Futures Sawit Malaysia Naik, Ikuti Kinerja Bursa Dalian

Selasa, 18 Agustus 2026 - 15:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Futures minyak sawit Malaysia berbalik naik pada Kamis setelah sempat melemah di tengah hari, mengikuti kinerja minyak nabati saingan di bursa Dalian. Dok: Istimewa.

Futures minyak sawit Malaysia berbalik naik pada Kamis setelah sempat melemah di tengah hari, mengikuti kinerja minyak nabati saingan di bursa Dalian. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, KUALA LUMPUR — Futures minyak sawit Malaysia berbalik naik pada Kamis setelah sempat mengalami kerugian di tengah hari. Kenaikan ini mengikuti kinerja minyak nabati saingan di bursa Dalian, sementara pasar masih menantikan katalis lebih lanjut.

Pergerakan Harga Kontrak Sawit

Kontrak minyak sawit acuan untuk pengiriman Oktober di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 27 ringgit, atau 0,57 persen. Angka ini mencapai 4.724 ringgit, setara $1.156,43, pada penutupan perdagangan.

Seorang trader di Kuala Lumpur memperkirakan futures akan diperdagangkan pada kisaran 4.650 hingga 4.750 ringgit. Ia menyebut pergerakan harga akan tetap mengikuti kinerja Dalian sambil menunggu perkembangan baru.

Kinerja Bursa Dalian dan Chicago

Kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian naik 0,5 persen, sementara kontrak minyak sawitnya naik 0,4 persen. Sementara itu, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade naik 0,06 persen.

Minyak sawit umumnya mengikuti pergerakan harga minyak nabati saingan, karena keduanya bersaing memperebutkan pangsa pasar minyak nabati global.

Lonjakan Impor India dan Putusan Moratorium Brasil

Sebuah badan perdagangan melaporkan pada Kamis bahwa impor minyak sawit India melonjak sekitar 50 persen pada Juli. Angka ini mencapai 730.965 metrik ton dibanding bulan sebelumnya.

Sementara itu, Mahkamah Agung Brasil membentuk mayoritas suara pada Rabu untuk memutuskan perjanjian moratorium kedelai tetap legal. Perjanjian ini melarang perusahaan membeli kedelai dari kawasan yang mengalami deforestasi setelah 2008.

Putusan ini membebaskan pedagang dan pengolah gandum dari kewajiban membayar kompensasi yang petani tuntut. Para petani sebelumnya berargumen bahwa perjanjian tersebut merupakan bentuk kartel.

Baca Juga :  Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global

Kebijakan Ekspor Malaysia dan Faktor Harga Minyak Mentah

Malaysia menurunkan harga referensi minyak sawit mentah September ke level yang mempertahankan bea ekspor di angka 10 persen. Informasi ini tercantum dalam edaran di situs web Malaysian Palm Oil Board pada Rabu.

Harga minyak mentah dunia turun pada Kamis, seiring investor menilai prospek pelemahan permintaan global tahun ini dan kenaikan stok minyak mentah AS. Namun, harga tetap mendapat dukungan dari kebuntuan pembicaraan soal Selat Hormuz yang diblokade serta gangguan pasokan.

Penurunan harga futures minyak mentah membuat sawit menjadi bahan baku biodiesel yang kurang menarik. Sementara itu, ringgit, mata uang perdagangan sawit, melemah 0,05 persen terhadap dolar, membuat komoditas tersebut sedikit lebih murah bagi pembeli yang memegang mata uang asing.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zelenskyy Sebut Rusia Tetap Menyerang Fasilitas Energi
Kelompok Houthi Mengancam Amerika Serikat Pasca Serangan
Aparat Federal Amerika Serikat Menggeledah Kediaman DPR
Prancis Bersiap Menghadapi Unjuk Rasa Massal Pelajar
Polisi Korea Selatan Menangkap Pelaku Penikaman Massal
Usulan Pengurangan Jam Kerja Diet PM Jepang Sanae Takaichi
Hakim AS Memerintahkan Donald Trump Menghentikan Iklan Politik
Korea Utara Meluncurkan Beberapa Rudal Balistik

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:44 WIB

Zelenskyy Sebut Rusia Tetap Menyerang Fasilitas Energi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:49 WIB

Kelompok Houthi Mengancam Amerika Serikat Pasca Serangan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Prancis Bersiap Menghadapi Unjuk Rasa Massal Pelajar

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:53 WIB

Polisi Korea Selatan Menangkap Pelaku Penikaman Massal

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:52 WIB

Usulan Pengurangan Jam Kerja Diet PM Jepang Sanae Takaichi

Berita Terbaru

Presiden Volodymyr Zelenskyy mengkritik serangan berkelanjutan Rusia ke fasilitas energi Ukraina meskipun Donald Trump mengklaim adanya gencatan senjata. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy Sebut Rusia Tetap Menyerang Fasilitas Energi

Selasa, 13 Okt 2026 - 18:44 WIB

Kelompok Houthi mengancam akan menyerang kepentingan AS jika Presiden Donald Trump memutuskan bergabung dengan koalisi militer Arab Saudi. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kelompok Houthi Mengancam Amerika Serikat Pasca Serangan

Selasa, 13 Okt 2026 - 17:49 WIB