CILEGON, POSNEWS.CO.ID – Keselamatan penumpang menjadi prioritas PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) setelah kebakaran melanda KMP Batumandi di perairan sekitar Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten.
Perusahaan memastikan seluruh penumpang dan awak kapal berhasil dievakuasi tanpa korban jiwa.
Kini, fokus penanganan beralih pada pemantauan kesehatan penumpang, pendampingan setelah evakuasi, serta fasilitasi pemulangan bagi mereka yang telah diperbolehkan pulang oleh petugas medis.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, mengatakan perusahaan terus berkoordinasi dengan petugas gabungan dan instansi terkait untuk memastikan kebutuhan penumpang terpenuhi setelah insiden tersebut.
“Seluruh penumpang dan awak kapal berhasil dievakuasi dan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Fokus kami saat ini adalah memastikan penumpang yang membutuhkan bantuan mendapatkan penanganan yang sesuai,” ujar Heru di Pelabuhan Merak, Rabu (21/10/2026).
ASDP juga menyampaikan apresiasi kepada petugas gabungan yang bergerak cepat dalam proses evakuasi dan penanganan di lapangan.
Sejumlah Penumpang Mendapat Perawatan Medis
Setelah evakuasi, sejumlah penumpang KMP Batumandi mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit KS dan Puskesmas Merak.
Heru menjelaskan, ASDP terus berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan untuk memantau kondisi penumpang dan memastikan mereka memperoleh penanganan sesuai kebutuhan.
Bagi penumpang yang telah mendapat izin pulang, perusahaan memfasilitasi pemulangan agar mereka dapat melanjutkan perjalanan dengan aman.
Langkah ini menjadi bagian dari penanganan pascakebakaran, selain memastikan penumpang yang masih membutuhkan bantuan memperoleh pendampingan.
Untuk memperkuat koordinasi, ASDP juga menyiapkan posko di Merak dan Bakauheni. Posko tersebut mendukung pemantauan kebutuhan penumpang, komunikasi antarinstansi, serta penyampaian informasi yang telah diverifikasi.
Api Muncul di Dek Kendaraan Kecil
Sebelumnya, KMP Batumandi mengalami kebakaran saat menjalani proses olah gerak untuk bersandar di Dermaga VI Pelabuhan Merak, Selasa (20/10/2026) sore.
Berdasarkan keterangan awal ASDP, kapal bertolak dari Pelabuhan Bakauheni menuju Merak pada Selasa siang.
Sekitar pukul 16.15 WIB, petugas darat melihat percikan api di bagian buritan kapal, tepatnya pada dek atas yang digunakan untuk mengangkut kendaraan kecil.
Saat kejadian, kapal berada di sekitar Pulau Merak Besar. Petugas gabungan dari unsur pelabuhan, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), kepolisian, serta instansi terkait kemudian melakukan penanganan dan evakuasi.
ASDP memastikan seluruh penumpang dan awak kapal telah dievakuasi. Namun, penyebab pasti kebakaran masih dalam pemeriksaan pihak berwenang.
Perusahaan menyatakan siap mendukung proses penyelidikan dan menyampaikan perkembangan berdasarkan hasil verifikasi.
ASDP Pantau Layanan Merak–Bakauheni
Di tengah penanganan penumpang, ASDP juga memantau operasional penyeberangan Merak–Bakauheni untuk mengantisipasi dampak insiden terhadap pelayanan.
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, mengatakan koordinasi dengan pihak terkait terus dilakukan agar setiap penyesuaian operasional mengikuti kondisi aktual di lapangan.
Perusahaan tetap mengutamakan keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa.
“Kami mengimbau pengguna jasa untuk mengikuti arahan petugas di lapangan dan memantau informasi resmi sebelum melakukan perjalanan,” kata Windy.
ASDP meminta masyarakat tidak mengandalkan informasi yang belum terverifikasi.
Penumpang yang hendak menyeberang juga perlu memperhatikan pengumuman resmi sebelum berangkat agar dapat menyesuaikan rencana perjalanan.
Sementara itu, pemeriksaan penyebab kebakaran masih menjadi kewenangan pihak berwenang. ASDP menyatakan akan terus berkoordinasi hingga proses penanganan pascainsiden berjalan sesuai prosedur. **
Editor : Hadwan












