Kontak Tembak di Maybrat: 1 Jenazah Ditemukan, 2 Orang Masih Dicari

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Personel TNI di kawasan Sungai Frambu, Kabupaten Maybrat, setelah kontak tembak dengan kelompok bersenjata OPM pada 9 Oktober 2026.
(Dok: Posnews/TNI)

Personel TNI di kawasan Sungai Frambu, Kabupaten Maybrat, setelah kontak tembak dengan kelompok bersenjata OPM pada 9 Oktober 2026. (Dok: Posnews/TNI)

MAYBRAT, POSNEWS.CO.ID – Kontak tembak antara pasukan gabungan TNI dan kelompok bersenjata OPM Kodap IV/Sorong Raya terjadi di kawasan Sungai Frambu, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, Jumat (9/10/2026).

TNI melaporkan tiga anggota kelompok tersebut terkena tembakan, termasuk Manfret Fatem yang disebut menjabat sebagai Komandan Operasi Kodap IV/Sorong Raya.

Namun, proses pencarian masih berlangsung. Petugas baru menemukan satu jenazah yang berdasarkan identifikasi awal diduga merupakan Manfret Fatem.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, dua orang lainnya dilaporkan terbawa arus sungai dan masih dicari oleh personel gabungan.

Panglima Komando Operasi (Pangkoops) TNI Habema Brigjen TNI Riyanto menjelaskan, kontak tembak terjadi ketika personel gabungan menjalankan operasi pengamanan wilayah.

Menurut laporan TNI, prajurit menghadapi serangan hingga terjadi aksi saling tembak sekitar pukul 09.01 WIT.

Personel yang terlibat dalam operasi tersebut berasal dari Satgas Yonif 9 Marinir bersama unsur pasukan gabungan. Operasi itu menjadi bagian dari upaya pengamanan wilayah dan penanganan gangguan kelompok bersenjata.

Baca Juga :  Update Tragedi Ponpes Sidoarjo, Tiga Santri Tewas Tertimpa Reruntuhan Musala

Manfret Fatem Diduga Tewas, Dua Orang Masih Dicari

Berdasarkan keterangan TNI, Manfret Fatem merupakan salah satu pimpinan kelompok bersenjata OPM Kodap IV/Sorong Raya. Dua orang lainnya diduga bernama Anton Fatem dan Yesias Fatem.

Meski demikian, aparat masih melakukan verifikasi untuk memastikan identitas serta keterkaitan kedua orang tersebut dengan struktur kelompok bersenjata itu.

Dua jenazah yang belum ditemukan menjadi fokus pencarian lanjutan. Petugas harus menyisir kawasan sungai untuk memastikan keberadaan keduanya setelah laporan menyebut mereka terbawa arus.

TNI juga mengamankan lokasi dan memantau situasi sekitar guna mengantisipasi gangguan keamanan lanjutan. Berdasarkan laporan sementara, tidak ada personel TNI yang menjadi korban dalam kontak tembak tersebut.

TNI Amankan Senjata Api dan Amunisi

Selain menemukan satu jenazah, personel gabungan mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan kelompok bersenjata tersebut.

Barang bukti yang dilaporkan TNI meliputi satu pucuk senjata api jenis AK-101, amunisi kaliber 5,56 milimeter sebanyak 30 butir, amunisi kaliber 9 milimeter, dua telepon seluler, atribut kelompok, bendera Bintang Kejora, satu dokumen yang disebut sebagai dokumen OPM, serta perlengkapan lainnya.

Baca Juga :  Helikopter PK-IWS Hilang Kontak di Papua, Basarnas Beberkan Identitas Penumpang

Petugas akan mendalami temuan tersebut untuk memperkuat informasi mengenai identitas dan aktivitas kelompok yang terlibat dalam kontak tembak.

TNI Kedepankan Hukum dan Perlindungan Warga

TNI menyatakan akan melanjutkan pengamanan wilayah untuk menjaga stabilitas keamanan dan melindungi masyarakat dari dampak kekerasan.

Aparat juga menyebut pendekatan dialog, pembinaan teritorial, serta kerja sama dengan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat tetap menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan.

Dalam operasi di wilayah rawan konflik, kepatuhan terhadap hukum dan aturan pelibatan menjadi hal penting. Setiap tindakan aparat harus tetap terukur, profesional, dan menghormati hak asasi manusia.

Bagi warga yang tinggal di sekitar wilayah operasi, keselamatan perlu menjadi prioritas.

Masyarakat sebaiknya menghindari lokasi kontak senjata, tidak mendekati benda yang diduga amunisi atau senjata, serta segera melaporkan temuan berbahaya kepada aparat berwenang. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kebakaran Lapas Merauke Usai Razia HP, Sejumlah Warga Binaan Diduga Kabur
Tragis, Bocah 5 Tahun Meninggal Terlindas Mobil di Parkiran RSUDAM
Kecelakaan Maut di Mandalika, Motor Turis Jerman Ditabrak Navara hingga Tewas
Ayam Goreng Krispi Ternyata Berisi 17,11 Gram Sabu, Gagal Masuk Lapas Surabaya
Ditagih Angsuran, Pria 63 Tahun Bacok Penagih hingga Tewas lalu Coba Akhiri Hidup
Plafon SDN 2 Cepoko Sragen Mendadak Ambruk, 2 Guru Jadi Korban
Bayi 7 Hari Ditinggal di Kursi, Sepasang Mahasiswa Ditangkap Polisi
Pria Tewas di Area Kampus Medan, Polisi Periksa Dugaan Jatuh dari Gedung

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Kebakaran Lapas Merauke Usai Razia HP, Sejumlah Warga Binaan Diduga Kabur

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Kontak Tembak di Maybrat: 1 Jenazah Ditemukan, 2 Orang Masih Dicari

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:03 WIB

Tragis, Bocah 5 Tahun Meninggal Terlindas Mobil di Parkiran RSUDAM

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Kecelakaan Maut di Mandalika, Motor Turis Jerman Ditabrak Navara hingga Tewas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Ayam Goreng Krispi Ternyata Berisi 17,11 Gram Sabu, Gagal Masuk Lapas Surabaya

Berita Terbaru

Jaksa Amerika Serikat resmi menambahkan dakwaan kasus penyiksaan terhadap Nicolas Maduro dan istrinya Cilia Flores. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Jaksa AS Mengajukan Dakwaan Baru Terhadap Nicolas Maduro

Jumat, 9 Okt 2026 - 15:56 WIB

Volodymyr Zelenskyy mengecam Amerika Serikat setelah gelombang serangan rudal Rusia menewaskan 78 warga Ukraina. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy Mengecam Amerika Serikat Pascaserangan Rudal Rusia

Jumat, 9 Okt 2026 - 14:51 WIB