POSNEWS.CO.ID, JAKARTA – Badan Kepolisian Nasional Jepang mengungkapkan bahwa kelompok peretas Qilin menyerang 53 perusahaan lokal.
Kelompok ransomware internasional ini mengeksekusi aksi pembobolan terhadap berbagai sektor industri sejak April 2023.
Selain itu, otoritas Jepang baru saja menyerahkan seorang pria berkewarganegaraan Rusia kepada pemerintah Jerman.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepolisian mengamankan pria berusia 28 tahun tersebut saat menginap pada sebuah hotel di Osaka.
Otoritas Jerman menuding anggota kunci Qilin ini memeras aset kripto dari perusahaan logistik.
Gelombang Kebocoran Data Melanda Korporasi Raksasa
Kelompok Qilin mengawali operasinya sejak Oktober 2022 dan sudah mengincar 4.000 perusahaan global.
Korban di Jepang meliputi sektor manufaktur, layanan jasa, konstruksi, rumah sakit, serta sekolah.
Oleh karena itu, Menteri Keamanan Siber Toshiharu Furukawa mengimbau seluruh pelaku bisnis meningkatkan keamanan data.
Langkah ini menyusul gelombang peretasan masif yang menimpa sejumlah korporasi raksasa Jepang baru-baru ini.
Pengelola minimarket Lawson mengumumkan insiden peretasan yang membocorkan 2,16 juta data akun pelanggan.
Selanjutnya, pengelola karaoke Daiichikosho mengonfirmasi kebocoran 8,72 juta data pelanggan akibat serangan malware.
Sebelumnya, layanan car-sharing Times Car juga mengalami kebocoran 6,6 juta data akun pengguna.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













