AS Aktifkan Lagi Pangkalan Perang Dingin di Puerto Rico, Kapal Induk Merapat ke Venezuela

Sabtu, 15 November 2025 - 10:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, AS mengaktifkan kembali Pangkalan Angkatan Laut Roosevelt Roads di Puerto Rico setelah 20 tahun ditutup. Kapal Induk USS Gerald R. Ford dan jet tempur F-35 kini siaga di Karibia. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, AS mengaktifkan kembali Pangkalan Angkatan Laut Roosevelt Roads di Puerto Rico setelah 20 tahun ditutup. Kapal Induk USS Gerald R. Ford dan jet tempur F-35 kini siaga di Karibia. Dok: Istimewa.

SAN JUAN, POSNEWS.CO.ID  — Pemerintah Amerika Serikat secara signifikan meningkatkan kehadiran militernya di Karibia. Sebagai langkah besar, AS telah mengaktifkan kembali Pangkalan Angkatan Laut Roosevelt Roads di Puerto Rico, yang telah ditutup selama lebih dari 20 tahun (sejak 2004).

Langkah ini merupakan bagian dari penumpukan kekuatan besar-besaran yang mencakup pengerahan jet tempur F-35, kapal induk USS Gerald R. Ford, dan belasan kapal perang lainnya. Meskipun dalih resminya adalah melawan kartel narkoba, namun semua tanda menunjuk pada peningkatan tekanan militer terhadap Venezuela.

Dalih Resmi: Operasi ‘Tombak Selatan’

Secara resmi, Pentagon menamakan operasi ini “Operation Southern Spear” (Operasi Tombak Selatan), yang mereka formalisasi bulan lalu di bawah gugus tugas baru “Joint Task Force-Southern Spear”.

Tujuan yang diumumkan adalah menargetkan rute perdagangan narkoba. Hingga saat ini, AS telah melakukan setidaknya 20 serangan terbuka terhadap kapal-kapal kecil di Karibia dan Pasifik timur. Gedung Putih mengklaim serangan terhadap “kapal penyelundup narkoba” itu telah menewaskan sedikitnya 80 orang.

Target Sebenarnya: Menekan Venezuela

Akan tetapi, skala pengerahan militer menunjukkan target yang jauh lebih besar dari sekadar penyelundup. Sudah menjadi rahasia umum bahwa Washington ingin menyingkirkan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, dari kekuasaan.

Sebagai pameran kekuatan yang provokatif, Pentagon merilis foto-foto bomber jarak jauh B-52 yang terbang di atas kapal induk USS Gerald R. Ford saat armada itu memasuki Karibia.

Baca Juga :  Maarten Paes Tempuh 20 Jam Penerbangan, Siap Bela Skuad Garuda di Arab Saudi

Hingga Jumat (14/11/2025), seorang pejabat Angkatan Laut mengonfirmasi AS memiliki 11 kapal perang di area tersebut. Kapal-kapal ini termasuk USS Gerald R. Ford, beberapa kapal perusak (destroyer) dan kapal penjelajah (cruiser) berpeluru kendali, serta kapal serbu amfibi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Merespons hal ini, Presiden Maduro mengecam apa yang ia sebut sebagai ancaman invasi. “Angkat tangan jika Anda ingin Venezuela menjadi koloni Yankee,” seru Maduro kepada kerumunan massa, Kamis. Ia pun mengumumkan mobilisasi militernya untuk melawan kehadiran AS.

Opsi Serangan Darat di Meja Trump

Di balik layar, eskalasi ini tampaknya jauh lebih serius. Menurut berbagai sumber, pejabat senior militer telah memberi pengarahan kepada Presiden Donald Trump di Gedung Putih pada hari Rabu (12/11).

Pengarahan itu mencakup “opsi-opsi terbaru untuk potensi operasi di Venezuela, termasuk serangan di darat.”

Trump kembali menggelar diskusi tentang Venezuela pada hari Jumat. Diskusi ini dihadiri oleh Wakil Presiden JD Vance, Menteri Pertahanan Pete Hegseth, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, dan Ketua Gabungan Kepala Staf Dan Caine. Ini menandai setidaknya tiga hari berturut-turut diskusi tingkat tinggi di Gedung Putih mengenai Venezuela.

