POSNEWS.CO.ID, JAKARTA – Presiden Donald Trump menegaskan pemerintahannya menunda seluruh serangan militer ke Iran.
Keputusan penting ini berlaku secara penuh sebelum pelaksanaan pemilu sela Amerika Serikat tanggal 3 November.
Meskipun demikian, Trump tetap membuka peluang bagi opsi militer bersenjata setelah pemilu sela berakhir.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, utusan khusus Steve Witkoff terus memimpin proses dialog tidak langsung dengan pemerintah Iran.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga menyiapkan jawaban resmi atas proposal terbaru Amerika Serikat.
Sebelumnya, Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian sempat menandatangani kesepakatan gencatan senjata pada Juni.
Namun, perjanjian tersebut runtuh akibat perselisihan sengit mengenai penguasaan jalur navigasi Selat Hormuz.
Eskalasi Keamanan Jalur Laut dan Armada Tempur
Saat ini, Angkatan Laut Amerika Serikat mengawal kapal-kapal tanker minyak melewati Selat Hormuz pada malam hari.
Langkah pengawalan ketat ini berhasil memulihkan volume ekspor minyak negara sekutunya di kawasan Teluk.
Namun, kelompok milisi merusak stabilitas perdagangan energi global dengan meningkatkan serangan drone serta rudal.
Oleh karena itu, Pentagon mengirimkan kapal induk USS Theodore Roosevelt untuk memperkuat posisi militer di kawasan.
Kedatangan kapal induk ketiga ini menambah kekuatan tempur armada Amerika Serikat di wilayah Timur Tengah.
Sementara itu, kapal induk USS Abraham Lincoln baru saja menyelesaikan masa tugas panjang dan kembali ke San Diego.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













