BREBES, POSNEWS.CO.ID – Kasus dugaan pembunuhan disertai mutilasi di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mengungkap cerita memilukan tentang seorang ayah yang dilaporkan menghilang selama berbulan-bulan.
Anak kandungnya, pria berinisial HS (24), mengaku membunuh dan memotong tubuh sang ayah, Waslam (50).
Pengakuan itu mendorong polisi menyisir sejumlah lokasi untuk mencari bukti dan memastikan apa yang sebenarnya terjadi. Hingga Senin (19/10/2026), penyidik masih menelusuri keberadaan bagian tubuh korban.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
HS mendatangi Polsek Kersana pada Kamis malam dan mengaku telah membunuh ayahnya beberapa bulan sebelumnya.
Polisi kemudian mengembangkan penyelidikan ke rumah keluarga di Desa Kemukten, Kecamatan Kersana.
Kanit Reskrim Polsek Kersana, Aiptu Heri Sukamto, mengatakan HS mengaku memotong tubuh korban menjadi 10 bagian.
Ia juga menyebut potongan tubuh itu direbus selama dua hari sebelum dibuang ke aliran Sungai Kluwut yang mengarah ke laut. Sementara itu, tulang korban disebut dibakar hingga menjadi abu.
Namun, polisi masih menguji pengakuan tersebut melalui pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP) dan bukti forensik.
Polisi Bongkar Septic Tank, Periksa Bercak Darah
Pada Minggu (18/10/2026), tim Inafis Polres Brebes bersama Laboratorium Forensik Polda Jawa Tengah memeriksa lokasi yang berkaitan dengan pengakuan HS.
Petugas membongkar septic tank di rumah HS untuk mencari kemungkinan adanya bukti yang dibuang melalui saluran toilet. Polisi juga memeriksa rumah orang tua HS dan mengambil sampel bercak darah untuk pemeriksaan forensik.
Selain itu, sejumlah laporan menyebut polisi mengamankan pisau dan palu dari lokasi yang diperiksa.
Langkah tersebut penting untuk mencocokkan keterangan HS dengan temuan di lapangan. Penyidik tidak hanya mengandalkan pengakuan, tetapi juga membutuhkan bukti ilmiah untuk merekonstruksi dugaan tindak pidana.
Sampai perkembangan terakhir yang diberitakan pada Senin, bagian tubuh Waslam yang menurut pengakuan HS dibuang ke sungai masih dalam pencarian.
Tetangga Tak Curiga, Ayah Disebut Berjualan Siomai
Kasus ini semakin menyita perhatian karena warga sekitar mengaku tidak mengetahui keberadaan Waslam selama beberapa waktu terakhir.
Ina, tetangga sekaligus kerabat keluarga, membenarkan bahwa Waslam belakangan tidak terlihat. Namun, HS disebut pernah mengatakan kepada keluarga bahwa ayahnya sedang berjualan siomai menggunakan sepeda motor di Kota Tegal.
Keterangan itu membuat orang di sekitar keluarga tidak langsung mencurigai adanya peristiwa pidana. Mereka mengira Waslam sedang bekerja seperti yang diceritakan HS.
Sementara itu, keluarga dan warga kini menunggu hasil penyelidikan untuk mengetahui nasib Waslam dan memastikan rangkaian kejadian yang sebenarnya.
Polisi Dalami Dugaan Motif
Dalam perkembangan yang diberitakan iNews pada Senin (19/10/2026), HS disebut mengaku melakukan perbuatan tersebut karena kesal ayahnya kerap memarahi ibunya.
Namun, motif itu masih perlu dikonfirmasi melalui pemeriksaan penyidik dan bukti pendukung.
Polisi terus mengumpulkan keterangan saksi, memeriksa lokasi, serta menelusuri bukti yang mungkin berkaitan dengan dugaan pembunuhan tersebut.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa hilangnya seseorang selama berbulan-bulan perlu ditanggapi dengan serius, terutama jika keterangannya tidak dapat diverifikasi.
Informasi dari keluarga, tetangga, dan lingkungan sekitar dapat membantu polisi menelusuri orang hilang dan mengungkap dugaan tindak pidana.
Hingga kini, penyidik masih bekerja untuk menguji pengakuan HS dan mencari bukti yang dapat menjelaskan keberadaan korban.
Kepastian mengenai rangkaian kejadian dan pertanggungjawaban pidana harus menunggu hasil penyidikan serta proses hukum. **
Editor : Hadwan












