Ukraina Akhiri Gencatan Senjata Dan Gempur Kilang Minyak

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ukraina mengakhiri gencatan senjata energi dan kembali menggempur kilang minyak Rusia di Ryazan pasca serangan rudal Moscow. Dok: Istimewa.

Ukraina mengakhiri gencatan senjata energi dan kembali menggempur kilang minyak Rusia di Ryazan pasca serangan rudal Moscow. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, KYIV – Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy resmi mengakhiri penundaan serangan terhadap kilang minyak dan fasilitas energi Rusia.

Langkah tegas ini menyusul rentetan serangan rudal Rusia yang terus menghancurkan pembangkit listrik Ukraina selama beberapa hari terakhir.

Tak lama setelah pengumuman tersebut, armada drone Ukraina langsung menggempur fasilitas kilang minyak Rosneft di wilayah Ryazan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Serangan beruntun itu memicu kebakaran hebat pada kilang yang memasok hampir lima persen kebutuhan bahan bakar Rusia.

Ketegangan Hubungan Diplomatik Dengan Washington

Keputusan Ukraina menggempur kembali kilang minyak Rusia berisiko memperlebar keretakan hubungan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Baca Juga :  USS Abraham Lincoln Tinggalkan Thailand Usai Kunjungan

Sebelumnya, Trump meminta kedua negara menghentikan serangan terhadap fasilitas energi guna menekan lonjakan harga diesel global.

Namun, Zelenskyy menegaskan bahwa Ukraina tidak bisa lagi menoleransi aksi pemboman Rusia yang merusak jaringan listrik nasional.

Bahkan, Zelenskyy mengritik kebijakan Trump yang melonggarkan sanksi minyak terhadap Rusia demi kepentingan harga pasar domestik.

Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin meremehkan dampak serangan drone Ukraina terhadap pasokan bahan bakar negaranya.

Baca Juga :  Presiden Lai Ching-te Tegaskan Pertahanan Taiwan

Isu Layanan Starlink Dan Intelijen Militer

Selain masalah kilang minyak, Ukraina menghadapi pembatasan kecepatan pada perangkat penerima Starshield milik SpaceX di area tempur.

Bos SpaceX Elon Musk menyatakan bahwa batas penggunaan sistem militer tersebut berada penuh di bawah kendali pemerintah Amerika Serikat.

Akibat pembatasan tersebut, pasukan Ukraina mengalami kesulitan dalam mengendalikan drone pencegat untuk menghalau serangan udara Rusia.

Meskipun menghadapi tekanan teknis dan diplomatik, Kyiv menegaskan akan terus mempertahankan wilayahnya dari agresi militer Rusia.

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Donald Trump Membatalkan Rencana Siaran Eksekusi Mati
Penembakan Di Sekolah Dasar Oregon Menewaskan Lima Orang
Visa Business Manager Yang Meninggalkan Jepang Melonjak
Denmark Tegaskan AS Wajib Mematuhi Hukum Greenland
Kelompok Pengawas Pemerintah Menggugat Jared Kushner
Kondisi Kesehatan Paus Leo XIV Membaik Pasca Operasi
Kelompok Houthi Mengancam Akan Terus Menggempur
SpaceX Membatasi Layanan Starlink Militer Ukraina

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:11 WIB

Donald Trump Membatalkan Rencana Siaran Eksekusi Mati

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:01 WIB

Ukraina Akhiri Gencatan Senjata Dan Gempur Kilang Minyak

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Penembakan Di Sekolah Dasar Oregon Menewaskan Lima Orang

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Denmark Tegaskan AS Wajib Mematuhi Hukum Greenland

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:34 WIB

Kelompok Pengawas Pemerintah Menggugat Jared Kushner

Berita Terbaru

Donald Trump membatalkan rencana siaran langsung eksekusi regu tembak Nidal Hasan usai menuai gelombang kritik publik dan tokoh agama. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Donald Trump Membatalkan Rencana Siaran Eksekusi Mati

Jumat, 16 Okt 2026 - 10:11 WIB

Ukraina mengakhiri gencatan senjata energi dan kembali menggempur kilang minyak Rusia di Ryazan pasca serangan rudal Moscow. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Ukraina Akhiri Gencatan Senjata Dan Gempur Kilang Minyak

Jumat, 16 Okt 2026 - 09:01 WIB

Penembakan massal di Silver Rail Elementary School Bend Oregon menewaskan sedikitnya lima orang termasuk anak-anak. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Penembakan Di Sekolah Dasar Oregon Menewaskan Lima Orang

Jumat, 16 Okt 2026 - 08:30 WIB