POSNEWS.CO.ID, NEW YORK – Presiden Donald Trump menyampaikan pidato keras mengenai konflik Iran di PBB pada Selasa.
Pidato Keras Trump dan Opsi Penghancuran Iran
Trump mempertimbangkan dua pilihan ekstrem dalam menghadapi konflik bersenjata melawan Iran.
Ia menegaskan siap menghancurkan Republik Islam Iran secara cepat dan total.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagian besar delegasi Iran memilih keluar dari ruangan saat Trump berpidato.
Trump meyakini Iran akan menyepakati perjanjian damai setelah pemilu sela Amerika Serikat.
Perselisihan militer ini memicu inflasi serta menekan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat.
Pertemuan Diplomatik Rahasia Utusan Amerika dan Iran
Trump mengungkapkan pertemuan rahasia antara utusan Amerika Serikat dan pejabat Iran.
Utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner memimpin pembicaraan selama tiga jam.
Pertemuan tersebut menjadi dialog langsung pertama kedua negara sejak bulan Juni.
Trump menilai pembicaraan diplomatik tersebut berjalan sangat baik dan produktif.
Kedua pihak merencanakan pertemuan susulan dalam waktu dekat untuk melanjutkan negosiasi.
Kesepakatan Keamanan Greenland dan Isu Perang Ukraina
Trump juga menandatangani perjanjian keamanan Greenland bersama pihak pemerintah Denmark.
Amerika Serikat bakal membangun dua pangkalan militer baru di wilayah Arktik.
Kesepakatan tersebut melarang negara non-NATO membangun fasilitas militer di Greenland.
Sementara itu Trump menggelar pertemuan khusus bersama Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.
Trump menegaskan komitmen untuk menghentikan invasi Rusia ke Ukraina secara cepat.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













