POSNEWS.CO.ID, AMSTERDAM – Kelompok konsumen Belanda resmi menyeret pengembang gim Epic Games ke jalur hukum.
Gugatan Hukum dan Klaim Kerugian Pemain Muda
Kelompok konsumen SMC melayangkan gugatan hukum senilai lebih dari 100 juta Euro kepada Epic Games.
Sebab, lembaga tersebut menilai Fortnite memanfaatkan tekanan mental atau teknik FOMO terhadap pemain muda.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
SMC menuntut pengembalian uang bagi seluruh pembeli item game berusia di bawah 21 tahun.
Bahkan, kelompok tersebut menyoroti penggunaan penghitung waktu mundur sebagai bentuk intimidasi psikologis.
Hasil Penelitian dan Sikap Resmi Epic Games
SMC mendasarkan gugatan ini pada hasil survei terhadap seribu remaja di Belanda.
Enam dari sepuluh responden mengaku tidak menyadari nilai uang sungguhan saat membeli V-Bucks.
Namun, Epic Games membantah keras seluruh tuduhan manipulasi psikologis tersebut.
Perusahaan menegaskan bahwa Toko Item Fortnite tidak menggunakan timer terbatas untuk pemain muda.
Selain itu, Epic Games langsung mengaktifkan fitur Cabined Account bagi pemain di bawah 16 tahun.
Rekam Jejak Sanksi dan Imbauan Perlindungan Anak
Gugatan ini melengkapi rekam jejak denda yang pernah menimpa Epic Games di Belanda.
Sebab, regulator konsumen ACM pernah menjatuhkan denda 1,2 juta Euro pada tahun 2024.
Pengadilan Rotterdam kemudian menguatkan keputusan denda tersebut pada awal tahun 2026.
Oleh karena itu, SMC membuka pintu negosiasi sebelum membawa kasus ini ke meja hijau.
Dengan demikian, kasus ini memaksa industri gim meninjau ulang etika desain transaksi komersial.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













