Donald Trump Memastikan Amerika Serikat Menunda Serangan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Donald Trump Jutaan warga Amerika Serikat menghadapi ancaman kehilangan akses obat murah dari Kanada akibat aturan baru bea cukai AS. Dok: Istimewa.

Donald Trump Jutaan warga Amerika Serikat menghadapi ancaman kehilangan akses obat murah dari Kanada akibat aturan baru bea cukai AS. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, JAKARTA – Presiden Donald Trump menegaskan pemerintahannya menunda seluruh serangan militer ke Iran.

Keputusan penting ini berlaku secara penuh sebelum pelaksanaan pemilu sela Amerika Serikat tanggal 3 November.

Meskipun demikian, Trump tetap membuka peluang bagi opsi militer bersenjata setelah pemilu sela berakhir.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, utusan khusus Steve Witkoff terus memimpin proses dialog tidak langsung dengan pemerintah Iran.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga menyiapkan jawaban resmi atas proposal terbaru Amerika Serikat.

Baca Juga :  AS Serang Tiga Kapal Tanker Minyak Iran usai Rudal IRGC

Sebelumnya, Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian sempat menandatangani kesepakatan gencatan senjata pada Juni.

Namun, perjanjian tersebut runtuh akibat perselisihan sengit mengenai penguasaan jalur navigasi Selat Hormuz.

Eskalasi Keamanan Jalur Laut dan Armada Tempur

Saat ini, Angkatan Laut Amerika Serikat mengawal kapal-kapal tanker minyak melewati Selat Hormuz pada malam hari.

Langkah pengawalan ketat ini berhasil memulihkan volume ekspor minyak negara sekutunya di kawasan Teluk.

Baca Juga :  Armada AS Kepung Iran, Komandan IRGC: Jari Kami Sudah di Pelatuk

Namun, kelompok milisi merusak stabilitas perdagangan energi global dengan meningkatkan serangan drone serta rudal.

Oleh karena itu, Pentagon mengirimkan kapal induk USS Theodore Roosevelt untuk memperkuat posisi militer di kawasan.

Kedatangan kapal induk ketiga ini menambah kekuatan tempur armada Amerika Serikat di wilayah Timur Tengah.

Sementara itu, kapal induk USS Abraham Lincoln baru saja menyelesaikan masa tugas panjang dan kembali ke San Diego.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gelombang Unjuk Rasa Pelajar Meluas dari Prancis
Pentagon Menyiarkan Secara Langsung Eksekusi Nidal Malik
Donald Trump Mengklaim Layak Memenangi Hadiah Nobel
Henri B Kagan dan Kenso Soai Memenangi Hadiah Nobel Kimia
Pengacara Mantan Atlet Olimpiade AS Mendesak Penyelidikan
Donald Trump Mempromosikan Investasi Anduril Senilai 3,7 Miliar
Polisi Inggris Menangkap Tersangka Ke-7 Terkait Rencana Teror
Pertahanan Udara Rusia Mengintersepsi 900 Drone Ukraina

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:34 WIB

Gelombang Unjuk Rasa Pelajar Meluas dari Prancis

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:31 WIB

Pentagon Menyiarkan Secara Langsung Eksekusi Nidal Malik

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:51 WIB

Donald Trump Memastikan Amerika Serikat Menunda Serangan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:35 WIB

Donald Trump Mengklaim Layak Memenangi Hadiah Nobel

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:04 WIB

Henri B Kagan dan Kenso Soai Memenangi Hadiah Nobel Kimia

Berita Terbaru

Protes pelajar menuntut anggaran pendidikan meluas di Prancis, Belgia, dan Italia dengan ribuan penangkapan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Gelombang Unjuk Rasa Pelajar Meluas dari Prancis

Jumat, 9 Okt 2026 - 10:34 WIB

Pentagon mengonfirmasi siaran langsung eksekusi tim tembak Nidal Malik Hasan atas penembakan Fort Hood 2009. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pentagon Menyiarkan Secara Langsung Eksekusi Nidal Malik

Jumat, 9 Okt 2026 - 09:31 WIB

Donald Trump Jutaan warga Amerika Serikat menghadapi ancaman kehilangan akses obat murah dari Kanada akibat aturan baru bea cukai AS. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Donald Trump Memastikan Amerika Serikat Menunda Serangan

Jumat, 9 Okt 2026 - 08:51 WIB