103 Siswa Diduga Keracunan MBG di Bogor, Dapur Penyedia Disetop 20 Hari

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Badan Gizi Nasional. (Posnews/Humas BGN)

Badan Gizi Nasional. (Posnews/Humas BGN)

BOGOR, POSNEWS.CO.ID – Ratusan siswa SMP Negeri 2 Cisarua, Kabupaten Bogor, mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (21/10/2026).

Sebanyak 103 siswa mendapat penanganan medis setelah mengonsumsi menu MBG di sekolah.

Dugaan awal mengarah pada susu yang mereka minum. Namun, pemerintah masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab kejadian tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Bogor, Haidir, mengatakan siswa mengalami gejala setelah meminum susu.

β€œDugaan awal sementara karena susu. Mereka mengalami gejala setelah minum susu itu,” kata Haidir, Rabu (21/10/2026).

103 Siswa Mendapat Penanganan Medis

Bupati Bogor Rudy Susmanto meninjau para siswa yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Paru Gunawan Partowidigdo (RSPG) Cisarua.

Rudy memastikan seluruh siswa mendapat penanganan medis. Pemerintah Kabupaten Bogor juga menanggung biaya pengobatan mereka.

Baca Juga :  Buruh di Bekasi Gelar Apel Kebangsaan Hari ini, Desak Sahkan RUU Ketenagakerjaan

Menurut Rudy, kondisi 103 siswa tersebut stabil setelah mendapat penanganan. Meski begitu, tenaga medis tetap melakukan observasi untuk memastikan tidak muncul gejala lanjutan setelah mereka pulang.

Pemerintah daerah juga menyiapkan pemantauan lanjutan melalui petugas kesehatan setempat.

Sampel Makanan dan Susu Diuji di Labkesda

Untuk memastikan penyebab kejadian, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor mengambil sampel makanan dan minuman dari menu MBG.

Petugas kemudian mengirim sampel tersebut ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Bogor.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Fusia Meidiawaty, menjelaskan bahwa petugas memeriksa sampel makanan yang tersimpan sebagai bank sampel serta bahan lain yang diperlukan untuk pengujian.

Hasil pemeriksaan laboratorium akan menjadi dasar untuk mengetahui apakah kejadian tersebut berkaitan dengan makanan atau minuman yang dikonsumsi para siswa.

Karena itu, dugaan bahwa susu menjadi penyebab belum dapat dianggap sebagai kesimpulan akhir sebelum hasil pengujian keluar.

Dapur SPPG Leuwimalang Disetop 20 Hari

Sebagai langkah evaluasi, Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Leuwimalang selama 20 hari.

Baca Juga :  Cuaca Jabodetabek Selasa 23 Juni 2026, Sejumlah Wilayah Diprediksi Hujan Ringan

Kepala KPPG Bogor, Haidir, mengatakan penghentian tersebut berlaku sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan evaluasi terhadap operasional dapur penyedia MBG.

Dari total 881 siswa yang menerima manfaat MBG di sekolah tersebut, sebanyak 103 siswa mengalami gejala yang memerlukan penanganan.

Laporan lanjutan pada Rabu malam menyebut sebagian besar siswa telah kembali ke rumah, sedangkan tujuh siswa masih menjalani observasi.

Keamanan Pangan Harus Menjadi Prioritas

Insiden ini menjadi pengingat bahwa program pemenuhan gizi bagi anak sekolah harus berjalan seiring dengan pengawasan keamanan pangan yang ketat.

Penyedia makanan perlu menjaga kebersihan dapur, memastikan bahan pangan layak konsumsi, serta memperhatikan penyimpanan dan distribusi makanan maupun minuman.

Selain itu, sekolah dan petugas kesehatan perlu segera merespons apabila siswa mengalami mual, pusing, muntah, atau gejala lain setelah mengonsumsi makanan.

Kini, perhatian utama tertuju pada pemulihan seluruh siswa dan hasil pemeriksaan laboratorium. Evaluasi menyeluruh diharapkan dapat membantu mencegah kejadian serupa dan menjaga keamanan program MBG bagi para pelajar. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Badan Kapal Masih Panas, Polisi Belum Bisa Olah TKP KMP Batumandi
11 Korporasi Terseret Kasus Karhutla, Tiga Perusahaan Bermodal Asing
Beras Fortifikasi Dijual Mahal, 25 Merek Tak Penuhi Syarat
Kapal MT Global 168 Diduga Selundupkan 1 Ton Ketamin, 8 Orang Diamankan
Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judol, Letkol Arman Ditahan
98 Kasus Karhutla Masuk Penyidikan, Siapa yang Bertanggung Jawab?
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Sidang Kabinet di Halaman Istana
Rp250 Juta Diserahkan PCNU Nias, KPK Telusuri Dugaan Kaitan Muktamar NU

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:36 WIB

Badan Kapal Masih Panas, Polisi Belum Bisa Olah TKP KMP Batumandi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:29 WIB

11 Korporasi Terseret Kasus Karhutla, Tiga Perusahaan Bermodal Asing

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:38 WIB

Beras Fortifikasi Dijual Mahal, 25 Merek Tak Penuhi Syarat

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Kapal MT Global 168 Diduga Selundupkan 1 Ton Ketamin, 8 Orang Diamankan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:17 WIB

Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judol, Letkol Arman Ditahan

Berita Terbaru

AMD menyiapkan kartu grafis RDNA 5 dengan memori GDDR7 dan DCN 6 untuk peluncuran Mod DLSS-NR versi 0.8.0 sukses membawa fitur NVIDIA DLSS ke kartu grafis AMD Radeon RX 6000, 7000, dan 9000. Simak performa dan cara kerjanya. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Mod DLSS Berhasil Membawa Fitur Rendering NVIDIA Ke AMD

Kamis, 22 Okt 2026 - 09:49 WIB

Kreator Julian Zamora kembangkan gim fan-made Resident Evil bergaya PS1 berdasarkan film Zach Cregger. Simak detail gameplay dan mekanisme kameranya. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Kreator Mengembangkan Gim Resident Evil Bergaya PS1

Kamis, 22 Okt 2026 - 08:55 WIB