Luka Tembak dan Sangkur di Tubuh Bharada Valdo, Keluarga Menanti Jawaban Polisi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kuasa hukum keluarga Bharada Laurentius Valdo Fernandez Lewai mendesak polisi mengungkap motif kematian anggota Polri asal Flores Timur. (Posnews/Ist)

Kuasa hukum keluarga Bharada Laurentius Valdo Fernandez Lewai mendesak polisi mengungkap motif kematian anggota Polri asal Flores Timur. (Posnews/Ist)

TANGERANG SELATAN, POSNEWS.CO.ID – Kematian Bharada Laurentius Valdo Fernandez Lewai menyisakan duka sekaligus tanda tanya besar bagi keluarga.

Anggota Polri asal Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), itu ditemukan tewas di Markas Polairud Baharkam Polri, Pondok Cabe, Tangerang Selatan.

Kuasa hukum keluarga, Petrus Bala Pattyona, mengungkapkan korban mengalami luka parah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut keterangan yang ia sampaikan kepada wartawan pada Minggu (18/10/2026), tubuh Valdo menunjukkan bekas tembakan dan luka yang diduga akibat senjata tajam jenis sangkur.

“Melihat tubuh korban yang sangat parah, yaitu bekas tembakan, bekas luka yang dilakukan dengan sangkur, kami sangat mengharapkan harus diusut tuntas,” ujar Petrus.

Kondisi tersebut mendorong keluarga meminta penyidik mengungkap secara terang peristiwa yang merenggut nyawa Valdo.

Mereka ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, termasuk motif dan pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Baca Juga :  Ratusan Pengusaha Rental Mobil Banjiri HUT ke-8 BRN, UNGU Siap Guncang Panggung

Satu Tersangka Ditahan, Motif Belum Terungkap

Petrus menyebut dirinya menerima informasi bahwa polisi telah menyita sangkur dan senjata api terkait perkara tersebut. Berdasarkan banyaknya luka yang ia sebutkan, ia menduga kemungkinan ada pihak lain yang terlibat.

Namun, dugaan mengenai jumlah pelaku itu belum menjadi kesimpulan penyidik. Polisi perlu mengungkap peran setiap pihak berdasarkan bukti dan hasil pemeriksaan.

Hingga Minggu (18/10/2026), satu orang telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan Unit Jatanras Polda Metro Jaya.

Sementara itu, motif kematian Valdo masih belum diketahui secara pasti oleh keluarga dan tim kuasa hukum.

Pengacara Akan Datangi Polda Metro Jaya

Untuk mendapatkan kejelasan, tim kuasa hukum keluarga berencana berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya, khususnya Unit Jatanras, pada Senin (19/10/2026).

“Tim pengacara sudah terbentuk dan nanti hari Senin baru kami bisa berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya, Jatanras untuk menanyakan sejauh mana penanganannya,” kata Petrus.

Ia menjelaskan, tim hukum terdiri dari pengacara asal Flores-Lembata dan sejumlah daerah di NTT yang berada di Jakarta.

Baca Juga :  Tragedi Banjir Bandang Nduga: 23 Orang Hilang, Cuaca Ekstrem Mengintai

Mereka akan mengawal proses hukum agar keluarga memperoleh penjelasan mengenai perkembangan penyidikan.

Sebelumnya, Petrus juga bertemu Direktur Poludara Korpolairud Baharkam Polri Brigjen Dadan. Dalam pertemuan tersebut, pihak keluarga menerima komitmen bahwa perkara kematian Valdo akan diusut tuntas.

Meski demikian, keluarga masih menunggu jawaban atas pertanyaan mendasar: apa yang melatarbelakangi peristiwa tersebut dan bagaimana kejadian itu berlangsung?

Keluarga Menanti Kejelasan dan Keadilan

Kematian Valdo tidak hanya meninggalkan kesedihan, tetapi juga ketidakpastian bagi keluarga yang telah memulangkan jenazahnya ke Flores Timur.

Di tengah masa berkabung, mereka berharap penyidik bekerja secara profesional dan membuka perkembangan perkara berdasarkan fakta.

Pengungkapan motif, pemeriksaan bukti, serta penjelasan mengenai peran tersangka menjadi bagian penting dalam proses pencarian keadilan.

Karena itu, keluarga meminta agar kasus ini tidak berhenti pada penahanan satu orang, melainkan dituntaskan sesuai hasil penyidikan. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perjalanan Wisata Berujung Duka, Bus Chandra Jaya Kecelakaan di Tol Ngawi
Tersembunyi di Gua Maybrat, Senjata Caracal dan 17 Peluru Ditemukan TNI
Malam Berujung Petaka di Kendal, Duel 2 Pria di Rumah Perempuan Berakhir Maut
Es Buah yang Dibeli Warga Kajoran Diduga Picu Keracunan, 86 Orang Dirawat
Dijanjikan Gaji Rp8 Juta, Perempuan 19 Tahun Diduga Terjebak Eksploitasi Seksual
Warga Sulit Dapat BBM, 6 Pengecer Pertalite di Bali Jual Rp100 Ribu per Botol
Dugaan Penipuan Kerja Sama Proyek Rp50 Juta, Pria Ditemukan Terikat di Bandung
Bus Tahanan Terjun ke Parit 4 Meter Usai Tabrak Truk di Jalinsum Labura

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Luka Tembak dan Sangkur di Tubuh Bharada Valdo, Keluarga Menanti Jawaban Polisi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Perjalanan Wisata Berujung Duka, Bus Chandra Jaya Kecelakaan di Tol Ngawi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:48 WIB

Tersembunyi di Gua Maybrat, Senjata Caracal dan 17 Peluru Ditemukan TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:38 WIB

Malam Berujung Petaka di Kendal, Duel 2 Pria di Rumah Perempuan Berakhir Maut

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:46 WIB

Es Buah yang Dibeli Warga Kajoran Diduga Picu Keracunan, 86 Orang Dirawat

Berita Terbaru

Anggota Kongres AS dari kedua partai mengecam keputusan Presiden Donald Trump yang menangguhkan sanksi ekonomi terhadap Rusia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kongres AS Mengecam Keras Keputusan Donald Trump

Minggu, 18 Okt 2026 - 17:36 WIB

Pemukim Israel bertopeng menyerang rombongan diplomat Eropa dan Wali Kota Prancis di desa Taybeh, Tepi Barat. Uni Eropa mendesak sanksi tegas. Dok: REUTERS/Mohamed Azakir.

INTERNASIONAL

Pemukim Ekstremis Israel Menyerang Rombongan Diplomat Eropa

Minggu, 18 Okt 2026 - 16:30 WIB

Bentrokan unjuk rasa pelajar di Prancis memanas setelah ledakan granat polisi melukai tangan remaja 15 tahun menjelang aksi nasional. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Ratusan Ribu Demonstran Turun Ke Jalan Di Prancis Dalam Aksi

Minggu, 18 Okt 2026 - 15:29 WIB