TANGERANG SELATAN, POSNEWS.CO.ID – Kematian Bharada Laurentius Valdo Fernandez Lewai menyisakan duka sekaligus tanda tanya besar bagi keluarga.
Anggota Polri asal Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), itu ditemukan tewas di Markas Polairud Baharkam Polri, Pondok Cabe, Tangerang Selatan.
Kuasa hukum keluarga, Petrus Bala Pattyona, mengungkapkan korban mengalami luka parah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut keterangan yang ia sampaikan kepada wartawan pada Minggu (18/10/2026), tubuh Valdo menunjukkan bekas tembakan dan luka yang diduga akibat senjata tajam jenis sangkur.
“Melihat tubuh korban yang sangat parah, yaitu bekas tembakan, bekas luka yang dilakukan dengan sangkur, kami sangat mengharapkan harus diusut tuntas,” ujar Petrus.
Kondisi tersebut mendorong keluarga meminta penyidik mengungkap secara terang peristiwa yang merenggut nyawa Valdo.
Mereka ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, termasuk motif dan pihak-pihak yang bertanggung jawab.
Satu Tersangka Ditahan, Motif Belum Terungkap
Petrus menyebut dirinya menerima informasi bahwa polisi telah menyita sangkur dan senjata api terkait perkara tersebut. Berdasarkan banyaknya luka yang ia sebutkan, ia menduga kemungkinan ada pihak lain yang terlibat.
Namun, dugaan mengenai jumlah pelaku itu belum menjadi kesimpulan penyidik. Polisi perlu mengungkap peran setiap pihak berdasarkan bukti dan hasil pemeriksaan.
Hingga Minggu (18/10/2026), satu orang telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan Unit Jatanras Polda Metro Jaya.
Sementara itu, motif kematian Valdo masih belum diketahui secara pasti oleh keluarga dan tim kuasa hukum.
Pengacara Akan Datangi Polda Metro Jaya
Untuk mendapatkan kejelasan, tim kuasa hukum keluarga berencana berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya, khususnya Unit Jatanras, pada Senin (19/10/2026).
“Tim pengacara sudah terbentuk dan nanti hari Senin baru kami bisa berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya, Jatanras untuk menanyakan sejauh mana penanganannya,” kata Petrus.
Ia menjelaskan, tim hukum terdiri dari pengacara asal Flores-Lembata dan sejumlah daerah di NTT yang berada di Jakarta.
Mereka akan mengawal proses hukum agar keluarga memperoleh penjelasan mengenai perkembangan penyidikan.
Sebelumnya, Petrus juga bertemu Direktur Poludara Korpolairud Baharkam Polri Brigjen Dadan. Dalam pertemuan tersebut, pihak keluarga menerima komitmen bahwa perkara kematian Valdo akan diusut tuntas.
Meski demikian, keluarga masih menunggu jawaban atas pertanyaan mendasar: apa yang melatarbelakangi peristiwa tersebut dan bagaimana kejadian itu berlangsung?
Keluarga Menanti Kejelasan dan Keadilan
Kematian Valdo tidak hanya meninggalkan kesedihan, tetapi juga ketidakpastian bagi keluarga yang telah memulangkan jenazahnya ke Flores Timur.
Di tengah masa berkabung, mereka berharap penyidik bekerja secara profesional dan membuka perkembangan perkara berdasarkan fakta.
Pengungkapan motif, pemeriksaan bukti, serta penjelasan mengenai peran tersangka menjadi bagian penting dalam proses pencarian keadilan.
Karena itu, keluarga meminta agar kasus ini tidak berhenti pada penahanan satu orang, melainkan dituntaskan sesuai hasil penyidikan. **
Editor : Hadwan













