MF Tewas Terbungkus Sleeping Bag di Kos Kebon Jeruk, Ini Penjelasan Polisi

Minggu, 11 Oktober 2026 - 16:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Tewas (Posnews/Istimewa)

Ilustrasi, Tewas (Posnews/Istimewa)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Penemuan jasad pria berinisial MF (24) di kamar indekos kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, menyisakan tanda tanya.

Polisi menemukan korban dalam kondisi terbungkus sleeping bag hitam di atas tempat tidur pada Kamis (8/10/2026).

Kasus ini menjadi perhatian setelah keluarga kesulitan menghubungi korban selama sekitar dua hari.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, polisi masih mendalami penyebab kematian pria tersebut melalui penyelidikan dan pemeriksaan laboratorium forensik.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Edy Sudarman Korniawan menyebut hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) mengarah pada dugaan sementara bunuh diri.

“Untuk hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dugaan sementara masih bunuh diri ya,” ujar Edy saat dikonfirmasi, Minggu (11/10/2026).

Meski demikian, dugaan tersebut belum menjadi kesimpulan akhir. Polisi masih perlu mendalami bukti dan hasil pemeriksaan lanjutan untuk memastikan penyebab kematian korban.

Baca Juga :  Rekonstruksi Kasus Penyekapan Yuvita Peragakan 21 Adegan, Polisi Ungkap Fakta Baru

Jasad Membengkak Saat Ditemukan

Edy menjelaskan, kondisi tubuh korban sudah membengkak ketika petugas menemukannya. Kondisi itu membuat sleeping bag yang membungkus tubuh terlihat ketat.

“Kain pembungkus yang dimaksud adalah sleeping bag, terlihat ketat karena kondisi tubuh korban sudah membengkak,” katanya.

Sebelumnya, Kapolsek Kebon Jeruk AKP Darto Napitupulu juga membenarkan penemuan jasad tersebut.

Ia menjelaskan bahwa benda berwarna hitam yang membungkus tubuh korban merupakan sleeping bag.

Petugas kemudian membawa jasad MF ke Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk menjalani pemeriksaan medis.

Hasil Visum Tak Temukan Kekerasan

Darto mengatakan hasil visum awal tidak menemukan tanda kekerasan yang menyebabkan kematian korban.

“Sudah divisum RS Polri. Hasil tidak ada kekerasan yang menyebabkan meninggal dunia,” ujar Darto.

Namun, hasil tersebut belum menjawab seluruh pertanyaan mengenai penyebab kematian MF. Karena itu, polisi melanjutkan penyelidikan dan memeriksa barang atau sampel terkait kasus tersebut di laboratorium Mabes Polri.

“Untuk penyelidikan lebih lanjut sekarang lagi diperiksa di laboratorium Mabes Polri,” tuturnya.

Baca Juga :  Terapis Cantik Tewas Misterius, Polisi Bongkar Fakta Mengejutkan

Pemeriksaan lanjutan diharapkan membantu penyidik mengungkap fakta berdasarkan bukti ilmiah. Polisi juga perlu mencocokkan hasil pemeriksaan dengan temuan di lokasi sebelum menetapkan kesimpulan akhir.

Keluarga Sempat Kehilangan Kontak

Informasi yang dihimpun ANTARA menyebut keluarga sempat kesulitan menghubungi MF sebelum menemukan korban meninggal dunia.

Kakak korban, Fani, mengatakan keluarga terakhir berkomunikasi dengan MF pada Selasa (6/10/2026).

Ketika keluarga tidak kunjung mendapat respons, mereka berupaya mengecek kondisi korban di kamar indekosnya. Upaya tersebut berujung pada penemuan jasad MF pada Kamis (8/10/2026).

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kepedulian terhadap orang-orang di sekitar, terutama ketika seseorang tiba-tiba sulit dihubungi atau menunjukkan perubahan kondisi yang mengkhawatirkan.

Meski begitu, masyarakat perlu menghindari spekulasi mengenai kehidupan pribadi korban maupun penyebab kematiannya.

Polisi masih mengumpulkan bukti untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi.

Hingga penyelidikan dan pemeriksaan laboratorium selesai, penyebab pasti kematian MF masih menunggu penjelasan resmi lebih lanjut dari kepolisian. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Berawal dari Cekcok, Pria 56 Tahun Tewas Usai Bakuhantam di Parkiran Minimarket Jakbar
18 Tersangka Kasus ABK KM Maulana 23, Polisi Juga Usut Dugaan Perdagangan Orang
Hendak Bermain Futsal, 2 Pelajar Tewas saat Hindari Kelompok Bersenjata di Tangsel
CCTV Rekam Aksi di Lapangan Padel Coach Justin, Laptop hingga Tablet Raib
Orang Tua Wajib Waspada, Sirup Apialys Diduga Dipalsukan dan Dijual Online
Berawal dari Pesanan Ciledug–Pamulang, Sopir Taksi Online Diserang Penumpang
4 ABK KM Maulana 23 Kembali ke Jakarta, Satu Korban Hidup Sebatang Kara
Bau Busuk dari Kamar Kos Bongkar Kematian Tragis Wanita Muda di Pinang Ranti

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 16:42 WIB

MF Tewas Terbungkus Sleeping Bag di Kos Kebon Jeruk, Ini Penjelasan Polisi

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Berawal dari Cekcok, Pria 56 Tahun Tewas Usai Bakuhantam di Parkiran Minimarket Jakbar

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:16 WIB

18 Tersangka Kasus ABK KM Maulana 23, Polisi Juga Usut Dugaan Perdagangan Orang

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:11 WIB

Hendak Bermain Futsal, 2 Pelajar Tewas saat Hindari Kelompok Bersenjata di Tangsel

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:05 WIB

CCTV Rekam Aksi di Lapangan Padel Coach Justin, Laptop hingga Tablet Raib

Berita Terbaru

Razer merilis lini mouse gaming ergonomis Basilisk V4 Pro dan V4 HyperSpeed berbekal sensor Focus Pro 50K DPI dan polling rate 8.000 Hz. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Razer Merilis Mouse Gaming Basilisk V4 Pro dan V4 HyperSpeed

Minggu, 11 Okt 2026 - 16:29 WIB

Industri penerbitan global gencar menghadirkan label sertifikasi buku karya manusia guna mengantisipasi maraknya penggunaan kecerdasan buatan (AI). Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Inisiatif Label Karya Manusia Pada Buku Bebas AI Semakin Marak

Minggu, 11 Okt 2026 - 15:23 WIB