Operasi Patuh 2026 Segera Dimulai, Pengendara Lawan Arus Jadi Perhatian Polisi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Bukan Sekadar Tilang, Operasi Patuh 2026 Dorong Pengendara Lebih Tertib.
(Posnews/Ist)

Ilustrasi, Bukan Sekadar Tilang, Operasi Patuh 2026 Dorong Pengendara Lebih Tertib. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Pengendara di seluruh Indonesia perlu meningkatkan disiplin berlalu lintas.

Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri akan menggelar Operasi Patuh 2026 secara serentak pada 26 Oktober hingga 8 November 2026.

Selama 14 hari, polisi mengedepankan edukasi, pendekatan persuasif, dan pelayanan humanis. Namun, petugas tetap melakukan penegakan hukum terhadap pelanggaran yang membahayakan keselamatan pengguna jalan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Korlantas Polri Brigjen Pol. Aries Syahbudin menegaskan, keberhasilan Operasi Patuh tidak hanya ditentukan oleh banyaknya pengendara yang terkena tilang.

Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat menjadi ukuran yang lebih penting.

“Operasi ini harus mampu membangun kesadaran hukum masyarakat. Kita tidak mengukur keberhasilan dari besarnya jumlah penindakan, tetapi dari perubahan perilaku masyarakat yang semakin tertib dan patuh terhadap aturan lalu lintas,” kata Aries dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (23/10/2026).

Baca Juga :  Bupati Gowa Husniah Talenrang Resmi Diberhentikan, Ini Langkah Selanjutnya

Pengendara Lawan Arus Jadi Perhatian

Salah satu perhatian utama Operasi Patuh 2026 adalah pengendara yang melawan arus. Korlantas Polri meminta seluruh jajaran memperkuat pengawasan dan mencegah pelanggaran tersebut.

Aries bahkan menargetkan tidak ada kendaraan yang melawan arus selama operasi berlangsung. Pasalnya, tindakan tersebut dapat memicu kecelakaan dan membahayakan pengendara lain.

Karena itu, polisi tidak hanya mengandalkan penindakan. Petugas juga akan memberikan edukasi keselamatan berkendara atau safety riding bagi pengendara sepeda motor serta safety driving bagi pengemudi mobil.

Tilang Gunakan ETLE, Petugas Diminta Tetap Humanis

Dalam pelaksanaannya, polisi akan mengoptimalkan penegakan hukum melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) serta memberikan teguran simpatik sesuai ketentuan.

Aries juga menegaskan, setiap kegiatan penilangan harus didampingi personel Provos. Pengawasan internal ini bertujuan memastikan petugas menjalankan tugas secara profesional dan sesuai aturan.

Di sisi lain, Korlantas meminta jajarannya memperluas sosialisasi keselamatan berlalu lintas. Edukasi akan menyasar berbagai kalangan, mulai dari sekolah dan kampus hingga komunitas masyarakat.

Baca Juga :  Polisi Gerebek Dugaan Sarang Narkoba di Bekasi, 9 Orang Diamankan

Media juga berperan menyebarkan informasi agar pesan keselamatan menjangkau lebih banyak pengguna jalan.

Keselamatan Bukan Sekadar Menghindari Tilang

Operasi Patuh 2026 mengusung tema “Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman dan Berkeselamatan.”

Tema ini menekankan bahwa keselamatan jalan raya merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas kepolisian.

Masyarakat pun dapat mulai mempersiapkan diri dengan mematuhi rambu, mengikuti marka jalan, tidak melawan arus, serta melengkapi surat dan perlengkapan berkendara sesuai ketentuan.

Pada akhirnya, tertib berlalu lintas bukan semata-mata untuk menghindari sanksi. Kepatuhan menjadi langkah sederhana untuk melindungi diri sendiri, keluarga, dan pengguna jalan lainnya.

Melalui Operasi Patuh 2026, Korlantas Polri berharap kesadaran masyarakat terus meningkat, bahkan setelah operasi berakhir.

Dengan begitu, jalan raya tidak hanya menjadi ruang untuk mencapai tujuan, tetapi juga tempat setiap orang bisa berkendara dengan lebih aman. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Detik-Detik BYD Atto 1 Tabrak Beruntun di Blok M, Pengemudi Ojol Patah Kaki
Kampung Ambon Kembali Digerebek, Polisi Sita 10 Senjata Tajam dan Airsoft Gun
Terapis Pijat Panggilan Mengaku Dianiaya dan Diperas di Kamar Kontrakan Jakpus
54 Ton Batu Mineral dan 320 Kg Sisik Trenggiling, Polda Metro Ungkap 5 Kasus
Berawal dari Setoran Parkir Rp30 Ribu, Jukir di Depok Alami 3 Luka Tusuk
Cekcok Soal Suara Bangunan, Mantan Anggota Kopassus Dibacok di JGC
Modus Polisi Gadungan, Komplotan Curi 3 Motor di Kos Jakarta Barat
Tampak Seperti Game Gacha, Boxkia Diduga Sarana Judi Online, Begini Modusnya

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:11 WIB

Operasi Patuh 2026 Segera Dimulai, Pengendara Lawan Arus Jadi Perhatian Polisi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:29 WIB

Detik-Detik BYD Atto 1 Tabrak Beruntun di Blok M, Pengemudi Ojol Patah Kaki

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:32 WIB

Kampung Ambon Kembali Digerebek, Polisi Sita 10 Senjata Tajam dan Airsoft Gun

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:29 WIB

Terapis Pijat Panggilan Mengaku Dianiaya dan Diperas di Kamar Kontrakan Jakpus

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:12 WIB

54 Ton Batu Mineral dan 320 Kg Sisik Trenggiling, Polda Metro Ungkap 5 Kasus

Berita Terbaru

Proyek megah pesisir Vingroup di Can Gio mengancam keberadaan hutan mangrove pelindung banjir Kota Ho Chi Minh. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pembangunan Kota Vietnam Mengancam Keberadaan Hutan

Sabtu, 24 Okt 2026 - 14:36 WIB