POSNEWS.CO.ID, KYIV – Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy resmi mengakhiri penundaan serangan terhadap kilang minyak dan fasilitas energi Rusia.
Langkah tegas ini menyusul rentetan serangan rudal Rusia yang terus menghancurkan pembangkit listrik Ukraina selama beberapa hari terakhir.
Tak lama setelah pengumuman tersebut, armada drone Ukraina langsung menggempur fasilitas kilang minyak Rosneft di wilayah Ryazan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Serangan beruntun itu memicu kebakaran hebat pada kilang yang memasok hampir lima persen kebutuhan bahan bakar Rusia.
Ketegangan Hubungan Diplomatik Dengan Washington
Keputusan Ukraina menggempur kembali kilang minyak Rusia berisiko memperlebar keretakan hubungan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Sebelumnya, Trump meminta kedua negara menghentikan serangan terhadap fasilitas energi guna menekan lonjakan harga diesel global.
Namun, Zelenskyy menegaskan bahwa Ukraina tidak bisa lagi menoleransi aksi pemboman Rusia yang merusak jaringan listrik nasional.
Bahkan, Zelenskyy mengritik kebijakan Trump yang melonggarkan sanksi minyak terhadap Rusia demi kepentingan harga pasar domestik.
Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin meremehkan dampak serangan drone Ukraina terhadap pasokan bahan bakar negaranya.
Isu Layanan Starlink Dan Intelijen Militer
Selain masalah kilang minyak, Ukraina menghadapi pembatasan kecepatan pada perangkat penerima Starshield milik SpaceX di area tempur.
Bos SpaceX Elon Musk menyatakan bahwa batas penggunaan sistem militer tersebut berada penuh di bawah kendali pemerintah Amerika Serikat.
Akibat pembatasan tersebut, pasukan Ukraina mengalami kesulitan dalam mengendalikan drone pencegat untuk menghalau serangan udara Rusia.
Meskipun menghadapi tekanan teknis dan diplomatik, Kyiv menegaskan akan terus mempertahankan wilayahnya dari agresi militer Rusia.













