JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Aroma tidak sedap dari sebuah kamar kos di Jalan Asem Nirbaya, Pinang Ranti, Makasar, Jakarta Timur, Kamis (8/10/2026), akhirnya mengungkap temuan tragis.
Seorang wanita berinisial KDA ditemukan meninggal dunia di kamar mandi kos tersebut dalam kondisi tangan dan kaki terikat. Leher korban juga terikat menggunakan kaus hitam.
Penemuan itu terjadi sekitar pukul 12.00 WIB setelah pemilik kos curiga karena kamar yang baru diserahkan kepada seorang pria bernama Daniel tidak kunjung ditempati.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Polisi kini menyelidiki kematian KDA dan menelusuri keberadaan pria yang sebelumnya mengaku akan menyewa kamar tersebut. Hingga kini, belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka.
Bau Menyengat Bikin Penghuni Curiga
Kasus ini bermula ketika Sundiyah hendak mengecek kamar yang sebelumnya akan disewa Daniel.
Pria tersebut datang pada Selasa (6/10) sekitar pukul 12.00 WIB. Dia mengaku bekerja di tempat steam kendaraan di depan Asrama Haji Pondok Gede.
Daniel juga berjanji membayar uang kos dan menyerahkan fotokopi KTP pada Selasa sore. Setelah menerima kunci kamar, dia justru tidak kunjung datang kembali.
Karena tidak mendapat kabar, Sundiyah berniat mengecek kamar tersebut. Namun, sebelum membuka pintu, penghuni kamar di sebelahnya memberi tahu bahwa tercium bau tidak sedap dari dalam.
Sundiyah kemudian meminta bantuan Noval. Mereka sepakat agar kamar tersebut dibuka dengan pendampingan warga lain atau ketua RT.
Informasi itu kemudian diteruskan kepada Ketua RT dan Bhabinkamtibmas Pinang Ranti Aiptu Ragil. Setelah tiba di lokasi, pintu kamar dibuka menggunakan kunci duplikat.
Mayat Ditemukan di Kamar Mandi
Begitu pintu terbuka, bau menyengat langsung tercium dari dalam kamar.
Para saksi dan petugas kemudian menemukan jasad KDA tergeletak di kamar mandi. Kondisi korban membuat warga segera meminta bantuan kepolisian.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Timur AKP I Made Budi mengatakan korban ditemukan dalam kondisi tangan dan kaki terikat tali rafia.
Selain itu, polisi menemukan memar pada bagian kiri wajah korban. Leher korban juga terikat menggunakan kaus berwarna hitam.
Unit Reskrim Polsek Makasar kemudian melakukan pemeriksaan di lokasi dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi. Jenazah korban selanjutnya dievakuasi untuk kepentingan penanganan lebih lanjut.
Misteri Daniel Jadi Fokus Penyelidikan
Di tengah penyelidikan, keberadaan Daniel menjadi salah satu hal yang didalami polisi.
Pria tersebut tercatat sebagai orang yang menerima kunci kamar pada Selasa (6/10). Namun, hingga dua hari kemudian, dia tidak datang untuk membayar maupun menyerahkan dokumen yang dijanjikan.
Polisi juga masih menyelidiki hubungan antara KDA dengan Daniel serta kemungkinan keterkaitan pria tersebut dengan kematian korban.
“Polisi juga masih mendalami hubungan antara korban dengan pria yang sebelumnya mengaku bernama Daniel, yang berencana menyewa kamar tersebut.”
Namun, sampai saat ini belum ada kesimpulan bahwa Daniel merupakan pelaku. Polisi masih mengumpulkan bukti dan keterangan untuk mengungkap rangkaian kejadian sebenarnya.
Polisi Dalami Motif dan Pihak yang Terlibat
Kematian KDA menyisakan sejumlah pertanyaan. Polisi perlu mengungkap kapan korban meninggal, bagaimana korban bisa berada di kamar tersebut, serta siapa yang terakhir berinteraksi dengannya.
Selain itu, penyidik masih mendalami motif dan identitas pihak yang diduga berkaitan dengan kematian korban.
Karena itu, masyarakat diminta tidak membuat kesimpulan sendiri sebelum hasil penyelidikan kepolisian terungkap.
Informasi yang belum terverifikasi juga sebaiknya tidak disebarluaskan karena dapat mengganggu proses penyidikan dan merugikan keluarga korban.
Hingga Kamis (8/10/2026), kasus tersebut masih dalam penyelidikan Polres Metro Jakarta Timur dan Polsek Makasar. Polisi terus mengumpulkan keterangan serta bukti untuk mengungkap misteri kematian KDA. **
Editor : Hadwan













