POSNEWS.CO.ID, ABU FALAH – Puluhan pemukim Israel bertopeng menyerang warga Palestina di desa Khirbat ‘Abu Falah, Tepi Barat.
Para pemukim membakar pohon zaitun dan melempar batu ke arah warga yang sedang memanen buah.
Aksi kekerasan pada Jumat tersebut mencederai sedikitnya dua orang, termasuk seorang wartawan foto asal Amerika Serikat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Saksi mata menyebut sekitar 80 pemukim membawa kaleng gas lalu mengepung perkebunan zaitun milik warga lokal.
Warga Palestina berusaha melontarkan batu balasan demi mempertahankan diri dan tempat tinggal mereka dari gempuran.
Jurnalis Washington Post Mengalami Penganiayaan
Serangan tersebut mencederai fotografer Washington Post bernama Heidi Levine hingga memerlukan perawatan medis darurat di Ramallah.
Levine mengaku para pemukim terus menendang tubuhnya saat ia sudah jatuh tersungkur ke tanah.
Beruntung, helm dan rompi pelindung mampu menyelamatkan nyawanya dari cedera yang lebih parah.
Rekan-rekan jurnalis Palestina segera menolong Levine sebelum tim medis melarikannya menggunakan ambulans ke klinik terdekat.
Pimpinan Redaksi Washington Post Matt Murray mengecam keras aksi brutal tersebut dan menuntut penyelidikan menyeluruh.
Gelombang Kekerasan Pemukim Meningkat Tajam
Lembaga pemantau Yesh Din mencatat lebih dari 170 serangan pemukim sejak akhir September lalu.
Para pemukim semakin berani karena mendapat dukungan dari pemerintahan sayap kanan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Sebaliknya, komunitas internasional dan Perserikatan Bangsa-Bangsa menganggap seluruh permukiman Israel di Tepi Barat ilegal.
Sebelum insiden Abu Falah, para pemukim juga menyerang petani dan membakar tiga mobil di Turmus Ayya.
Pihak militer Israel mengklaim telah melepaskan tembakan peringatan guna menghentikan bentrokan di kawasan konflik tersebut.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













