Bentrokan Suku di Wamena Mematikan, 13 Orang Tewas dan Ratusan Warga Mengungsi

Senin, 18 Mei 2026 - 11:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Aparat keamanan berjaga di lokasi bentrokan perang suku di Wamena yang menewaskan 13 orang dan melukai 19 warga. (Posnews/Ist)

Aparat keamanan berjaga di lokasi bentrokan perang suku di Wamena yang menewaskan 13 orang dan melukai 19 warga. (Posnews/Ist)

WAMENA, POSNEWS.CO.ID – Perang suku di Wamena berubah menjadi tragedi berdarah.

Bentrokan brutal antarwarga hingga Senin (18/5/2026) menewaskan 13 orang, melukai 19 warga, dan memaksa ratusan penduduk mengungsi demi menyelamatkan diri.

Kasi Humas Polres Jayawijaya, Ipda Efendi Al Husaini, mengungkapkan jumlah korban tewas bertambah setelah aparat kembali mendata korban di sejumlah titik bentrokan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

β€œData terbaru korban meninggal dunia akibat perang suku mencapai 13 orang,” kata Efendi, Senin (18/5/2026).

Selain korban tewas, polisi mencatat tiga korban mengalami luka berat dan 16 lainnya luka ringan. Seluruh korban kini masih menjalani perawatan di RSUD Wamena.

Baca Juga :  Ledakan Septic Tank di Pamekasan Tewaskan Balita, Dipicu Bensin dan Api

Saling Serang Pakai Panah dan Senjata Tajam

Bentrok maut ini melibatkan kelompok dari Suku Pirime (Lanny) dan Suku Kurima (Woma). Kedua kelompok terlibat saling serang menggunakan panah, parang, dan senjata tajam tradisional lainnya.

Awalnya bentrokan pecah di Distrik Woma pada Kamis (14/5/2026). Namun, konflik meluas ke sejumlah wilayah lain di Kabupaten Jayawijaya hingga Jumat (15/5/2026).

Aparat masih mendata jumlah rumah, kios, dan bangunan warga yang rusak maupun dibakar massa saat bentrokan berlangsung.

Ratusan Warga Kabur

Baca Juga :  Tragedi KRL vs Argo Bromo di Bekasi, 84 Korban - Santunan Langsung Cair

Situasi mencekam membuat ratusan warga meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke lokasi yang dianggap aman.

Aparat gabungan dari Polri dan Tentara Nasional Indonesia kini masih berjaga ketat di sejumlah titik rawan untuk mencegah bentrokan susulan.

Selain itu, polisi juga menggandeng tokoh adat, tokoh agama, dan pemerintah daerah untuk mempercepat proses perdamaian.

Konflik suku di wilayah pegunungan Papua kerap dipicu persoalan lama seperti sengketa lahan, konflik keluarga, hingga aksi balas dendam antarkelompok.

Hingga kini, aparat masih memburu pihak yang diduga menjadi pemicu awal bentrokan berdarah tersebut.**

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemendag Ajak UMKM Jatim Tembus Pasar Global Lewat Trade Expo Indonesia 2026
Apes, Jambret di Cengkareng Masuk Jalan Buntu lalu Diamankan Warga
Hotman 911 Laporkan Oknum Aparat Diduga Siksa Perempuan ke Bareskrim Polri
Kasus MBG Menyeret Kolonel BU, JAM-Pidmil Terima Pelimpahan Berkas
BNN Bongkar Gudang 3,37 Ton Cannabis Buds di Gresik, 12 Ditangkap – Dua Bos Buron
Penyidikan MBG Meluas, Kejagung Serahkan Perkara Kolonel TNI ke Jampidmil
Brigjen LMI Jadi Tersangka Korupsi MBG, Polri Tegaskan Dukung Proses Hukum
Brigjen Polri di BGN Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 21:40 WIB

Kemendag Ajak UMKM Jatim Tembus Pasar Global Lewat Trade Expo Indonesia 2026

Kamis, 2 Juli 2026 - 21:29 WIB

Apes, Jambret di Cengkareng Masuk Jalan Buntu lalu Diamankan Warga

Kamis, 2 Juli 2026 - 21:17 WIB

Hotman 911 Laporkan Oknum Aparat Diduga Siksa Perempuan ke Bareskrim Polri

Kamis, 2 Juli 2026 - 20:57 WIB

Kasus MBG Menyeret Kolonel BU, JAM-Pidmil Terima Pelimpahan Berkas

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:23 WIB

BNN Bongkar Gudang 3,37 Ton Cannabis Buds di Gresik, 12 Ditangkap – Dua Bos Buron

Berita Terbaru