Puluhan Pelajar Muntaber Diduga Akibat MBG, RSUD Konawe Siagakan Tim Medis

Kamis, 25 September 2025 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Humas RSUD Konawe Dr.Abdiyanto Ilman. Dok: Istimewa

Humas RSUD Konawe Dr.Abdiyanto Ilman. Dok: Istimewa

KONAWE, POSNEWS.CO.ID – Sepuluh pelajar di Unaaha, ibu kota Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), dilaporkan mengalami muntah hebat dan diare (Muntaber) pada Rabu (24/9/2025).

Dugaan awal menyebut gejala ini muncul setelah mereka mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan di sekolah.

Dr. Abdiyanto Ilman, Humas RSUD Konawe, menegaskan, “Hasil pemeriksaan awal menunjukkan pasien menderita diare dan muntaber.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, penyebab pasti, termasuk kemungkinan kandungan berbahaya di makanan, masih dalam pemeriksaan laboratorium lanjutan,” ujar Dr. Abdiyanto dikutip, Kamis (25/9/2025).

Kondisi Pasien dan Penanganan Medis

Dari total 10 pelajar yang terkena dampak, 3 orang saat ini dirawat inap, 2 pasien berada dalam observasi intensif, dan 5 lainnya menjalani perawatan rawat jalan.

Baca Juga :  Sam Altman dan Bernie Sanders Bahas Kemitraan Sipil

Secara rinci, korban terdiri dari 8 siswa SMK Negeri 1 Unaaha dan 2 siswa Madrasah Aliyah. Ada pula laporan mengenai satu siswa SD yang mengalami gejala serupa, meskipun informasi ini masih menunggu konfirmasi resmi dari rumah sakit.

RSUD Konawe mengungkapkan bahwa koordinasi formal dengan dapur penyedia MBG belum dilakukan secara menyeluruh. Meski demikian, pihak rumah sakit telah menyampaikan laporan awal kepada penyelenggara program MBG.

“Koordinasi resmi dengan dapur masih dalam tahap persiapan, tetapi tindak lanjut sudah dijadwalkan oleh pihak MBG,” tambah Dr. Abdiyanto.

Dugaan Keracunan dan Investigasi Lanjutan

Meski indikasi awal mengarah pada konsumsi MBG, pihak medis menegaskan bahwa dugaan keracunan belum bisa dipastikan. Berdasarkan anamnesis sementara, seluruh pasien memang memiliki riwayat mengonsumsi makanan dari program MBG.

Baca Juga :  Pria di Klender Dikeroyok Usai Cekcok di Jalan, Polisi Selidiki Pelaku yang Masih Buron

RSUD Konawe memastikan akan terus melakukan observasi ketat dan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan penyebab pasti muntaber yang menyerang puluhan pelajar ini.

Pemeriksaan laboratorium terhadap makanan dan sampel pasien sedang berjalan untuk mendeteksi kemungkinan kontaminan atau zat berbahaya.

“Kami akan memantau kondisi pasien hingga sembuh total dan menunggu hasil laboratorium untuk menentukan langkah tindak lanjut. Kasus ini menjadi peringatan keras tentang risiko program makanan gratis tanpa kontrol kualitas ketat,” pungkas Dr. Abdiyanto. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Detik-detik Karyawati Toko Dikejar dan Dipukul, Dua OTK Diburu Polisi
Sopir Lajuran Aris Sanda Tewas, Jenazah Dibawa Pulang ke Tanah Toraja
Duka Kehilangan Suami, Sinta Bilolo Dievakuasi TNI dari Mbua ke Wamena
Berkedok Bantuan Modal, Wanita Ini Diduga Sasar Lansia di Cileungsi
Mulut Disumpal Kain, Wanita 22 Tahun Tewas di Kebun Roraya, Polisi Tangkap J
Aris Sanda Ditemukan Tewas, Mobilnya Terbakar di Jalur Wamena-Mbua
Sopir Aris Sanda Disandera, Dipaksa Dukung Papua Merdeka lalu Ditembak
Usai Santap Hidangan Tahlilan, Puluhan Warga Muntah dan Diare, 1 Tewas

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 07:29 WIB

Detik-detik Karyawati Toko Dikejar dan Dipukul, Dua OTK Diburu Polisi

Jumat, 18 September 2026 - 06:12 WIB

Sopir Lajuran Aris Sanda Tewas, Jenazah Dibawa Pulang ke Tanah Toraja

Jumat, 18 September 2026 - 05:43 WIB

Duka Kehilangan Suami, Sinta Bilolo Dievakuasi TNI dari Mbua ke Wamena

Kamis, 17 September 2026 - 19:21 WIB

Berkedok Bantuan Modal, Wanita Ini Diduga Sasar Lansia di Cileungsi

Kamis, 17 September 2026 - 08:14 WIB

Mulut Disumpal Kain, Wanita 22 Tahun Tewas di Kebun Roraya, Polisi Tangkap J

Berita Terbaru

Produksi sawit Kalimantan diproyeksi anjlok hingga 15% pada Q4 akibat kemarau panjang dan karhutla. Simak data kerusakan lahan dan estimasi GAPKI. Dok: Istimewa.

NASIONAL

Produksi Kelapa Sawit Kalimantan Diproyeksi Anjlok 15 Persen

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:20 WIB