JD Vance Ragukan Pentagon Menyiarkan Eksekusi Nidal Hasan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 Wakil Presiden AS JD Vance meragukan rencana siaran langsung eksekusi Nidal Hasan yang memicu kecaman luas. Dok: Istimewa.

Wakil Presiden AS JD Vance meragukan rencana siaran langsung eksekusi Nidal Hasan yang memicu kecaman luas. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, JAKARTA – Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance meragukan rencana penayangan siaran langsung eksekusi Nidal Hasan.

Selain itu, Vance menegaskan tidak bakal menyaksikan tayangan eksekusi tim tembak mantan psikiater militer tersebut.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Pete Hegseth terus mendorong penayangan eksekusi untuk memberikan efek jera kepada publik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, Vance menilai kepastian pelaksanaan siaran langsung eksekusi tersebut masih belum memiliki kepastian penuh.

Sebelumnya, pengadilan militer menjatuhkan hukuman mati kepada Nidal Hasan atas aksi penembakan massal Fort Hood.

Baca Juga :  Aliansi Jepang-AS Runtuh Jika Tokyo Diam Saat Krisis Taiwan

Gelombang Kecaman Internasional

Rencana penayangan eksekusi secara terbuka tersebut langsung memicu gelombang kritik dari berbagai pihak internasional.

Bahkan, Konferensi Uskup Katolik Amerika Serikat mengecam keras rencana tersebut sebagai tindakan yang sangat biadab.

Selain itu, mantan Kepala Pusat Kontraterorisme Nasional Joe Kent menilai siaran tersebut menguntungkan kelompok teroris.

Sebab, kelompok ekstremis dapat memanfaatkan rekaman eksekusi sebagai bahan propaganda dan perekrutan anggota baru.

Di samping itu, Kantor Hak Asasi Manusia PBB menegaskan eksekusi terbuka melanggar larangan penyiksaan manusia.

Baca Juga :  PM Kanada Mark Carney Pangkas Pajak Investasi

Sikap Donald Trump dan Tanggapan Senator

Sementara itu, Presiden Donald Trump menegaskan Nidal Hasan memang layak menerima hukuman mati eksekusi tembak.

Namun, Trump belum memberikan konfirmasi resmi mengenai persetujuan penayangan siaran langsung acara eksekusi tersebut.

Selain itu, Senator Thom Tillis menilai penayangan siaran langsung eksekusi secara terbuka sangat menjijikkan.

Dengan demikian, pemerintah Amerika Serikat menghadapi tekanan besar jelang jadwal eksekusi pada 3 Desember mendatang.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jaksa AS Mengajukan Dakwaan Baru Terhadap Nicolas Maduro
Zelenskyy Mengecam Amerika Serikat Pascaserangan Rudal Rusia
Warga Amerika Serikat Menghadapi Risiko Kehilangan Akses Obat
Kelompok Houthi Menyerang Bandara Riyadh
Donald Trump Menyerahkan Medali Sains Kepada Elon Musk
Gelombang Unjuk Rasa Pelajar Meluas dari Prancis
Pentagon Menyiarkan Secara Langsung Eksekusi Nidal Malik
Donald Trump Memastikan Amerika Serikat Menunda Serangan

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:07 WIB

JD Vance Ragukan Pentagon Menyiarkan Eksekusi Nidal Hasan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Jaksa AS Mengajukan Dakwaan Baru Terhadap Nicolas Maduro

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:51 WIB

Zelenskyy Mengecam Amerika Serikat Pascaserangan Rudal Rusia

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Warga Amerika Serikat Menghadapi Risiko Kehilangan Akses Obat

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:50 WIB

Kelompok Houthi Menyerang Bandara Riyadh

Berita Terbaru

Wiko meluncurkan laptop Hi MateBook D 14 Ryzen Edition seharga Rp12,5 jutaan yang terintegrasi dengan ekosistem Huawei HarmonyOS. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Wiko Merilis Hi MateBook D 14 Ryzen Edition

Sabtu, 10 Okt 2026 - 09:00 WIB

Sony mematenkan teknologi AI adaptif yang memungkinkan NPC dan boss gim mempelajari pola bertarung pemain secara akurat. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Sony Mematenkan AI Adaptif Untuk NPC dan Boss

Sabtu, 10 Okt 2026 - 08:30 WIB

 Wakil Presiden AS JD Vance meragukan rencana siaran langsung eksekusi Nidal Hasan yang memicu kecaman luas. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

JD Vance Ragukan Pentagon Menyiarkan Eksekusi Nidal Hasan

Sabtu, 10 Okt 2026 - 08:07 WIB