Baku Tembak di Lampung Utara: DPO Narkoba Tewas, 3 Polisi Terluka

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, diberondong tembakan. (Posnews/Ist)

Ilustrasi, diberondong tembakan. (Posnews/Ist)

LAMPUNG UTARA, POSNEWS.CO.ID — Pengejaran terhadap seorang buronan kasus narkoba di Lampung Utara berujung baku tembak.

Tiga anggota polisi terluka, sementara pria yang masuk daftar pencarian orang (DPO), Popi Handika Purba (30), tewas di lokasi.

Insiden berdarah itu terjadi di kawasan Muara Jaya, Kelurahan Kotabumi Udik, Kecamatan Kotabumi, Lampung Utara, Selasa (25/8/2026) dini hari.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun membenarkan kejadian tersebut.

Menurutnya, polisi bergerak setelah menerima informasi mengenai keberadaan Popi yang diburu dalam kasus narkoba.

“Dalam proses pengamanan, pelaku melakukan perlawanan dan menembakkan senjata api ke arah petugas,” kata Yuni, Selasa (25/8/2026).

Tiga Polisi Jadi Korban

Perlawanan tersebut membuat tiga personel terluka.

Aipda Adizar mengalami luka tembak pada kaki kanan. Kemudian Brigpol Ariyadi terkena tembakan di bagian perut.

Sementara itu, Aipda Adi Agus Candra mengalami luka gores pada bagian pelipis.

Ketiga anggota langsung mendapatkan perawatan medis. Ariyadi kemudian dirujuk ke RS Urip Sumoharjo untuk memperoleh penanganan lebih lanjut.

Baca Juga :  PLN Targetkan SUTET 500 kV Priok–Muara Tawar Beroperasi Agustus 2026

Di sisi lain, Popi tewas di lokasi setelah baku tembak dengan petugas. Jenazahnya kemudian dibawa ke RS Maria Regina Kotabumi untuk penanganan lebih lanjut.

DPO Narkoba Diduga Terlibat Senjata Ilegal

Popi diketahui merupakan DPO dalam perkara narkoba. Polisi juga mendalami dugaan keterlibatannya dalam peredaran senjata api ilegal di wilayah Lampung Utara.

Dugaan tersebut menjadi perhatian serius karena dalam penggerebekan polisi menemukan senjata api yang diduga digunakan saat melawan petugas.

Dari lokasi kejadian, penyidik mengamankan satu revolver rakitan berwarna krom dengan gagang cokelat. Petugas juga menyita dua butir amunisi kaliber 9 milimeter dan tiga selongsong peluru.

Barang bukti tersebut kini menjadi bagian penting dalam penyidikan untuk mengungkap asal-usul senjata dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Polisi Buru Jejak Jaringan Senjata

Polda Lampung tidak berhenti pada tewasnya Popi. Penyidik masih menelusuri kemungkinan adanya jaringan yang memasok atau mengedarkan senjata api ilegal.

“Kasus ini masih dalam proses pendalaman, termasuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan lain berkaitan dengan kepemilikan dan peredaran senjata api ilegal,” ujar Yuni.

Langkah tersebut penting karena kepemilikan senjata ilegal dapat menjadi ancaman serius terhadap keamanan masyarakat, terlebih jika senjata digunakan dalam tindak pidana.

Keluarga Disebut Tolak Autopsi

Dalam proses penanganan jenazah, keluarga Popi disebut menolak pelaksanaan autopsi. Meski demikian, penyidik tetap melanjutkan pendalaman perkara.

Baca Juga :  Anggaran KemenHAM 2027 Fokus Kanwil dan Pelayanan HAM, Bukan Bangun Gedung

Polisi masih berupaya mengungkap rangkaian kejadian, termasuk asal senjata yang digunakan Popi serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

Karena itu, penyidikan tidak hanya berfokus pada baku tembak.

