Lelah Memilih: Anatomi Decision Fatigue

Minggu, 2 November 2025 - 06:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Energi mental itu terbatas. Pahami 'decision fatigue' dan mengapa orang sukses seperti Mark Zuckerberg mengotomatisasi pilihan-pilihan kecil. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Energi mental itu terbatas. Pahami 'decision fatigue' dan mengapa orang sukses seperti Mark Zuckerberg mengotomatisasi pilihan-pilihan kecil. Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Anda baru saja selesai bekerja seharian penuh. Anda membalas puluhan email, mengikuti rapat maraton, dan menyelesaikan berbagai masalah. Anehnya, saat tiba di rumah, pertanyaan paling sederhana—”Makan malam apa?” atau “Nonton apa di Netflix?”—terasa sangat sulit dan melelahkan. Anda akhirnya hanya memesan makanan yang sama atau scrolling tanpa tujuan.

Ini bukan kemalasan. Ini adalah fenomena psikologis nyata yang memiliki nama.

Baterai Mental yang Terbatas

Para psikolog menyebut fenomena ini decision fatigue atau kelelahan memutuskan. Teori ini, yang dipopulerkan oleh psikolog sosial Roy Baumeister, menyatakan bahwa energi mental atau kemauan (willpower) kita terbatas, mirip seperti baterai ponsel.

Setiap keputusan yang kita ambil, tidak peduli seberapa besar atau kecil (dari “Pakai baju apa?” hingga “Setujui anggaran proyek?”), menguras sebagian dari baterai tersebut. Akibatnya, semakin banyak keputusan yang Anda ambil, semakin terkuras baterai Anda. Saat baterai mental kita habis di sore atau malam hari, kualitas keputusan kita anjlok.

Baca Juga :  K-Pop dan Sisi Gelap Pabrik Idola: Harga Mahal di Balik Senyum Sempurna

Seragam Para Jenius

Pernah bertanya mengapa Mark Zuckerberg atau mendiang Steve Jobs hampir selalu memakai pakaian yang sama setiap hari? (kaus abu-abu atau turtleneck hitam). Ini bukan karena mereka tidak punya selera mode. Ini adalah strategi sadar untuk melawan decision fatigue.

Mereka mengotomatisasi pilihan-pilihan sepele di pagi hari. Dengan mengurangi satu keputusan trivial—memilih pakaian—mereka menghemat “baterai” mental mereka yang berharga. Energi itu kemudian bisa mereka alokasikan sepenuhnya untuk keputusan yang jauh lebih penting di perusahaan mereka.

Hemat Baterai Mental Anda

Saat baterai mental kita habis, kita cenderung mengambil jalan pintas: menunda-nunda (prokrastinasi) atau membuat pilihan impulsif yang buruk. Kunci untuk menghemat baterai Anda adalah prioritas dan otomatisasi.

Pertama, ambil keputusan penting di pagi hari saat energi mental Anda masih penuh. Jangan menunda keputusan besar hingga sore hari. Kedua, otomatisasi pilihan-pilihan kecil sebanyak mungkin. Siapkan pakaian Anda di malam sebelumnya, buat rencana menu makan malam mingguan, atau batasi pilihan Anda.

Kesimpulan

Memahami decision fatigue mengubah cara kita melihat produktivitas. Ini bukan tentang bekerja lebih keras, tetapi tentang mengelola energi mental kita dengan lebih cerdas. Jadi, berhentilah menyalahkan diri sendiri karena lelah memilih tontonan Netflix. Itu tandanya baterai Anda habis dan perlu diisi ulang.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menantu Otak Pembunuhan Mertua di Pekanbaru, Korban Dipukul Balok hingga Tewas
Tiga Geng Motor Ditangkap Usai Tawuran Bersenjata Tajam di Bogor
PM Sanae Takaichi Perkuat Aliansi Energi dan Keamanan di Vietnam
Imam Masjid di Palopo Bonyok Dikeroyok OTK Usai Tegur Bocah Main Mikrofon
Pembunuhan Bocah Aborigin Picu Kerusuhan Massa dan Aksi Main Hakim Sendiri
Warung Sembako di Kalideres Ternyata Jual Obat Keras Ilegal, 2 Pengedar Ditangkap
Raul Castro Pimpin Longmarch Hari Buruh di Tengah Blokade Minyak AS
Kasus Kecelakaan Kereta di Bekasi Naik Penyidikan, Polisi Periksa Green SM Besok

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:07 WIB

Menantu Otak Pembunuhan Mertua di Pekanbaru, Korban Dipukul Balok hingga Tewas

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:52 WIB

Tiga Geng Motor Ditangkap Usai Tawuran Bersenjata Tajam di Bogor

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:24 WIB

PM Sanae Takaichi Perkuat Aliansi Energi dan Keamanan di Vietnam

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:35 WIB

Imam Masjid di Palopo Bonyok Dikeroyok OTK Usai Tegur Bocah Main Mikrofon

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:21 WIB

Pembunuhan Bocah Aborigin Picu Kerusuhan Massa dan Aksi Main Hakim Sendiri

Berita Terbaru

Menjaga stabilitas kawasan. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengumumkan evolusi strategi Indo-Pasifik di Hanoi. Ia menjanjikan dukungan finansial besar untuk ketahanan energi dan keamanan maritim guna menghadapi agresivitas China. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

PM Sanae Takaichi Perkuat Aliansi Energi dan Keamanan di Vietnam

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:24 WIB