Rem Diduga Blong, Bus Hantam Gate Tol Waru Utama, 16 Luka

Kamis, 12 Februari 2026 - 13:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bus pariwisata ringsek di Gerbang Tol Waru Utama Surabaya setelah diduga mengalami rem blong. Posnews/Ist)

Bus pariwisata ringsek di Gerbang Tol Waru Utama Surabaya setelah diduga mengalami rem blong. Posnews/Ist)

SURABAYA, POSNEWS.CO.ID – Malam mencekam terjadi di Gerbang Tol (GT) Waru Utama, ruas Tol Surabaya–Gempol.

Sebuah bus pariwisata bernopol K-7622-OC mendadak tak terkendali lalu menghantam pembatas gate, Rabu (11/2/2026) sekitar pukul 23.10 WIB.

Benturan keras membuat bagian depan bus ringsek parah. Sejumlah penumpang berteriak panik saat kendaraan oleng sebelum akhirnya berhenti usai menabrak water barrier.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bus Bali Kayana itu dikemudikan Satriya Wahyu Purnama (25), warga Grobogan, Jawa Tengah. Saat kejadian, ia membawa 45 penumpang dari Purwodadi dengan tujuan Bali.

Baca Juga :  Putin: Serahkan Donbas atau Kami Rebut Paksa! Uni Eropa Balas dengan Pinjaman Reparasi €90 Miliar

Diduga kuat, sistem pengereman bermasalah saat bus memasuki area gerbang tol. Sopir tak mampu mengendalikan laju kendaraan hingga tabrakan tak terhindarkan.

Kanit PJR II Ditlantas Polda Jatim, AKP Mulyani, membenarkan insiden tersebut.

“Benar kejadian malam tadi dan penanganan dilakukan Polrestabes Surabaya,” tegasnya, Kamis (12/2/2026).

16 Penumpang Terluka

Akibat kecelakaan itu, 16 penumpang mengalami luka ringan. Petugas langsung mengevakuasi korban dan memberi pertolongan pertama di lokasi sebelum membawa mereka ke rumah sakit.

Baca Juga :  Rem Blong di Turunan, Mobil Travel Terjun ke Jurang di Majalengka 6 Pemudik Tewas

Humas RS Delta Surya, Fariz, menyebut hingga Kamis siang 14 korban masih dirawat.

“Kami masih merawat 14 korban, sebagian kondisinya sudah membaik,” ujarnya.

Polisi kini memburu penyebab pasti kecelakaan. Petugas memeriksa kondisi teknis bus, termasuk sistem pengereman yang diduga blong.

Insiden ini kembali menjadi alarm bahaya bagi operator bus pariwisata agar tidak lalai melakukan pengecekan kendaraan sebelum perjalanan jauh, terutama saat jam rawan malam hari. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sopir Taksi Listrik Ditusuk di Pademangan, Wanita MS Diamankan Polisi
Baru Mau Naik Bus, Pria di Serang Dikeroyok dan Ditusuk, 2 Kernet Dibekuk
Longboat Kabur ke PNG, 200 Butir Amunisi Dibuang ke Laut dan Berhasil Diamankan
Koper Dibuka, 5 Kg Sabu Ditemukan! Marcel Diduga Hendak Kirim ke Palembang
Ajakan Seks Rp300 Ribu Ditolak, Pria di Labura Tewas Ditebas Celurit 5 Kali
Mayat Terborgol di Rumah Kosong Kendal, Kepala Donna Dihantam Benda Tumpul
Motor Warga Dibidik Saat Lengah, 5 Kasus Curanmor Penjaringan Akhirnya Terbongkar
Ledakan Pakuwon City Surabaya, 5 Orang Terluka dan 20 Ruko Rusak

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Sopir Taksi Listrik Ditusuk di Pademangan, Wanita MS Diamankan Polisi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:25 WIB

Baru Mau Naik Bus, Pria di Serang Dikeroyok dan Ditusuk, 2 Kernet Dibekuk

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:18 WIB

Longboat Kabur ke PNG, 200 Butir Amunisi Dibuang ke Laut dan Berhasil Diamankan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:07 WIB

Koper Dibuka, 5 Kg Sabu Ditemukan! Marcel Diduga Hendak Kirim ke Palembang

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:05 WIB

Ajakan Seks Rp300 Ribu Ditolak, Pria di Labura Tewas Ditebas Celurit 5 Kali

Berita Terbaru

Pengacara David Hearn mendesak pengawas pemerintah AS menyelidiki kegagalan renovasi Kolam Refleksi Lincoln dan kriminalisasi palsu. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pengacara Mantan Atlet Olimpiade AS Mendesak Penyelidikan

Rabu, 7 Okt 2026 - 15:12 WIB

Donald Trump mempromosikan investasi Anduril $3,7 miliar di Sparrows Point Maryland untuk komponen kapal selam nuklir AS menjelang pemilu sela. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Donald Trump Mempromosikan Investasi Anduril Senilai 3,7 Miliar

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:52 WIB