Bharatu Valdo Tewas di Markas Polairud, Ini Perkembangan Kasus Bharada Andika

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Bhudi Hermanto. (Posnews/Ist)

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Bhudi Hermanto. (Posnews/Ist)

TANGERANG SELATAN, POSNEWS.CO.ID – Kematian Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lewai akibat penembakan di lingkungan Markas Polairud Pondok Cabe, Tangerang Selatan, masih menyisakan sejumlah pertanyaan.

Polda Metro Jaya telah menetapkan Bharada Andika Ramadani sebagai tersangka dan menahannya, tetapi penyidik masih mendalami motif di balik peristiwa tersebut.

Insiden yang terjadi pada Jumat (16/10/2026) itu kini ditangani melalui proses penyidikan pidana dan pemeriksaan internal kepolisian.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengamankan sejumlah barang bukti untuk mengungkap rangkaian kejadian secara menyeluruh.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menyampaikan perkembangan perkara tersebut di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026).

“Ya, kejadian Bharatu LV dengan Bharada AR terjadi di hari Jumat. Ini sudah dilakukan olah TKP, penanganan, serta penahanan terhadap tersangka,” ujar Budi.

Penahanan Andika menjadi bagian dari proses hukum yang sedang berjalan. Namun, penyidik masih harus menguji keterangan saksi dan mencocokkannya dengan temuan di lokasi kejadian sebelum mengungkap seluruh kronologi.

Selongsong Peluru dan Senjata Tajam Disita

Polda Metro Jaya telah mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan penembakan tersebut. Barang bukti itu meliputi selongsong peluru, senjata tajam, dan barang-barang pribadi.

“Tersangka sudah dilakukan penahanan terhadap satu orang, beberapa barang bukti, ada selongsong, ada senjata tajam, dan barang-barang milik pribadi,” kata Budi.

Penyidik perlu meneliti barang bukti tersebut untuk memastikan keterkaitannya dengan peristiwa yang merenggut nyawa Bharatu Valdo.

Baca Juga :  Begal Matraman Raya Hajar Korban hingga Tak Berdaya, Motor Honda Beat Raib

Pemeriksaan juga menjadi bagian penting untuk menyusun kronologi berdasarkan bukti, bukan sekadar dugaan.

Selain itu, polisi masih mendalami motif kejadian. Budi menyatakan penyidik belum dapat menyampaikan kesimpulan karena membutuhkan pemeriksaan yang lebih komprehensif.

“Kami juga penyidik dalam hal ini juga masih belum bisa melakukan pendalaman yang komprehensif melihat situasi dan kondisi dari si pelaku. Artinya ini juga harus kita melihat, makanya kami belum bisa menyampaikan motif,” ujarnya.

Pemeriksaan Kejiwaan Tersangka Masih Berjalan

Pada Selasa (20/10/2026), Budi juga menyampaikan bahwa pemeriksaan kondisi psikologis Andika masih membutuhkan waktu. Menurutnya, dokter ahli akan menjelaskan hasil pemeriksaan setelah prosesnya selesai.

Polisi belum menyimpulkan apakah kondisi psikologis tersangka berkaitan dengan tindakan yang diduga dilakukannya.

Karena itu, hasil pemeriksaan ahli menjadi salah satu informasi yang perlu ditunggu dalam perkembangan perkara ini.

Di sisi lain, kuasa hukum keluarga korban, Petrus Bala Pattyona, sebelumnya menyampaikan keterangan mengenai dugaan perundungan yang disebut berkaitan dengan kejadian tersebut.

Menurut Petrus, informasi yang diterimanya dari penyidik menyebut tersangka diduga mengalami perundungan oleh rekan-rekan seangkatan korban.

Namun, keterangan tersebut tidak berarti Bharatu Valdo terbukti melakukan perundungan terhadap Andika.

Dugaan tersebut masih perlu ditempatkan sesuai sumbernya dan diuji melalui proses penyidikan. Polisi belum mengumumkan kesimpulan final mengenai motif penembakan.

Kuasa Hukum Ungkap Keterangan Hasil Autopsi

Perkembangan lain muncul ketika Petrus menyampaikan informasi mengenai hasil autopsi korban pada Senin (19/10/2026).

Ia mengatakan, berdasarkan penjelasan yang diterimanya, terdapat empat proyektil di kepala Bharatu Valdo.

Petrus juga menyebut adanya luka akibat senjata tajam. Keterangan tersebut berasal dari pihak kuasa hukum yang menyampaikan informasi hasil autopsi kepada wartawan, bukan pernyataan langsung penyidik dalam keterangan yang dikutip di atas.

