Tipuan Shrinkflation: Saat Isi Produk Menyusut Diam-diam

Senin, 20 Oktober 2025 - 08:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Merasa isi camilan favoritmu makin sedikit padahal harganya sama? Itu bukan imajinasimu, itu trik shrinkflation. Dok: Istimewa

Ilustrasi, Merasa isi camilan favoritmu makin sedikit padahal harganya sama? Itu bukan imajinasimu, itu trik shrinkflation. Dok: Istimewa

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Anda membuka sebungkus keripik kentang favorit Anda. Kemasannya terasa sama, harganya pun tidak berubah. Namun, saat tangan Anda masuk ke dalam, Anda merasa isinya lebih sedikit dan udaranya lebih banyak dari biasanya. Perasaan Anda tidak salah. Anda baru saja menjadi korban dari “shrinkflation”.

Istilah ini adalah gabungan dari kata shrink (menyusut) dan inflation (inflasi). Ini adalah praktik bisnis yang halus namun efektif, di mana produsen mengurangi ukuran atau kuantitas produk sambil mempertahankan harga yang sama. Tujuannya adalah untuk menjaga margin keuntungan tanpa harus menaikkan harga yang bisa membuat pelanggan lari.

Mengapa Tidak Langsung Naikkan Harga?

Jawabannya terletak pada psikologi konsumen. Kita sebagai pembeli sangat sensitif terhadap kenaikan harga (price-sensitive). Kenaikan harga, sekecil apa pun, akan langsung terlihat di label dan bisa memicu kita untuk mencari alternatif yang lebih murah. Sebaliknya, perubahan kuantitas jauh lebih sulit untuk dideteksi. Kita jarang sekali memeriksa berat bersih pada kemasan produk yang sudah biasa kita beli. Perusahaan memanfaatkan kebiasaan ini untuk menyiasati dampak inflasi.

Baca Juga :  BMKG Peringatkan Warga Jabodetabek, Siang Berpotensi Hujan Petir dan Angin Kencang

Lebih dari Sekadar Keripik Kentang

Praktik shrinkflation terjadi di hampir semua lini produk. Kotak sereal yang lebih ramping, gulungan tisu toilet dengan lembaran yang lebih sedikit, botol minuman dengan lekukan di bagian bawah yang lebih dalam, hingga cokelat batangan dengan celah antar potongan yang lebih lebar. Semua ini adalah contoh bagaimana perusahaan secara kreatif mengurangi isi tanpa mengubah penampilan kemasan secara drastis.

Baca Juga :  Tragedi Tambang Gunung Pongkor, 11 Penambang Liar Tewas Hirup Asap Beracun

Legal, Tapi Apakah Etis?

Secara hukum, shrinkflation tidak ilegal selama produsen mencantumkan berat bersih atau kuantitas yang akurat pada kemasan baru. Namun, banyak konsumen merasa praktik ini tidak etis dan menipu karena dilakukan secara diam-diam. Jika pelanggan menyadarinya, hal ini berisiko merusak kepercayaan dan loyalitas terhadap sebuah merek dalam jangka panjang.

Pada akhirnya, shrinkflation adalah pengingat bahwa di dunia ritel, tidak semuanya seperti yang terlihat. Sebagai konsumen yang cerdas, ada baiknya kita mulai lebih memperhatikan kuantitas, bukan hanya harga, agar tidak merasa tertipu oleh bungkus yang sama dengan isi yang tak lagi sama.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun
Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek
Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global
Tantangan Ekonomi Perempuan dalam Ekonomi Gig
Membedah Ekofeminisme dan Krisis Ekologi Global
Mengapa Interseksionalitas Menjadi Kunci Keadilan Sosial
Gembong Narkoba Dewi Astutik Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan, Otak Kasus 2 Ton Sabu
Final FIFA Series 2026: Lawan Bulgaria di GBK, Ujian Sesungguhnya Garuda

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:00 WIB

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:56 WIB

Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:30 WIB

Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:00 WIB

Tantangan Ekonomi Perempuan dalam Ekonomi Gig

Minggu, 29 Maret 2026 - 16:30 WIB

Membedah Ekofeminisme dan Krisis Ekologi Global

Berita Terbaru

Ilustrasi, Modernisasi vs Tradisi. Kyoto mengkaji rencana pelonggaran batas tinggi bangunan dari 31 meter menjadi 60 meter guna menarik investasi, memicu perdebatan mengenai identitas visual ibu kota kuno Jepang tersebut. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun

Minggu, 29 Mar 2026 - 18:00 WIB

Membongkar narasi perang. Perspektif Keamanan Kritis mengungkap bagaimana konstruksi maskulinitas militeristik mendominasi kebijakan luar negeri dan sering kali mengabaikan kerentanan nyata perempuan di wilayah konflik. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global

Minggu, 29 Mar 2026 - 17:30 WIB

Ilustrasi, Ekonomi Gig menjanjikan kebebasan

INTERNASIONAL

Tantangan Ekonomi Perempuan dalam Ekonomi Gig

Minggu, 29 Mar 2026 - 17:00 WIB

Melawan logika dominasi. Ekofeminisme mengungkap bahwa pemulihan bumi mustahil tercapai tanpa meruntuhkan struktur patriarki yang mengeksploitasi perempuan dan alam secara bersamaan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Membedah Ekofeminisme dan Krisis Ekologi Global

Minggu, 29 Mar 2026 - 16:30 WIB