Jakarta Kena Abu Anak Krakatau, Polisi Ingatkan Warga CFD Pakai Masker

Minggu, 6 September 2026 - 09:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Warga memakai masker saat CFD Bundaran HI di tengah sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. (Dok: Istimewa)

Warga memakai masker saat CFD Bundaran HI di tengah sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. (Dok: Istimewa)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Minggu pagi biasanya menjadi waktu warga Jakarta menikmati olahraga dan udara bebas kendaraan. Namun, suasana Car Free Day (CFD) Bundaran HI kali ini terasa berbeda.

Sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau terpantau hingga kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (6/9/2026). Meski begitu, aktivitas CFD tetap berlangsung normal.

Petugas kepolisian langsung mengingatkan warga agar memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Polisi Beri Imbauan dari Pengeras Suara

Imbauan disampaikan Polsek Menteng melalui pengeras suara dari pos polisi kawasan Thamrin. Petugas menyampaikan imbauan tersebut dua kali sejak sekitar pukul 08.10 WIB.

“Kami dari Polsek Menteng memberitahukan berkaitan dengan erupsinya Gunung Anak Krakatau disarankan atau diimbau kepada warga peserta CFD untuk kiranya menggunakan masker,” ujar polisi melalui pengeras suara.

Warga tetap terlihat berolahraga. Sebagian mengenakan masker, sementara lainnya masih beraktivitas tanpa pelindung pernapasan.

Baca Juga :  Bareskrim Tangkap Red Notice Interpol Kasus Scam Online Jaringan Kamboja

Abu Tipis Mulai Terasa

Di tengah keramaian, abu vulkanik terlihat tipis di kawasan Bundaran HI. Kondisi tersebut membuat suasana udara pagi terasa berbeda.

Sejumlah warga juga mengeluhkan mata yang sedikit perih. Meski belum terlihat sebagai hujan abu lebat, partikel halus tetap perlu diwaspadai, terutama bagi warga yang sensitif terhadap gangguan pernapasan.

Laporan lapangan juga menyebut abu tipis dapat menempel pada permukaan benda yang dibiarkan terbuka.

Fenomena ini sejalan dengan pemantauan BMKG terhadap sebaran abu vulkanik Anak Krakatau menggunakan analisis citra satelit dan informasi aktivitas gunung api.

Anak Krakatau Masih Level Siaga

Badan Geologi mencatat Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga. Aktivitas erupsi tipe Strombolian yang menghasilkan abu vulkanik dan lontaran batu pijar terus berlangsung.

Pada 5 September, Badan Geologi melaporkan erupsi menerus disertai suara gemuruh. Semburan merah menyerupai lava fountain juga teramati dari pos pengamatan.

Namun, berdasarkan evaluasi Badan Geologi, tubuh Anak Krakatau yang kembali tumbuh setelah erupsi 2018 masih relatif kecil dan saat laporan dibuat tidak menunjukkan potensi keruntuhan dalam skala yang dapat memicu tsunami.

Baca Juga :  Polda Metro Jaya Gagalkan Peredaran 4,3 Kg Ganja di Depok, Satu Pengedar Ditangkap

Pemantauan tetap dilakukan secara intensif.

CFD Tetap Jalan, Warga Jangan Lengah

Kondisi di Bundaran HI menunjukkan aktivitas masyarakat belum terganggu secara signifikan. Namun, kewaspadaan tetap penting.

Abu vulkanik dapat mengiritasi mata dan saluran pernapasan. Karena itu, warga yang berada di luar ruangan sebaiknya menggunakan masker dan pelindung mata jika abu semakin pekat.

Bila kondisi udara memburuk, masyarakat sebaiknya mengurangi aktivitas di luar ruangan. Tutup pintu dan jendela rumah serta ikuti informasi resmi dari BMKG dan Badan Geologi.

Badan Geologi juga melarang masyarakat dan wisatawan memasuki radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Warga diminta mewaspadai lava, lontaran batu pijar, awan panas, dan hujan abu lebat.

CFD tetap ramai, tetapi abu Anak Krakatau menjadi pengingat bahwa aktivitas gunung api bisa berdampak jauh dari kawah.

Karena itu, tak perlu panik. Namun, jangan pula lengah. Pakai masker, pantau informasi resmi, dan segera kurangi aktivitas luar ruangan jika sebaran abu semakin tebal. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kopi Plus-Plus KBN Marunda Disorot, Satpol PP Jakut Siapkan Patroli Malam
Di Balik Tawaran Kopi Malam di KBN Marunda, Ada Dugaan Layanan Seksual
Sudah Ada Korban Berulang, Monyet Liar di Tarumajaya Kembali Lukai Anak
Jabodetabek Berawan Hari Ini, Warga Depok dan Tangerang Selatan Waspada Hujan
Jakarta Barat Catat 451 Kebakaran, Bangunan Perumahan Paling Banyak Terbakar
Penawaran Kopi Berujung Tawaran Layanan Seksual di KBN Marunda?
Hujan Lebat Mengintai Bogor dan Depok, Simak Prakiraan Cuaca Jabodetabek Hari Ini
Warga Jabodetabek Waspada, Hujan Lebat Berpotensi Guyur Bogor

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 07:53 WIB

Di Balik Tawaran Kopi Malam di KBN Marunda, Ada Dugaan Layanan Seksual

Selasa, 13 Oktober 2026 - 07:33 WIB

Sudah Ada Korban Berulang, Monyet Liar di Tarumajaya Kembali Lukai Anak

Selasa, 13 Oktober 2026 - 05:41 WIB

Jabodetabek Berawan Hari Ini, Warga Depok dan Tangerang Selatan Waspada Hujan

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Jakarta Barat Catat 451 Kebakaran, Bangunan Perumahan Paling Banyak Terbakar

Senin, 12 Oktober 2026 - 11:33 WIB

Penawaran Kopi Berujung Tawaran Layanan Seksual di KBN Marunda?

Berita Terbaru

Protes pelajar menuntut anggaran pendidikan meluas di Prancis, Belgia, dan Italia dengan ribuan penangkapan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Prancis Bersiap Menghadapi Unjuk Rasa Massal Pelajar

Selasa, 13 Okt 2026 - 15:43 WIB

Kepolisian Korea Selatan menangkap pria pelaku penikaman massal di supermarket Incheon yang melukai delapan orang. Dok; Istimewa.

INTERNASIONAL

Polisi Korea Selatan Menangkap Pelaku Penikaman Massal

Selasa, 13 Okt 2026 - 14:53 WIB