Baca Juga :  Dua Pencuri Motor Diringkus di Tol Jakarta–Merak, Aksi Kejar-kejaran Libatkan TNI

Informasi mengenai kondisi korban menambah perhatian terhadap penanganan perkara ini.

Meski demikian, kesimpulan mengenai rangkaian kekerasan, penggunaan senjata, dan peran masing-masing pihak tetap harus mengacu pada hasil penyidikan serta bukti forensik yang dapat dipertanggungjawabkan.

Polda Metro Jaya Janji Usut Tuntas

Budi menegaskan Polda Metro Jaya akan menangani perkara tersebut hingga tuntas. Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangani penyidikan pidana, sedangkan Bidpropam menangani aspek kedinasan sesuai kewenangannya.

“Kita bersama menyampaikan empati kepada korban maupun keluarga korban dan pasti perkara ini akan diusut tuntas oleh baik itu dari Ditreskrimum Polda Metro Jaya maupun Bidpropam Polda Metro Jaya,” katanya.

Sebelumnya, Direktur Poludara Korpolairud Baharkam Polri Brigjen Pol. Dadan juga memastikan proses penanganan perkara akan berlanjut. Ia menyatakan satu tersangka telah ditahan oleh Unit Jatanras Polda Metro Jaya.

Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan sesama anggota kepolisian dan terjadi di lingkungan kedinasan.

Oleh sebab itu, pengungkapan kronologi, motif, serta pertanggungjawaban hukum menjadi penting bagi keluarga korban dan masyarakat.

Hingga Selasa (20/10/2026), polisi telah menetapkan dan menahan tersangka serta menyita sejumlah barang bukti.

Sementara itu, pemeriksaan psikologis masih berlangsung dan motif resmi belum dijelaskan secara menyeluruh.

Penyidik diharapkan dapat mengungkap perkara berdasarkan bukti dan fakta, sekaligus menjelaskan hasil penanganannya secara terbuka sesuai ketentuan hukum.

Dengan begitu, keluarga korban dan masyarakat dapat memperoleh kejelasan tanpa harus bergantung pada spekulasi. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengapa Motif Penembakan Bharatu Valdo Belum Diungkap? Ini Penjelasan Polisi
Ribuan Personel Amankan Demo Jakarta, Pangdam dan Kapolda Beri Pesan Tegas
Kematian Bharatu Valdo Sisakan Pertanyaan, Pengacara Minta Penyidikan Dibuka Terang
4 Proyektil Bersarang di Kepala Bharatu Valdo, Pengacara Curiga Ada Pelaku Lain
Nyawa Pelajar 14 Tahun Tak Tertolong Usai Ditabrak Pajero di Mampang
Kapolsek Tanjung Priok: Jangan Rusak Masa Depan karena Narkoba dan Tawuran
Bharatu Valdo Tewas Ditembak Rekan, Dudung Soroti Rekrutmen Anggota Polri
Ayah Disebut Berjualan Siomai, Ternyata Anak di Brebes Mengaku Membunuhnya

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Bharatu Valdo Tewas di Markas Polairud, Ini Perkembangan Kasus Bharada Andika

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Mengapa Motif Penembakan Bharatu Valdo Belum Diungkap? Ini Penjelasan Polisi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Ribuan Personel Amankan Demo Jakarta, Pangdam dan Kapolda Beri Pesan Tegas

Selasa, 20 Oktober 2026 - 06:32 WIB

Kematian Bharatu Valdo Sisakan Pertanyaan, Pengacara Minta Penyidikan Dibuka Terang

Senin, 19 Oktober 2026 - 20:35 WIB

4 Proyektil Bersarang di Kepala Bharatu Valdo, Pengacara Curiga Ada Pelaku Lain

Berita Terbaru

Zelenskyy gelar pembicaraan dengan utusan AS di tengah sengketa sanksi Rusia dengan Trump dan eskalasi serangan drone di Saint Petersburg. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy Mengadakan Pembicaraan Dengan Utusan Khusus AS

Selasa, 20 Okt 2026 - 14:30 WIB

Donald Trump resmi mendukung Benjamin Netanyahu di Pemilu Israel. Trump beri peringatan keras terkait bantuan perang lawan Iran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Trump Memberikan Dukungan Resmi Kepada Benjamin Netanyahu

Selasa, 20 Okt 2026 - 14:23 WIB