Menghidupkan Pangkalan ‘Hantu’

Pusat dari penumpukan kekuatan ini adalah Pangkalan Angkatan Laut Roosevelt Roads di Ceiba, Puerto Rico. Pangkalan era 1943 ini menjadi “pangkalan hantu” setelah ditutup pada 2004.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Jabodetabek Hari Ini: BMKG Ingatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang

Namun, pangkalan itu hidup kembali musim gugur ini ketika Pentagon mengirim 10 jet tempur F-35 ke sana. Foto satelit menunjukkan adanya renovasi besar-besaran di landasan pacu dan lonjakan tenda-tenda konstruksi.

Reaksi warga lokal Puerto Rico terbelah. Samuel Rivera Baez, Walikota Ceiba, mengaku merasa “lebih dari aman” dengan kehadiran militer AS. Akan tetapi, warga lain seperti Damien Leon mengatakan kepada CBS News, “Saya merasa tegang, cemas, tidak tahu apa yang akan terjadi.”

Strategi Regional: Ekuador dan Panama

Lebih jauh lagi, aktivasi Roosevelt Roads bukanlah satu-satunya langkah. Ini adalah bagian dari strategi AS untuk membangun kembali infrastruktur militernya di Amerika Latin.

  • Ekuador: Negara ini akan mengadakan referendum akhir pekan ini. Referendum itu dapat mengizinkan militer asing (termasuk AS) beroperasi kembali di pangkalan Manta, yang AS tinggalkan 16 tahun lalu.
  • Panama: Pasukan konvensional AS telah mulai melatih tentara di sekolah perang hutan baru. Mereka menggunakan bekas Pangkalan Fort Sherman, yang AS serahkan ke Panama 25 tahun lalu.

Dengan pangkalan-pangkalan baru ini, Pentagon akan memiliki kemampuan operasional yang jauh lebih besar di wilayah tersebut, melebihi sekadar “serangan terhadap kapal kecil.”

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Membedah Realisme Geopolitik dalam Perebutan Arktik 2026
Polisi Gugur Saat Operasi Ketupat 2026, Diduga Kelelahan Ekstrem
Lonjakan Arus Balik 2026, Kedatangan Penumpang KAI Tembus 51 Ribu per Hari
Melindungi Plasma Nutfah dari Biopiracy Internasional di Tahun 2026
Arus Balik Lebaran 2026: Ribuan Motor Padati Pelabuhan Bakauheni, Antrean Mengular
Mendorong Ecocide ke Dalam Statuta Roma dan Memburu Korporasi Perusak Alam
Mengapa Keadilan Iklim Adalah Isu Etika Paling Krusial Tahun 2026?
Sekuritisasi Perubahan Iklim: Ketika Kerusakan Alam Menjadi Ancaman Militer

Berita Terkait

Senin, 23 Maret 2026 - 17:14 WIB

Membedah Realisme Geopolitik dalam Perebutan Arktik 2026

Senin, 23 Maret 2026 - 16:57 WIB

Polisi Gugur Saat Operasi Ketupat 2026, Diduga Kelelahan Ekstrem

Senin, 23 Maret 2026 - 16:30 WIB

Lonjakan Arus Balik 2026, Kedatangan Penumpang KAI Tembus 51 Ribu per Hari

Senin, 23 Maret 2026 - 16:21 WIB

Melindungi Plasma Nutfah dari Biopiracy Internasional di Tahun 2026

Senin, 23 Maret 2026 - 16:14 WIB

Arus Balik Lebaran 2026: Ribuan Motor Padati Pelabuhan Bakauheni, Antrean Mengular

Berita Terbaru

Ilustrasi, Perebutan garis depan terakhir. Mencairnya es di Kutub Utara membuka jalur perdagangan baru dan akses energi yang memicu persaingan militer antara Rusia, Amerika Serikat, dan Tiongkok. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Membedah Realisme Geopolitik dalam Perebutan Arktik 2026

Senin, 23 Mar 2026 - 17:14 WIB