Ricuh di Griya Shanta: Warga Blokade Alat Berat, Pemkot Malang Gagal Bongkar Tembok

Jumat, 7 November 2025 - 05:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Upaya Pemkot Malang membongkar tembok di Perum Griya Shanta, Kamis (6/11/2025), ditunda. Warga melakukan blokade dengan kendaraan, menolak eksekusi jalan tembus. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Upaya Pemkot Malang membongkar tembok di Perum Griya Shanta, Kamis (6/11/2025), ditunda. Warga melakukan blokade dengan kendaraan, menolak eksekusi jalan tembus. Dok: Istimewa.

MALANG, POSNEWS.CO.ID — Upaya Pemerintah Kota Malang untuk membongkar paksa tembok akses di Perumahan Griya Shanta, Kecamatan Lowokwaru, berujung penundaan pada Kamis (6/11/2025). Rencana eksekusi untuk proyek jalan tembus itu menghadapi penolakan keras dari warga yang melakukan aksi blokade di lokasi.

Negosiasi antara aparat gabungan dan warga berlangsung tegang selama lebih dari tiga jam. Tim Pemkot akhirnya memutuskan untuk menarik mundur personel dan alat berat.

Kronologi Pengepungan dan Blokade

Personel gabungan yang terdiri dari Satpol PP, Dishub, DPUPRPKP, serta didukung TNI/Polri, tiba di lokasi sekitar pukul 13.00 WIB. Mereka membawa surat tugas untuk mengeksekusi pembongkaran tembok yang Pemkot rencanakan sebagai jalan tembus menuju kawasan Candi Panggung.

Namun, warga telah bersiap. Begitu petugas datang, warga Griya Shanta segera menghadang dan memblokade area. Mereka memarkir sejumlah kendaraan di titik yang Pemkot rencanakan untuk dibongkar, menghalangi akses alat berat.

Situasi sempat memanas ketika petugas membacakan surat tugas. Warga menolak keras dan bersikukuh mempertahankan akses mereka. Negosiasi alot pun terjadi. Akhirnya, sekitar pukul 16.00 WIB, Pemkot Malang memutuskan untuk menunda eksekusi demi menghindari bentrokan. Tim Pemkot menarik mundur seluruh petugas dan alat berat dari lokasi.

Adu Argumen: Proyek vs. Gugatan Hukum

Pemkot Malang mengklaim proyek jalan tembus ini penting untuk kepentingan publik yang lebih luas, yakni mengurai kemacetan di area tersebut.

Kepala Satpol PP Kota Malang, Heru Mulyono, menegaskan bahwa Pemkot melakukan penundaan ini demi keselamatan bersama. Ia memastikan Pemkot tetap akan melanjutkan proses penertiban setelah evaluasi internal. Heru juga menanggapi perlawanan hukum warga.

Baca Juga :  Kebakaran Hebat Hanguskan 1.000 Rumah, 9.000 Warga Sabah Mengungsi

“Gugatan (warga) tidak menghalangi penertiban kita. Kalau mereka menggugat, kita layani,” ujar Heru kepada wartawan di lokasi.

Sementara itu, warga memiliki argumen yang tak kalah kuat. Ketua RW 12 Perum Griya Shanta, Yusuf, menyatakan bahwa warga hanya mempertahankan fasilitas umum (fasum) yang sudah ada di perumahan itu selama puluhan tahun.

Ia menegaskan bahwa warga telah menempuh jalur hukum dengan mengajukan gugatan perdata atas rencana tersebut. “Kami meminta Pemkot menyelesaikan ini melalui jalur hukum yang berlaku, bukan dengan cara pemaksaan seperti ini,” tegas Yusuf.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ibu Ditemukan Tewas di Rumah, Anak yang Bertugas sebagai Polisi Ditahan
Dapur Nelayan Terancam Cuaca Buruk, Kapolda Bengkulu Sigap Turun ke Lapangan
Mutilasi Ibu dan Anak di Madiun, Tersangka Mengaku Terinspirasi Film
481 Siswa Dramaga Diduga Keracunan MBG, Pemkab Bogor Ambil Langkah Ini
Vila di Bali Diduga Jadi Markas Pinjaman Daring, 17 WNA Diamankan Imigrasi
Kopassus Klarifikasi Kematian Letda Jihad, Insiden di Gudang Senjata Diusut Denpom
Baru 2 Hari Kenal di Facebook, Ibu di Jember Dianiaya, Motor dan Emas Raib
Korban Sempat Berteriak Stop, Sudah! Pria di Batam Tewas 25 Luka Tusukan

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:29 WIB

Ibu Ditemukan Tewas di Rumah, Anak yang Bertugas sebagai Polisi Ditahan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:38 WIB

Mutilasi Ibu dan Anak di Madiun, Tersangka Mengaku Terinspirasi Film

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:35 WIB

481 Siswa Dramaga Diduga Keracunan MBG, Pemkab Bogor Ambil Langkah Ini

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:34 WIB

Vila di Bali Diduga Jadi Markas Pinjaman Daring, 17 WNA Diamankan Imigrasi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:55 WIB

Kopassus Klarifikasi Kematian Letda Jihad, Insiden di Gudang Senjata Diusut Denpom

Berita Terbaru