Gempa NTT M7, Korban Tewas Capai 51 Orang, SAR Terus Bergerak

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tim SAR mengevakuasi korban dan warga terdampak gempa M7 di Nusa Tenggara Timur.

Tim SAR mengevakuasi korban dan warga terdampak gempa M7 di Nusa Tenggara Timur.

NTT, POSNEWS.CO.ID – Gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) meninggalkan duka mendalam.

Hingga Minggu (16/8/2026) pukul 09.00 WIB, Basarnas mencatat 51 orang meninggal dunia dan 64 warga mengalami luka berat.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI M Syafii mengatakan tim SAR masih menyisir sejumlah lokasi untuk mencari korban yang kemungkinan masih tertimbun reruntuhan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jumlah korban tersebut meningkat dari pembaruan BNPB sebelumnya. Karena proses evakuasi dan identifikasi masih berlangsung, angka korban masih dapat berubah.

Ratusan Gempa Susulan Mengguncang

Selain korban jiwa, gempa utama juga diikuti ratusan aktivitas seismik. BNPB sebelumnya mencatat 341 gempa susulan.

Kondisi tersebut membuat masyarakat harus tetap waspada, terutama mereka yang berada di sekitar bangunan rusak. Gempa susulan dapat kembali mengguncang tanpa banyak waktu untuk bersiap.

Baca Juga :  Longsor Maut Trenggalek: Satu Keluarga Tertimbun, Empat Tewas di Desa Depok

Karena itu, warga sebaiknya tidak memasuki rumah yang mengalami retak atau kerusakan sebelum dinyatakan aman oleh petugas.

Enam Kabupaten Jadi Prioritas

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto meminta pemerintah daerah segera menetapkan status darurat di wilayah terdampak parah.

Enam kabupaten yang menjadi perhatian utama yaitu Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Ende, Nagekeo, dan Sikka.

Menurut BNPB, status darurat penting agar pemerintah pusat dan kementerian terkait memiliki dasar untuk mempercepat bantuan anggaran, logistik, peralatan, hingga dukungan teknis.

β€œMohon hari ini segera dikeluarkan status daruratnya,” tegas Suharyanto.

Posko Darurat Diperkuat

Untuk mempercepat koordinasi, BNPB mendorong pembentukan posko penanganan bencana di tingkat kabupaten, provinsi, hingga pusat.

BNPB juga membentuk Posko Utama Pendampingan Nasional di Labuan Bajo serta Posko Taktis di Maumere.

Dua lokasi tersebut disiapkan untuk mempercepat penanganan wilayah Flores bagian barat dan timur.

Posko Maumere akan mendukung penanganan di Sikka, Nagekeo, dan Ngada, sedangkan Labuan Bajo menjadi pusat koordinasi penanganan wilayah lainnya.

Baca Juga :  KAI Commuter Blokir 40 Pelaku Pelecehan Seksual di Kereta dan Stasiun Sepanjang 2026

Edukasi Penting Saat Gempa Susulan

Masyarakat yang masih berada di wilayah terdampak perlu mengutamakan keselamatan.

Jika terjadi guncangan, segera lindungi kepala dan tubuh, jauhi kaca serta benda yang mudah jatuh, kemudian keluar menuju tempat terbuka setelah guncangan berhenti.

Jangan kembali ke bangunan yang retak atau rusak. Selain itu, ikuti arahan petugas dan hanya percaya pada informasi resmi dari BMKG, BNPB, BPBD, serta pemerintah daerah.

Solidaritas Jadi Kekuatan

Di tengah kehilangan yang begitu besar, kerja bersama menjadi harapan. Tim SAR, TNI, Polri, BPBD, tenaga kesehatan, relawan, dan masyarakat terus bergerak untuk mencari korban serta memenuhi kebutuhan para penyintas.

Bencana ini mengajarkan bahwa kesiapsiagaan bukan sekadar pilihan, tetapi bagian penting dari keselamatan.

Ketika masyarakat memahami jalur evakuasi, mengikuti informasi resmi, dan saling membantu, peluang untuk menyelamatkan lebih banyak nyawa semakin besar.

NTT sedang berduka, tetapi kepedulian dan gotong royong menjadi cahaya di tengah bencana. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Abu Krakatau Masuk Serang, Sekolah PAUD-SMP Beralih ke PJJ
Abu Anak Krakatau Sampai Bogor, Water Cannon Semprot Jalan Utama
Abu Anak Krakatau Sampai Bogor, Polisi Bagikan Masker ke Warga
Penumpang Merak-Bakauheni Turun Imbas Erupsi Anak Krakatau
Dua Pesawat Garuda dari Jeddah dan Madinah Mendarat di Kertajati
Nelayan Masuk Zona Bahaya Anak Krakatau, Polisi Perketat Patroli 3 Km
Bocah 12 Tahun Tewas Dicekik Tetangga Gara-Gara HP
Cemburu Liat Chat Berujung Maut! Mozza Dibekap 7 Menit hingga Tewas

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 17:13 WIB

Abu Anak Krakatau Sampai Bogor, Water Cannon Semprot Jalan Utama

Minggu, 6 September 2026 - 16:50 WIB

Abu Anak Krakatau Sampai Bogor, Polisi Bagikan Masker ke Warga

Minggu, 6 September 2026 - 16:39 WIB

Penumpang Merak-Bakauheni Turun Imbas Erupsi Anak Krakatau

Minggu, 6 September 2026 - 15:46 WIB

Dua Pesawat Garuda dari Jeddah dan Madinah Mendarat di Kertajati

Minggu, 6 September 2026 - 15:34 WIB

Nelayan Masuk Zona Bahaya Anak Krakatau, Polisi Perketat Patroli 3 Km

Berita Terbaru

Polisi mengungkap korban  Mozza Axillia dibunuh MDVA setelah cekcok akibat cemburu lalu jasadnya dibuang ke jurang Tol Jangli. (Posnews/Ist)

JABODETABEK

Misteri Mozza Terbongkar, Pelaku Ditangkap Saat Nonton Voli

Senin, 7 Sep 2026 - 06:05 WIB

Ilustrasi, Commuter Line tetap beroperasi di tengah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
(Posnews/KAI)

JABODETABEK

Gunung Anak Krakatau Erupsi, KAI Commuter Merak Tetap Jalan

Senin, 7 Sep 2026 - 05:51 WIB

Ilustrasi, cuaca cerah mendominasi Jabodetabek Senin 7 September 2026 dengan suhu hingga 35 derajat Celsius.
(Posnews/Ist)

JABODETABEK

Senin 7 September, Jabodetabek Cerah tapi Suhu Bisa Menyengat

Senin, 7 Sep 2026 - 05:41 WIB

Polisi membagikan masker kepada warga Bekasi untuk mengantisipasi paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. (Posnews/Ist)

JABODETABEK

Abu Anak Krakatau Menerpa Bekasi, Pengendara Dibagikan Masker

Minggu, 6 Sep 2026 - 21:17 WIB