POSNEWS.CO.ID, BRUSSEL – Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengritik keras kesepakatan transaksi diesel antara Amerika Serikat dan Rusia.
Zelenskyy menyampaikan kritik pedas tersebut saat menghadiri Pertemuan Puncak Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Uni Eropa di Brussel.
Ia menilai retorika perdamaian milik Presiden Rusia Vladimir Putin sekadar parodi dari niat jujur mengakhiri peperangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selanjutnya, Zelenskyy menyebut aliran dana transaksi tersebut akan langsung mengalir ke dalam kantong Putin guna membiayai invasi.
“Kesepakatan ini akan memasukkan lebih banyak uang secara langsung ke kantong Putin,” tegas Zelenskyy kepada para wartawan.
Dukungan Pemimpin Eropa Dan Sikap Keras Washington
Presiden Prancis Emmanuel Macron turut menyuarakan kekecewaan terhadap langkah sepihak Donald Trump mencabut sanksi diesel Rusia.
Macron menilai kesepakatan tersebut mengirimkan sinyal negatif serta memicu perpecahan di antara sekutu Barat.
Sementara itu, Trump mengritik balik serangan balik Ukraina ke kilang minyak Rusia sebagai tindakan yang merugikan.
Trump mengklaim serangan Ukraina memicu kenaikan harga minyak dunia menjelang agenda pemilu sela di Amerika Serikat.
Selain itu, Trump membantah tuduhan keterlibatan dirinya maupun Elon Musk terkait pembatasan akses satelit Starshield milik pasukan Ukraina.
Putin Klaim Zona Keamanan Tanpa Negosiasi
Dari tempat terpisah, Presiden Vladimir Putin menegaskan Rusia tengah membangun zona keamanan sepanjang wilayah perbatasan Ukraina.
Putin menegaskan bahwa pembentukan zona keamanan tersebut tidak akan pernah menjadi bahan negosiasi perdamaian pada masa depan.
Bahkan, juru bicara Kremlin menuduh Ukraina merusak peluang negosiasi setelah melancarkan serangan drone ke kilang minyak Ryazan.
Meskipun demikian, Zelenskyy menyambut baik dukungan para pemimpin Uni Eropa yang ia sebut sebagai pemimpin sejati.
Ukraina menegaskan akan terus mempertahankan kedaulatan wilayahnya dari berbagai ancaman serta klaim sepihak pihak Rusia.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













