Tragedi Cikarang: Ledakan Gas Lukai 6 Orang, Ayah dan Anak Meninggal

Minggu, 30 Agustus 2026 - 06:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Garis polisi. (Ist)

Ilustrasi, Garis polisi. (Ist)

BEKASI, POSNEWS.CO.ID – Suasana duka menyelimuti Kampung Pulo Kapuk, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Ledakan yang diduga dipicu kebocoran gas melukai enam orang dalam satu keluarga.

Tragedi itu terjadi pada Jumat (28/8/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. Dua korban, Deni Setiawan (36) dan putranya, Raihan Alfarizky (7), meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di RSUD Kabupaten Bekasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keduanya mengalami luka bakar lebih dari 90 persen.

Empat korban lainnya masih menjalani perawatan di dua rumah sakit. Polisi kini menangani kasus tersebut untuk mengetahui secara pasti penyebab ledakan.

Bermula dari Kebocoran Gas

Kerabat korban, Tami (55), mengatakan insiden bermula ketika Enah sedang memasak dan menghangatkan nasi.

Saat diduga mengetahui adanya kebocoran gas, Enah meminta bantuan menantunya. Namun, tidak lama kemudian terdengar ledakan keras dari dalam rumah.

Baca Juga :  Kebakaran Gedung Bapenda DKI Jakarta Diusut, Puslabfor Telusuri Titik Awal Api

Satgas Kesehatan Desa Mekarmukti, Suta (41), mengatakan sejumlah korban sudah berada di luar rumah ketika dirinya tiba. Mereka mengalami luka bakar dan membutuhkan pertolongan segera.

Enam korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit. Tiga korban dibawa ke RSUD Kabupaten Bekasi, sedangkan tiga lainnya menuju Rumah Sakit Sentra Medika.

Dua Korban Luka Bakar Lebih dari 90 Persen

Deni dan Raihan akhirnya meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan medis. Tingkat luka bakar keduanya disebut sangat parah, mencapai lebih dari 90 persen.

Sementara itu, Enah masih menjalani perawatan di ruang ICU RSUD Kabupaten Bekasi dengan luka bakar sekitar 90 persen.

Amelya Putri mengalami luka bakar pada tangan dan kaki dengan luas di bawah 50 persen. Sementara Buyin dan Aisah (15) dirawat di Rumah Sakit Sentra Medika. Aisah mengalami luka bakar pada kedua kakinya.

Jangan Abaikan Bau Gas

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat yang menggunakan LPG di rumah.

Jika mencium bau khas LPG, jangan langsung menyalakan api, menyalakan atau mematikan sakelar listrik, maupun menggunakan perangkat yang dapat memicu percikan.

Baca Juga :  HUT ke-80 RI: Lapangan Kerja Langka & Harga Pokok Melonjak, Sudahkah Rakyat Benar-Benar Merdeka?

Langkah aman yang dapat dilakukan adalah menjauhkan sumber api, membuka pintu dan jendela untuk membantu sirkulasi udara, serta segera keluar dari ruangan jika kondisi tidak aman.

Jangan mencoba memperbaiki kebocoran sendiri apabila tidak memiliki kemampuan yang memadai.

Kewaspadaan sangat penting karena gas yang bocor dan terkumpul di ruang tertutup dapat membentuk campuran yang mudah terbakar.

Satu sumber percikan saja berpotensi memicu kebakaran atau ledakan.

Polisi Selidiki Penyebab Ledakan

Hingga kini, kasus ledakan tersebut masih ditangani Polsek Cikarang Utara dan Polres Metro Bekasi.

Polisi perlu memastikan sumber kebocoran, kondisi peralatan LPG, serta rangkaian kejadian sebelum ledakan.

Dengan begitu, penyebab insiden dapat diketahui berdasarkan pemeriksaan dan bukti, bukan sekadar dugaan.

Tragedi Cikarang ini sekaligus menjadi pelajaran bahwa keselamatan penggunaan LPG tidak boleh dianggap sepele.

Begitu tercium bau gas yang tidak biasa, jangan mengambil risiko—utamakan keselamatan dan segera cari tempat aman. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Misteri Mozza Terbongkar, Pelaku Ditangkap Saat Nonton Voli
Gunung Anak Krakatau Erupsi, KAI Commuter Merak Tetap Jalan
Senin 7 September, Jabodetabek Cerah tapi Suhu Bisa Menyengat
Abu Anak Krakatau Menerpa Bekasi, Pengendara Dibagikan Masker
Abu Anak Krakatau Capai Jakarta, Semua Sekolah Terapkan PJJ Mulai Senin
Abu Vulkanik Anak Krakatau Masuk Jakarta, Ini 5M dari Pramono Anung
Abu Anak Krakatau Ganggu Jakarta, OMC Dikerahkan Hari Ini
Abu Anak Krakatau Ganggu Jakarta, Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 06:05 WIB

Misteri Mozza Terbongkar, Pelaku Ditangkap Saat Nonton Voli

Senin, 7 September 2026 - 05:51 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi, KAI Commuter Merak Tetap Jalan

Senin, 7 September 2026 - 05:41 WIB

Senin 7 September, Jabodetabek Cerah tapi Suhu Bisa Menyengat

Minggu, 6 September 2026 - 21:17 WIB

Abu Anak Krakatau Menerpa Bekasi, Pengendara Dibagikan Masker

Minggu, 6 September 2026 - 17:02 WIB

Abu Anak Krakatau Capai Jakarta, Semua Sekolah Terapkan PJJ Mulai Senin

Berita Terbaru

Polisi mengungkap korban  Mozza Axillia dibunuh MDVA setelah cekcok akibat cemburu lalu jasadnya dibuang ke jurang Tol Jangli. (Posnews/Ist)

JABODETABEK

Misteri Mozza Terbongkar, Pelaku Ditangkap Saat Nonton Voli

Senin, 7 Sep 2026 - 06:05 WIB

Ilustrasi, Commuter Line tetap beroperasi di tengah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
(Posnews/KAI)

JABODETABEK

Gunung Anak Krakatau Erupsi, KAI Commuter Merak Tetap Jalan

Senin, 7 Sep 2026 - 05:51 WIB

Ilustrasi, cuaca cerah mendominasi Jabodetabek Senin 7 September 2026 dengan suhu hingga 35 derajat Celsius.
(Posnews/Ist)

JABODETABEK

Senin 7 September, Jabodetabek Cerah tapi Suhu Bisa Menyengat

Senin, 7 Sep 2026 - 05:41 WIB

Polisi membagikan masker kepada warga Bekasi untuk mengantisipasi paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. (Posnews/Ist)

JABODETABEK

Abu Anak Krakatau Menerpa Bekasi, Pengendara Dibagikan Masker

Minggu, 6 Sep 2026 - 21:17 WIB