantor Staf Presiden juga akan mengawal koordinasi agar penyediaan obat dapat direalisasikan.

Kehadiran gerai obat di koperasi diharapkan membantu warga yang selama ini harus menempuh perjalanan lebih jauh untuk membeli kebutuhan kesehatan dasar.

Namun, pemerintah masih perlu memastikan ketersediaan obat, mekanisme distribusi, dan pelaksanaan penjualan sesuai ketentuan.

Warga Tetap Harus Cermat Memilih Obat

Meski akses obat diharapkan semakin mudah, masyarakat tetap perlu memahami jenis obat yang dijual.

Obat bebas umumnya ditandai lingkaran hijau pada kemasan, sedangkan obat bebas terbatas ditandai lingkaran biru. Obat bebas terbatas memiliki peringatan khusus yang harus diperhatikan konsumen.

Baca Juga :  Desakan Hentikan Program MBG Setelah Ribuan Anak Keracunan di Indonesia

Masyarakat perlu membaca aturan pakai, dosis, peringatan, dan tanggal kedaluwarsa sebelum menggunakan obat.

Jika keluhan tidak membaik, memburuk, atau menimbulkan gejala yang mengkhawatirkan, warga sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Penyediaan obat di gerai koperasi juga harus mengikuti ketentuan distribusi dan penyerahan obat yang berlaku.

Dengan demikian, kemudahan akses tidak hanya berarti obat lebih dekat, tetapi juga memastikan masyarakat memperoleh produk yang sesuai dan aman digunakan.

Pemerintah berharap program ini memperkuat manfaat KDKMP bagi masyarakat.

Keberhasilannya akan bergantung pada kesiapan gerai, ketersediaan obat, kepatuhan terhadap aturan, serta edukasi agar warga menggunakan obat secara bijak. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Nusron Wahid Dua Kali Tak Hadiri Panggilan KPK, Penyidik Kaji Jemput Paksa
OTT Bupati Klaten Seret Kepala BPK Jateng, KPK Sita Uang Rp1,9 Miliar di Ember
Enam Orang Terjebak Api di Bromo, 4 Meninggal dan 2 Luka Bakar Serius
KPK OTT Bupati Klaten, ASN dan Pihak Swasta Ikut Diamankan
Prabowo Lantik Maruli dan Tandyo, Ini Jabatan Baru Dua Jenderal TNI
Kristomei Sianturi Resmi Pimpin BNPB, Tantangan Bencana Menanti
Kapolri Ungkap 92 Kasus Karhutla Naik Penyidikan, Korporasi Mulai Didalami
Bupati Gowa Husniah Talenrang Resmi Diberhentikan, Ini Langkah Selanjutnya

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:37 WIB

Kopdes Merah Putih Bakal Jual Obat, Pemerintah Bidik hingga 10 Ribu Gerai

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Nusron Wahid Dua Kali Tak Hadiri Panggilan KPK, Penyidik Kaji Jemput Paksa

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:58 WIB

OTT Bupati Klaten Seret Kepala BPK Jateng, KPK Sita Uang Rp1,9 Miliar di Ember

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:54 WIB

Enam Orang Terjebak Api di Bromo, 4 Meninggal dan 2 Luka Bakar Serius

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:40 WIB

KPK OTT Bupati Klaten, ASN dan Pihak Swasta Ikut Diamankan

Berita Terbaru

Citra sebaran asap karhutla BMKG yang menunjukkan asap melintasi Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. (Posnews/BMKG)

JABODETABEK

Asap Karhutla Melintasi Jakarta, BMKG Imbau Warga Pakai Masker

Jumat, 16 Okt 2026 - 17:25 WIB

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Posnews/Ist)

JABODETABEK

Udara Jakarta Memburuk, Pramono Siagakan 367 Fasilitas Kesehatan

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:15 WIB