Gempa M7,7 NTT Makin Mengerikan, 47 Orang Tewas dan Ratusan Rumah Rusak

Minggu, 16 Agustus 2026 - 08:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas mengevakuasi warga terdampak gempa M7,7 di Nusa Tenggara Timur. (Posnews/BNPB)

Petugas mengevakuasi warga terdampak gempa M7,7 di Nusa Tenggara Timur. (Posnews/BNPB)

NTT, POSNEWS.CO.ID – Duka akibat gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertambah.

Data sementara BNPB hingga Sabtu (15/8/2026) pukul 18.48 WIB mencatat 47 orang meninggal dunia, sementara ratusan rumah dan fasilitas umum mengalami kerusakan.

Korban meninggal tersebar di sejumlah kabupaten. Kabupaten Manggarai menjadi wilayah dengan korban terbanyak, yakni 24 orang, disusul Manggarai Timur 17 orang, Sikka tiga orang, Manggarai Barat satu orang, Ngada satu orang, dan Ende satu orang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan petugas masih melakukan evakuasi sekaligus memberikan perawatan kepada warga yang terluka.

Ratusan Rumah Porak-Poranda

Dahsyatnya guncangan juga meninggalkan kerusakan besar. BNPB mencatat 157 rumah rusak berat, 41 rusak sedang, dan 148 rusak ringan.

Baca Juga :  KPK Awasi Bantuan Gempa NTT, Warga Diminta Laporkan Dugaan Penyalahgunaan

Kerusakan tidak hanya menghantam rumah warga. Sebanyak 87 fasilitas pendidikan, 18 fasilitas kesehatan, lima tempat ibadah, dan enam kantor turut terdampak.

Dengan demikian, sedikitnya 346 rumah tercatat mengalami kerusakan dalam pembaruan data tersebut. Angka ini masih dapat berubah seiring proses verifikasi di lapangan.

Ribuan Warga Mengungsi

Selain korban jiwa dan kerusakan bangunan, sekitar 2.000 warga mengungsi secara mandiri. Guncangan kuat membuat masyarakat memilih meninggalkan bangunan dan mencari lokasi yang dianggap lebih aman.

Sementara itu, dampak gempa juga dirasakan hingga Kabupaten dan Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), serta Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Di Kepulauan Selayar, BPBD mendirikan tiga titik pengungsian, masing-masing di Kecamatan Pasimarannu, Pasilambena, dan Takabonerate.

Bantuan 275 Ton Dikirim

Di tengah situasi darurat, pemerintah terus menggerakkan bantuan. BNPB menyiapkan 50 ribu paket bantuan pangan dan nonpangan dengan total berat 275 ton.

Baca Juga :  Pakai Visa Kunjungan tapi Jadi Buruh Bangunan, 10 WNA China Dideportasi

Sebanyak 10.500 paket telah tiba di Baseops TNI AU Halim Perdanakusuma. Bantuan juga dikerahkan melalui gudang logistik di wilayah Flores Timur, NTT.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak sekaligus mempercepat pemulihan pascagempa.

Keselamatan Warga Jadi Prioritas

Gempa M7,7 yang mengguncang NTT menjadi pengingat keras bahwa bencana dapat datang tanpa peringatan.

Karena itu, warga yang berada di bangunan rusak sebaiknya tidak kembali sebelum mendapat kepastian keamanan dari petugas.

Masyarakat juga perlu mengikuti informasi resmi BMKG, BNPB, BPBD, dan pemerintah daerah serta tidak menyebarkan kabar yang belum terverifikasi.

Di tengah duka yang begitu dalam, kecepatan evakuasi, solidaritas warga, dan distribusi bantuan menjadi harapan untuk menyelamatkan lebih banyak nyawa. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Abu Krakatau Masuk Serang, Sekolah PAUD-SMP Beralih ke PJJ
Abu Anak Krakatau Sampai Bogor, Water Cannon Semprot Jalan Utama
Abu Anak Krakatau Sampai Bogor, Polisi Bagikan Masker ke Warga
Penumpang Merak-Bakauheni Turun Imbas Erupsi Anak Krakatau
Dua Pesawat Garuda dari Jeddah dan Madinah Mendarat di Kertajati
Nelayan Masuk Zona Bahaya Anak Krakatau, Polisi Perketat Patroli 3 Km
Bocah 12 Tahun Tewas Dicekik Tetangga Gara-Gara HP
Cemburu Liat Chat Berujung Maut! Mozza Dibekap 7 Menit hingga Tewas

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 20:38 WIB

Abu Krakatau Masuk Serang, Sekolah PAUD-SMP Beralih ke PJJ

Minggu, 6 September 2026 - 17:13 WIB

Abu Anak Krakatau Sampai Bogor, Water Cannon Semprot Jalan Utama

Minggu, 6 September 2026 - 16:50 WIB

Abu Anak Krakatau Sampai Bogor, Polisi Bagikan Masker ke Warga

Minggu, 6 September 2026 - 16:39 WIB

Penumpang Merak-Bakauheni Turun Imbas Erupsi Anak Krakatau

Minggu, 6 September 2026 - 15:46 WIB

Dua Pesawat Garuda dari Jeddah dan Madinah Mendarat di Kertajati

Berita Terbaru

Penumpang di stasiun kereta api PT KAI.
(Posnews/Net)

JABODETABEK

Jangan Salah Naik, 12 Perjalanan KRL Dibatalkan 7-30 September

Senin, 7 Sep 2026 - 07:24 WIB

Polisi mengungkap korban  Mozza Axillia dibunuh MDVA setelah cekcok akibat cemburu lalu jasadnya dibuang ke jurang Tol Jangli. (Posnews/Ist)

JABODETABEK

Misteri Mozza Terbongkar, Pelaku Ditangkap Saat Nonton Voli

Senin, 7 Sep 2026 - 06:05 WIB

Ilustrasi, Commuter Line tetap beroperasi di tengah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
(Posnews/KAI)

JABODETABEK

Gunung Anak Krakatau Erupsi, KAI Commuter Merak Tetap Jalan

Senin, 7 Sep 2026 - 05:51 WIB