POSNEWS.CO.ID, JAKARTA – Pemerintah Amerika Serikat merencanakan penerapan aturan bea cukai terbaru pada 22 Oktober mendatang.
Aturan tersebut menghentikan fasilitas pengecualian de minimis untuk paket impor bernilai di bawah 800 dolar AS.
Akibatnya, jutaan warga Amerika Serikat menghadapi risiko kehilangan akses obat murah asal Kanada.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lembaga Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS mewajibkan jaminan obligasi serta data tambahan untuk setiap pengiriman obat.
Bahkan, kebijakan baru ini berpotensi menghentikan pengiriman resep pribadi dari luar negeri secara menyeluruh.
Dampak Lonjakan Harga Obat Bagi Pasien
Selain itu, survei Campaign for Personal Prescription Importation mencatat potensi lonjakan harga obat yang sangat tajam.
Sebagai contoh, harga obat pengencer darah Eliquis di Kanada mencapai 565 dolar AS untuk tiga bulan.
Namun, apotik di Amerika Serikat menjual obat yang sama dengan harga melebihi 1.000 dolar AS.
Oleh karena itu, para pasien kronis menyampaikan kecemasan mendalam terkait kelangsungan hidup mereka.
Padahal, Presiden Donald Trump selalu mengklaim keberhasilan pemerintahannya dalam menurunkan harga obat-obatan nasional.
Desakan Anggota Kongres Dan Politisi
Di samping itu, politisi dari partai Demokrat dan Republik menuntut penundaan aturan tersebut.
Tiga anggota Kongres asal Florida mengirimkan surat resmi guna meminta perlindungan bagi warga senior.
Sebab, warga Florida tidak dapat bepergian langsung ke Kanada untuk membeli obat-obatan murah secara mandiri.
Meskipun demikian, pihak Gedung Putih menegaskan komitmen Presiden Donald Trump dalam menjaga keterjangkauan harga obat.
Sementara itu, ribuan warga Amerika Serikat bergegas menimbun pasokan obat sebelum aturan resmi berlaku.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