Polisi juga harus memastikan seluruh bukti dan keterangan yang berkaitan dengan perkara narkoba serta senjata api ilegal terurai secara terang.

Patroli Diperketat Usai Baku Tembak

Setelah insiden, polisi meningkatkan pengamanan di sekitar lokasi. Patroli dilakukan untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan memastikan situasi tetap kondusif.

Langkah tersebut menjadi penting karena kasus melibatkan senjata api dan terjadi di kawasan permukiman.

Masyarakat juga diimbau tidak mendekati lokasi kejadian tanpa kepentingan serta menyerahkan proses hukum kepada aparat.

Bukan Sekadar Baku Tembak

Peristiwa di Lampung Utara ini membuka persoalan yang lebih besar. Kasus tersebut tidak hanya berkaitan dengan seorang DPO narkoba, tetapi juga dugaan peredaran senjata api ilegal.

Karena itu, penyidikan perlu bergerak lebih jauh untuk membongkar dari mana senjata tersebut berasal dan apakah ada jaringan yang memasoknya.

Baku tembak mungkin telah berakhir, tetapi pekerjaan polisi belum selesai. Jejak narkoba dan senjata ilegal harus diurai sampai ke akarnya agar kasus serupa tidak kembali mengancam keselamatan masyarakat. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pagi Buta Berujung Berdarah, Dua Pria di Sukabumi Kritis akibat Duel Sajam
Cemburu Berujung Petaka, Pria di Konawe Bakar Rumah Sendiri Rugi Rp250 Juta
Sedang Tiduran, Pemilik Tambal Ban di Boyolali Ditembak 5 Kali oleh OTK
Terungkap dari Pengakuan ke Kepala Desa, Lansia 83 Tahun Tewas di Kebun Brebes
17 Siswa SD di Medan Sakit Usai Santap MBG, Dugaan Susu Kedaluwarsa Jadi Sorotan
Hilang 13 Hari, AJN Ditemukan Tewas di Kebun Warga Tapsel, Polisi Dalami Penyebabnya
Pulang Sekolah Berujung Tragedi, 3 Siswi SMP Tewas Tabrak Truk Mogok
Kebakaran Lapas Merauke Usai Razia HP, Sejumlah Warga Binaan Diduga Kabur

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 07:02 WIB

Pagi Buta Berujung Berdarah, Dua Pria di Sukabumi Kritis akibat Duel Sajam

Minggu, 11 Oktober 2026 - 06:47 WIB

Cemburu Berujung Petaka, Pria di Konawe Bakar Rumah Sendiri Rugi Rp250 Juta

Minggu, 11 Oktober 2026 - 06:36 WIB

Sedang Tiduran, Pemilik Tambal Ban di Boyolali Ditembak 5 Kali oleh OTK

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 20:35 WIB

Terungkap dari Pengakuan ke Kepala Desa, Lansia 83 Tahun Tewas di Kebun Brebes

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:03 WIB

17 Siswa SD di Medan Sakit Usai Santap MBG, Dugaan Susu Kedaluwarsa Jadi Sorotan

Berita Terbaru

Industri penerbitan global gencar menghadirkan label sertifikasi buku karya manusia guna mengantisipasi maraknya penggunaan kecerdasan buatan (AI). Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Inisiatif Label Karya Manusia Pada Buku Bebas AI Semakin Marak

Minggu, 11 Okt 2026 - 15:23 WIB

Ilustrasi, Jepang menegaskan dukungan kepada ICC dan prihatin atas sanksi Amerika Serikat demi menjaga supremasi hukum internasional. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Jepang Menegaskan Dukungan Mahkamah Pidana Internasional

Minggu, 11 Okt 2026 - 14:21 WIB

Samsung merilis Galaxy A27 5G Gaming Package berbonus jersey Free Fire, voucher Diamond, dan adaptor 25W seharga Rp7 jutaan. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Samsung Meluncurkan Galaxy A27 5G Gaming Package

Minggu, 11 Okt 2026 - 11:04 WIB