Ribuan WNI Dijebak Penipuan Online, Ada yang Jadi Scammer Sadis di Luar Negeri

Selasa, 21 Oktober 2025 - 07:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Judha Nugraha. Dok: Istimewa

Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Judha Nugraha. Dok: Istimewa

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Kasus penipuan daring (online scam) yang dilakukan warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri semakin banyak dari tahun ke tahun. 

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mencatat, sejak 2020 hingga kini, lebih dari 10.000 WNI terjerat jaringan kejahatan lintas negara, termasuk di Kamboja, Myanmar, dan sembilan negara lainnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Judha Nugraha, mengungkapkan fakta mencengangkan itu dalam keterangannya, Senin (20/10/2025).

“Sejak 2020, lebih dari 10.000 kasus online scam melibatkan WNI. Awalnya hanya di Kamboja, tapi kini sudah menyebar ke sembilan negara lain,” tegas Judha.

Menurutnya, pemerintah terus berjuang keras menyelamatkan dan memulangkan para korban, sembari memperkuat langkah pencegahan agar tragedi serupa tidak terus berulang.

“Perlindungan warga negara adalah tanggung jawab negara. Kami pastikan keselamatan mereka, lalu memulangkan korban. Tapi yang terpenting adalah pencegahan,” ujarnya.

Baca Juga :  Terjebak Kandang Besi Produktivitas

Banyak WNI Secara Sadar Bekerja Sebagai Scammer

Judha menegaskan, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 secara tegas melarang pekerja migran bekerja di bidang-bidang ilegal, termasuk penipuan daring. Namun, ironisnya, banyak WNI yang justru secara sadar menerima tawaran kerja sebagai scammer.

“Tidak semuanya korban TPPO. Ada yang dengan sadar ikut jaringan penipuan karena tergiur gaji besar. Padahal korban yang mereka tipu sesama orang Indonesia,” beber Judha dengan nada geram.

Lebih jauh, Kemlu tidak menutup mata terhadap WNI yang justru menjadi pelaku. Pemerintah menegaskan, siapa pun yang terbukti melakukan penipuan tetap akan dijerat hukum Indonesia.

“Kalau mereka bukan korban, dan terbukti ikut menipu, maka penegakan hukum tetap jalan,” tegas Judha.

Baca Juga :  Gus Alex Resmi Ditahan KPK, Skandal Kuota Haji 2024 Rugikan Negara Rp622 Miliar

Untuk itu, Kemlu kini berkoordinasi erat dengan aparat penegak hukum untuk menindak para pelaku sekaligus memastikan korban ditangani secara manusiawi.

Salah satu contohnya terjadi dalam pemulangan 599 WNI dari Myanmar. Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan sejumlah perekrut antar-WNI yang ikut memperdagangkan rekan sebangsa ke jaringan scam internasional.

“Saat mereka dipulangkan ke Asrama Haji, kami lakukan pemeriksaan satu per satu. Dari situ terungkap ada perekrut antar-WNI yang jadi otak jaringan,” ungkapnya.

Judha menegaskan, temuan itu menjadi bukti kuat bahwa negara benar-benar hadir, bukan hanya melindungi tapi juga menegakkan hukum.

“Negara tidak akan diam. Kami hadir untuk melindungi sekaligus menindak siapa pun yang merusak nama baik Indonesia di luar negeri,” pungkasnya dengan nada tegas. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Serangan Balik: Ukraina Gempur Terminal Minyak Rusia
Sempat Ditangkap Israel, 9 WNI Relawan Gaza Akhirnya Tiba di Indonesia
Marco Rubio Lawat India guna Pulihkan Hubungan Dagang
Bareskrim Selidiki Blackout Sumatera, Kabel SUTET Putus di Jambi Diuji Forensik
Prancis Larang Masuk Menteri Keamanan Israel
WHO Nyatakan Wabah Strain Bundibugyo sebagai Ancaman Global
Trump Klaim Kesepakatan Damai dengan Iran Hampir Tuntas
Brimob Polda Metro Gagalkan Tawuran dan Balap Liar, Celurit hingga Narkoba Disita

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 18:17 WIB

Serangan Balik: Ukraina Gempur Terminal Minyak Rusia

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:24 WIB

Sempat Ditangkap Israel, 9 WNI Relawan Gaza Akhirnya Tiba di Indonesia

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:14 WIB

Marco Rubio Lawat India guna Pulihkan Hubungan Dagang

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:00 WIB

Bareskrim Selidiki Blackout Sumatera, Kabel SUTET Putus di Jambi Diuji Forensik

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:11 WIB

Prancis Larang Masuk Menteri Keamanan Israel

Berita Terbaru

Bara di garis depan. Pasukan Ukraina meluncurkan serangan drone masif terhadap terminal minyak utama Rusia di Novorossiysk, sementara jumlah korban tewas akibat serangan di asrama mahasiswa Starobilsk mencapai 18 jiwa. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Serangan Balik: Ukraina Gempur Terminal Minyak Rusia

Minggu, 24 Mei 2026 - 18:17 WIB

Misi merajut kembali aliansi. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengunjungi India untuk memulihkan hubungan yang sempat retak akibat sengketa tarif dan perbedaan pandangan strategis terkait kawasan Asia Selatan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Marco Rubio Lawat India guna Pulihkan Hubungan Dagang

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:14 WIB

Sanksi diplomatik Paris. Pemerintah Prancis resmi melarang Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, memasuki wilayahnya sebagai respons atas sikap kontroversialnya terhadap aktivis bantuan Gaza. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Prancis Larang Masuk Menteri Keamanan Israel

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:11 WIB