Israel Menyerang Warga Palestina Dan Jurnalis Washington Post

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Puluhan pemukim Israel menyerang warga Palestina dan menganiaya jurnalis Washington Post Heidi Levine saat panen zaitun di Abu Falah. Dok: Istimewa.

Puluhan pemukim Israel menyerang warga Palestina dan menganiaya jurnalis Washington Post Heidi Levine saat panen zaitun di Abu Falah. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, ABU FALAH – Puluhan pemukim Israel bertopeng menyerang warga Palestina di desa Khirbat ‘Abu Falah, Tepi Barat.

Para pemukim membakar pohon zaitun dan melempar batu ke arah warga yang sedang memanen buah.

Aksi kekerasan pada Jumat tersebut mencederai sedikitnya dua orang, termasuk seorang wartawan foto asal Amerika Serikat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saksi mata menyebut sekitar 80 pemukim membawa kaleng gas lalu mengepung perkebunan zaitun milik warga lokal.

Warga Palestina berusaha melontarkan batu balasan demi mempertahankan diri dan tempat tinggal mereka dari gempuran.

Baca Juga :  Pakistan Tegaskan Tidak Akan Bergabung dengan Abraham Accords

Jurnalis Washington Post Mengalami Penganiayaan

Serangan tersebut mencederai fotografer Washington Post bernama Heidi Levine hingga memerlukan perawatan medis darurat di Ramallah.

Levine mengaku para pemukim terus menendang tubuhnya saat ia sudah jatuh tersungkur ke tanah.

Beruntung, helm dan rompi pelindung mampu menyelamatkan nyawanya dari cedera yang lebih parah.

Rekan-rekan jurnalis Palestina segera menolong Levine sebelum tim medis melarikannya menggunakan ambulans ke klinik terdekat.

Pimpinan Redaksi Washington Post Matt Murray mengecam keras aksi brutal tersebut dan menuntut penyelidikan menyeluruh.

Baca Juga :  Blunder Lapor Polisi, Penyelundupan 1 Ton Emas Senilai Rp1,15 Triliun Terbongkar

Gelombang Kekerasan Pemukim Meningkat Tajam

Lembaga pemantau Yesh Din mencatat lebih dari 170 serangan pemukim sejak akhir September lalu.

Para pemukim semakin berani karena mendapat dukungan dari pemerintahan sayap kanan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Sebaliknya, komunitas internasional dan Perserikatan Bangsa-Bangsa menganggap seluruh permukiman Israel di Tepi Barat ilegal.

Sebelum insiden Abu Falah, para pemukim juga menyerang petani dan membakar tiga mobil di Turmus Ayya.

Pihak militer Israel mengklaim telah melepaskan tembakan peringatan guna menghentikan bentrokan di kawasan konflik tersebut.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Donald Trump Menunda Paket Sanksi Berat Terhadap Rusia
Volodymyr Zelenskyy Mengecam Kesepakatan Diesel AS-Rusia
Sekretaris Pers Gedung Putih Katie Zacharia Mungut Jabatan
Donald Trump Melontarkan Lelucon Tentang Nama Mohammad
Paus Leo XIV Mulai Kembali Bekerja Dan Menunjukkan Pemulihan
Dua Wanita Menggugat Mantan Anggota DPR AS Matt Gaetz
Jerman Dan Inggris Memperingatkan Upaya Normalisasi Rusia
Sekolah Swasta Runtuh Di Peshawar Menewaskan Puluhan Anak

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:31 WIB

Israel Menyerang Warga Palestina Dan Jurnalis Washington Post

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Donald Trump Menunda Paket Sanksi Berat Terhadap Rusia

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Volodymyr Zelenskyy Mengecam Kesepakatan Diesel AS-Rusia

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Donald Trump Melontarkan Lelucon Tentang Nama Mohammad

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Paus Leo XIV Mulai Kembali Bekerja Dan Menunjukkan Pemulihan

Berita Terbaru

Puluhan pemukim Israel menyerang warga Palestina dan menganiaya jurnalis Washington Post Heidi Levine saat panen zaitun di Abu Falah. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Israel Menyerang Warga Palestina Dan Jurnalis Washington Post

Sabtu, 17 Okt 2026 - 18:31 WIB

Donald Trump menunda pelaksanaan sanksi ekonomi berat terhadap Rusia dengan alasan kepentingan nasional Amerika Serikat. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Donald Trump Menunda Paket Sanksi Berat Terhadap Rusia

Sabtu, 17 Okt 2026 - 17:28 WIB

Volodymyr Zelenskyy mengecam kesepakatan diesel AS-Rusia di KTT Uni Eropa Brussel dan menyebut diplomasi Putin sekadar parodi perdamaian. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Volodymyr Zelenskyy Mengecam Kesepakatan Diesel AS-Rusia

Sabtu, 17 Okt 2026 - 16:26 WIB