POSNEWS.CO.ID, WASHINGTON — Presiden Donald Trump memerintahkan Pentagon pada Minggu mengurangi skala latihan militer gabungan yang mereka rencanakan dengan Korea Selatan. Perintah ini muncul setelah Trump menuduh Seoul menolak membantu denuklirisasi Iran.
Alasan Trump di Balik Perintah Ini
Trump menyampaikan lewat unggahan media sosial bahwa latihan yang mereka jadwalkan mulai pekan ini memakan biaya besar. Ia menegaskan latihan tersebut mengirim sinyal yang sepenuhnya tidak pantas dan bermusuhan kepada Korea Utara.
Trump menyebut Korea Utara justru bersikap tidak mengancam dan hormat selama ia menjabat di Gedung Putih. Ia menulis bahwa karena sudah terlambat untuk membatalkan latihan sepenuhnya, ia menginstruksikan Menteri Perang Pete Hegseth mengurangi secara substansial latihan militer gabungan tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Skala dan Tujuan Latihan yang Dikurangi
Latihan berdurasi 11 hari ini melibatkan 18.000 tentara Korea Selatan. Militer AS merancang latihan tersebut untuk memperkuat kesiapan menghadapi ancaman Korea Utara.
Militer AS sebelumnya menyebut pasukan AS dan Korea Selatan akan berlatih operasi gabungan dalam skenario kompleks. Latihan ini mencakup uji tembak langsung untuk menguji penargetan presisi dan manuver bersama, penyeberangan celah basah, serta distribusi peralatan militer yang mereka posisikan sebelumnya.
Hubungan Trump dengan Kim Jong Un
Sehari sebelumnya, Trump mengunggah foto dirinya berdiri di samping pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un. Ia menulis bahwa keduanya memiliki hubungan yang baik, meski ekspresi dalam foto tersebut tampak tidak bersahabat.
Kementerian Luar Negeri Korea Utara sebelumnya menyebut latihan AS-Korea Selatan sebagai “latihan untuk perang agresi” yang memicu ketidakstabilan di kawasan tersebut. Trump sendiri pernah bertemu langsung dengan pemimpin Korea Utara yang tertutup itu sebanyak tiga kali selama masa jabatan pertamanya untuk membahas program nuklir negara tersebut, terakhir pada 2019.
Sejak kembali menjabat, Trump menyatakan minatnya melanjutkan pembicaraan tersebut dengan Kim Jong Un.
Preseden Serupa pada Masa Jabatan Pertama
Ini bukan pertama kalinya Trump berupaya menghentikan latihan militer gabungan tersebut. Selama masa jabatan pertamanya, ia juga pernah mengeluarkan pengumuman mengejutkan yang menyebut latihan perang itu sebagai tindakan provokatif.
Trump menyampaikan kepada wartawan setelah pertemuannya dengan Kim Jong Un di Singapura pada 2018 bahwa pihaknya akan menghentikan latihan perang tersebut. Ia menegaskan langkah ini akan menghemat banyak biaya, kecuali jika negosiasi ke depan tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













