Ditangkap di Jombang, Dwi Bagus Diperiksa Kasus Ibu dan Anak di Madiun

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pelaku di borgol. (Posnews/iStock)

Ilustrasi pelaku di borgol. (Posnews/iStock)

SURABAYA, POSNEWS.CO.ID – Misteri hilangnya Dini Hardiyanti (30) dan putranya, Arshaka Ghafa El Faezya (4), selama lebih dari sebulan mulai terungkap.

Polisi kini memeriksa Dwi Bagus, suami siri Dini yang diduga terlibat dalam pembunuhan ibu dan anak tersebut di Kota Madiun, Jawa Timur.

Petugas Polda Jawa Timur menangkap Dwi Bagus di wilayah Jombang pada Minggu (25/10/2026) malam.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sehari kemudian, Senin (26/10/2026), polisi membawanya ke Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Saat tiba di gedung tersebut, Dwi Bagus mengenakan kaus biru dan celana pendek abu-abu. Sejumlah petugas Jatanras mengawalnya dengan ketat. Ia terlihat tertunduk dan tidak menjawab pertanyaan wartawan.

Penangkapan ini menjadi titik penting dalam penyelidikan kasus yang sebelumnya ditangani sebagai laporan orang hilang. Keluarga Dini sempat menanti kabar keberadaan ibu dan anak itu sejak 20 September 2026.

Polisi Ungkap Dugaan Pembunuhan Berawal dari Pertengkaran

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur mengatakan, penyidik menemukan dugaan tindak pidana pembunuhan setelah menelusuri laporan hilangnya kedua korban.

Baca Juga :  Tragedi di Magelang: Pelajar 14 Tahun Tewas Usai Jatuh Saat Dikejar Klitih

Menurut Jumhur, dugaan pembunuhan berawal dari pertengkaran antara Dwi Bagus dan Dini di sebuah hotel di Kota Madiun.

“Jadi terkait berita viral kehilangan ibu dan anak satu bulan yang lalu ya, berhasil kita ungkap ternyata satu bulan hilang itu akibat tindak pidana pembunuhan. Dilakukan oleh suami sirinya karena pertengkaran, karena pertengkaran di sebuah hotel di wilayah Madiun Kota,” ujar Jumhur, Senin (26/10/2026).

Berdasarkan keterangan awal yang disampaikan polisi, Dwi Bagus diduga mencekik Dini di hotel tersebut. Setelah itu, ia diduga membunuh Arshaka di lokasi berbeda, yakni di dalam mobil.

“Mencekik (lalu) dibawa keluar hotel, dan anaknya sendiri pun diperlakukan yang sama (dicekik) tapi beda tempat di dalam mobil,” tutur Jumhur.

Penyidik masih mendalami kronologi lengkap peristiwa tersebut, termasuk rangkaian tindakan yang diduga dilakukan setelah kedua korban meninggal.

Jasad Diduga Dibakar Dua Kali

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jatim Kombes Roy H M Sihombing sebelumnya mengungkap dugaan upaya menghilangkan jejak setelah pembunuhan.

Menurut Roy, Dwi Bagus diduga membakar jasad kedua korban di belakang pekarangan rumahnya. Setelah itu, ia diduga memasukkan jasad ke mesin penggilingan daging, kemudian membakarnya kembali.

Baca Juga :  Maut Mengintai di Balik Kabut Asap Sampit, 2 Pemotor Tewas Tabrakan dengan Truk

Polisi juga mengungkap dugaan rencana membuang sisa jasad ke laut.

“Kemudian setelah dibakar dimasukkan ke dalam penggilingan daging ya. Kemudian setelah itu dibakar lagi dan baru rencananya dibuang ke laut,” kata Roy, Senin (26/10/2026).

Meski demikian, penyidik masih harus mencocokkan keterangan tersebut dengan barang bukti dan hasil pemeriksaan forensik.

Polisi Cari Potongan Tulang Korban

Di tengah pengembangan kasus, polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti. Namun, petugas masih mencari potongan tulang yang diduga berasal dari kedua korban di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

Pencarian tersebut menjadi bagian penting untuk membantu penyidik mengungkap rangkaian peristiwa dan mendukung pemeriksaan forensik.

Selain itu, polisi mendalami keterangan Dwi Bagus untuk menelusuri lokasi kejadian, dugaan pembuangan sisa jasad, serta kemungkinan adanya bukti lain yang berkaitan dengan perkara tersebut.

Kasus ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga yang selama lebih dari sebulan mencari keberadaan Dini dan Arshaka.

Kini, mereka menanti kepastian mengenai nasib kedua korban melalui proses penyidikan.

Polda Jatim masih mengembangkan perkara untuk mengungkap seluruh rangkaian kejadian.

Polisi juga perlu memastikan setiap temuan melalui pemeriksaan ilmiah agar proses hukum berjalan berdasarkan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Cari Potongan Tulang Dini dan Anak di Madiun, Jasad Diduga Dibakar 2 Kali
Demi Sabu dan Judol, Pemuda di Lampung Diduga Curi Motor di Belasan Lokasi
Benda Mirip Mortir Meledak di Lapak Rongsokan Belitung, Pengepul Luka Berat
Enam Orang Tewas dalam Kecelakaan Avanza dan Fuso di Tol Terpeka
Dini Hari di Sukabumi, Sopir Ojol Ditemukan Bersimbah Darah Dekat Stasiun
Sopir Taksi Online Ditemukan Tewas di Parit Sawit, Mobilnya Diduga Hendak Dijual
Selamatkan Diri dari Kejaran Tetangga, Penghulu di Probolinggo Alami 4 Luka Bacok
Gegara Utang Rp45 Ribu, Andika Tewas Usai Ditagih 3 Orang – 2 Pelaku Buron

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:36 WIB

Ditangkap di Jombang, Dwi Bagus Diperiksa Kasus Ibu dan Anak di Madiun

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:16 WIB

Polisi Cari Potongan Tulang Dini dan Anak di Madiun, Jasad Diduga Dibakar 2 Kali

Senin, 26 Oktober 2026 - 07:58 WIB

Demi Sabu dan Judol, Pemuda di Lampung Diduga Curi Motor di Belasan Lokasi

Senin, 26 Oktober 2026 - 05:50 WIB

Benda Mirip Mortir Meledak di Lapak Rongsokan Belitung, Pengepul Luka Berat

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:56 WIB

Enam Orang Tewas dalam Kecelakaan Avanza dan Fuso di Tol Terpeka

Berita Terbaru