Hendak Bermain Futsal, 2 Pelajar Tewas saat Hindari Kelompok Bersenjata di Tangsel

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Lokasi kecelakaan yang menewaskan dua pelajar di Jalan Sutera Utama, Alam Sutera, Serpong Utara, Tangerang Selatan.

Lokasi kecelakaan yang menewaskan dua pelajar di Jalan Sutera Utama, Alam Sutera, Serpong Utara, Tangerang Selatan.

TANGERANG SELATAN, POSNEWS.CO.ID – Rencana sejumlah pelajar untuk bermain futsal berakhir duka.

Dua pelajar berinisial A (14) dan W (15) meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan di Jalan Sutera Utama, Alam Sutera, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, Jumat (9/10/2026) sore.

Peristiwa ini menyita perhatian setelah video yang memperlihatkan kedua korban tergeletak di tepi jalan beredar luas di media sosial.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Narasi yang menyertai video sempat memunculkan dugaan bahwa keduanya menjadi korban kekerasan antarpelajar.

Namun, polisi menjelaskan bahwa kedua pelajar tersebut meninggal akibat kecelakaan ketika rombongan mereka berusaha menghindari kelompok lain yang diduga membawa senjata tajam.

Polisi juga menyatakan tidak menemukan luka bacok maupun luka tusuk pada tubuh korban.

Diduga Panik Melihat Kelompok Bersenjata

Kapolres Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo menjelaskan, peristiwa bermula sekitar pukul 17.00 WIB.

Baca Juga :  Persija vs Persib di GBK Dijaga 17.800 Personel, Polisi Perketat Penyekatan

Saat itu, sejumlah pelajar asal Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, melintas setelah mendukung tim futsal sekolah mereka.

Di waktu bersamaan, mereka bertemu dengan kelompok pelajar lain di sekitar SPBU Alam Sutera. Kelompok tersebut diduga membawa senjata tajam.

Situasi itu membuat rombongan pertama berusaha menjauh menggunakan sepeda motor. Dalam perjalanan menuju kawasan Sport Center Alam Sutera, mereka diduga terus dikejar.

Saat melintas di Jalan Sutera Utama, sepeda motor yang ditumpangi para pelajar menabrak pembatas jalan. Benturan tersebut menyebabkan A dan W meninggal dunia.

Polisi Amankan Tiga Pelajar

Polisi kemudian menyelidiki kejadian tersebut dan mengamankan tiga pelajar yang diduga membawa senjata tajam. Petugas turut menyita barang bukti berupa celurit, arit, dan golok.

Meski demikian, polisi menegaskan bahwa berdasarkan pemeriksaan awal, kedua korban tidak mengalami luka akibat senjata tajam.

Baca Juga :  Mantan Istri Bayar Rp139 Juta ke Eksekutor, Polisi Bongkar Motif Pembunuhan WN Korea

Luka memar pada wajah, terutama bagian dahi, diduga berasal dari benturan saat kecelakaan.

Karena itu, masyarakat diminta tidak langsung menyimpulkan bahwa kedua pelajar meninggal akibat penganiayaan atau tawuran.

Penyidik masih mendalami rangkaian peristiwa serta dugaan keterlibatan kelompok yang membawa senjata.

Tragedi Jadi Peringatan bagi Orang Tua dan Sekolah

Kematian dua pelajar ini menjadi pengingat bahwa membawa senjata tajam dan mengejar kelompok lain dapat memicu situasi berbahaya, bahkan ketika seseorang tidak terlibat langsung dalam konflik.

Orang tua dan sekolah perlu memperkuat komunikasi serta pengawasan terhadap aktivitas pelajar di luar jam belajar.

Sementara itu, para pelajar harus menghindari konfrontasi dan segera mencari bantuan orang dewasa atau petugas keamanan ketika menghadapi ancaman.

Polisi masih mendalami kasus tersebut untuk memastikan rangkaian kejadian dan pihak yang bertanggung jawab.

Penanganan perkara diharapkan mengungkap fakta secara menyeluruh sekaligus mencegah tragedi serupa terulang. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

18 Tersangka Kasus ABK KM Maulana 23, Polisi Juga Usut Dugaan Perdagangan Orang
CCTV Rekam Aksi di Lapangan Padel Coach Justin, Laptop hingga Tablet Raib
Orang Tua Wajib Waspada, Sirup Apialys Diduga Dipalsukan dan Dijual Online
Berawal dari Pesanan Ciledug–Pamulang, Sopir Taksi Online Diserang Penumpang
4 ABK KM Maulana 23 Kembali ke Jakarta, Satu Korban Hidup Sebatang Kara
Bau Busuk dari Kamar Kos Bongkar Kematian Tragis Wanita Muda di Pinang Ranti
Sopir Taksi Online di Tangsel Tewas Ditusuk Penumpang, Mobil Raib
Pria 20 Tahun Ditangkap, Remaja Berkebutuhan Khusus Diduga Korban Kekerasan Seksual

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:16 WIB

18 Tersangka Kasus ABK KM Maulana 23, Polisi Juga Usut Dugaan Perdagangan Orang

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:11 WIB

Hendak Bermain Futsal, 2 Pelajar Tewas saat Hindari Kelompok Bersenjata di Tangsel

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:05 WIB

CCTV Rekam Aksi di Lapangan Padel Coach Justin, Laptop hingga Tablet Raib

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 06:34 WIB

Orang Tua Wajib Waspada, Sirup Apialys Diduga Dipalsukan dan Dijual Online

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Berawal dari Pesanan Ciledug–Pamulang, Sopir Taksi Online Diserang Penumpang

Berita Terbaru

Garmin meluncurkan Enduro 4 dengan layar Power Sapphire, pengisian tenaga surya, baterai tanpa batas, dan siap hadir di Indonesia. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Garmin Merilis Smartwatch Enduro 4 Berbekal Baterai Surya

Sabtu, 10 Okt 2026 - 12:45 WIB

Dell merilis laptop XPS 16 Creator Edition dengan NVIDIA RTX Spark, layar 3.2K Tandem OLED, dan RAM 32 GB. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Dell Merilis XPS 16 Creator Edition Berbekal NVIDIA RTX Spark

Sabtu, 10 Okt 2026 - 11:43 WIB

Xiaomi kembali menyalurkan pembaruan sistem operasi HyperOS untuk 32 perangkat Redmi, POCO, dan Xiaomi pasca-libur Golden Week. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Xiaomi Melanjutkan Pembaruan HyperOS Untuk 32 Perangkat

Sabtu, 10 Okt 2026 - 10:00 WIB