MBG Prasmanan Diuji Coba, Siswa Bisa Tambah Makan – BGN Bidik 5.000 Dapur

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 05:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono. (Posnews/Ist)

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Anak-anak penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpeluang menikmati pengalaman makan yang lebih leluasa di sekolah.

Melalui sistem prasmanan, siswa tetap memperoleh porsi awal sesuai standar gizi, tetapi bisa mengambil tambahan makanan jika masih lapar dan persediaan tersedia.

Badan Gizi Nasional (BGN) menerapkan sistem ini secara bertahap melalui uji coba dan evaluasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bukan sekadar mengubah cara menyajikan makanan, metode prasmanan juga diharapkan membantu menjaga makanan tetap hangat, meningkatkan selera makan, serta mengurangi makanan yang terbuang.

Kepala BGN Sudaryono menegaskan, penerapan sistem tersebut membutuhkan kesiapan dapur, sekolah, tenaga pelaksana, dan peralatan pendukung.

Karena itu, BGN tidak akan memaksakan seluruh sekolah beralih ke metode prasmanan dalam waktu bersamaan.

“Prasmanan ini bukan berarti bisa diterapkan begitu saja. Dapurnya harus dilatih, sekolahnya juga harus dilatih, dan kami harus memastikan semuanya siap. Setelah itu, baru bisa diterapkan secara bertahap dengan standar yang sama,” ujar Sudaryono, Jumat (16/10/2026).

Menurut dia, setiap sekolah memiliki kondisi berbeda. Oleh sebab itu, BGN memberikan kesempatan kepada sekolah yang ingin mencoba metode prasmanan, dengan tetap memperhatikan standar pelayanan dan keamanan pangan.

62 Dapur Sudah Terapkan MBG Prasmanan

BGN mencatat sebanyak 62 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai wilayah Indonesia telah mengikuti penerapan MBG dengan sistem prasmanan hingga 13 Oktober 2026.

Pelaksanaannya menjangkau sejumlah daerah, mulai dari Merauke, Pulau Madura, berbagai wilayah di Jawa, hingga Riau.

Dalam siaran pers pada 13 Oktober 2026, BGN menyebut uji coba atau piloting berlangsung selama dua minggu.

Jika pelaksanaannya tidak menghadapi kendala signifikan, BGN menargetkan 1.000 hingga 5.000 dapur dapat menerapkan metode prasmanan sampai akhir 2026.

Baca Juga :  4 ABK KM Maulana 23 Kembali ke Jakarta, Satu Korban Hidup Sebatang Kara

Target tersebut masih berupa rencana perluasan, bukan jumlah dapur yang sudah seluruhnya menerapkan sistem baru. Hasil evaluasi akan menjadi pertimbangan untuk menentukan langkah berikutnya.

BGN sebelumnya menjelaskan bahwa metode prasmanan bertujuan mengurangi jeda antara makanan selesai dimasak dan saat siswa menyantapnya.

Dengan penyajian langsung di sekolah atau ruang kelas, makanan diharapkan tetap hangat dan lebih segar ketika dikonsumsi.

Siswa Bisa Menambah Makanan, Porsi Gizi Tetap Diatur

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam sistem prasmanan adalah kecukupan gizi setiap anak. BGN memastikan siswa tetap memperoleh porsi awal sesuai takaran yang ditetapkan.
Setelah seluruh siswa menerima bagian awal, pengelola dapat menyediakan makanan tambahan bagi anak yang masih membutuhkan, selama persediaan mencukupi.

“Porsi awal tetap harus ditakar sesuai standar. Setelah semua siswa mendapatkan bagiannya, disiapkan pula makanan tambahan untuk siswa yang masih membutuhkan. Dengan begitu, kebutuhan makan siswa dapat dilayani dengan lebih baik,” jelas Sudaryono.

Mekanisme tersebut diharapkan memberi ruang bagi siswa untuk menyesuaikan jumlah makanan dengan kebutuhan mereka. Namun, kebebasan mengambil tambahan tidak boleh mengurangi hak siswa lain.

Karena itu, sekolah perlu mengatur alur pengambilan makanan, memastikan setiap anak memperoleh porsi awal, serta mengawasi ketersediaan makanan tambahan sampai waktu makan selesai.

Kebutuhan Anak Kelas Satu Berbeda dengan Kelas Empat

BGN juga menekankan pentingnya menyesuaikan penerapan prasmanan dengan usia dan kemampuan siswa.

Anak kelas satu sekolah dasar, misalnya, belum tentu memiliki kemampuan mengambil makanan sendiri seperti siswa kelas empat.

Perbedaan usia tersebut perlu menjadi pertimbangan saat sekolah mengatur ukuran porsi, tata letak makanan, penggunaan peralatan, serta pendampingan guru.

Selain memastikan kebutuhan gizi terpenuhi, sistem prasmanan dapat menjadi kesempatan untuk mengajarkan kebiasaan positif.

Siswa bisa belajar mengantre, menjaga kebersihan, mengambil makanan sesuai kebutuhan, dan menghargai makanan yang tersedia.

Baca Juga :  19 Jembatan Merah Putih Presisi di Klaten, Tingkatkan Akses Sekolah dan Ekonomi

Meski demikian, sekolah tetap harus memberikan pendampingan agar anak tidak kesulitan mengambil makanan atau mengabaikan kebersihan selama kegiatan berlangsung.

Orang Tua Perlu Memahami Perubahan Sistem MBG

Penerapan sistem prasmanan juga membutuhkan dukungan orang tua.

BGN menilai edukasi kepada keluarga penting agar perubahan mekanisme penyajian tidak menimbulkan kesalahpahaman tentang porsi makanan maupun pemenuhan gizi anak.

Sekolah perlu menjelaskan cara kerja sistem prasmanan, ketentuan porsi awal, mekanisme mengambil tambahan, serta upaya menjaga kebersihan makanan.

Orang tua juga dapat membantu membiasakan anak mengambil makanan secukupnya dan tidak menyia-nyiakan makanan yang sudah diambil. Dengan begitu, kebiasaan makan sehat dapat berlanjut di rumah.

Sementara itu, sekolah yang belum siap menerapkan prasmanan tetap dapat memberikan layanan MBG melalui mekanisme penyajian yang selama ini digunakan.

“Setiap sekolah memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, kami ingin memastikan sekolah yang menerapkan prasmanan benar-benar siap. Standarnya harus sama, mulai dari kesiapan pelaksana hingga peralatan yang digunakan, agar pelaksanaannya tidak menimbulkan persoalan baru,” ungkap Sudaryono.

Keamanan Pangan Tetap Menjadi Prioritas

Perubahan metode penyajian tidak boleh mengurangi perhatian terhadap keamanan pangan.

Pengelola dapur dan sekolah harus memastikan makanan tetap aman sejak proses memasak, pengangkutan, hingga penyajian kepada siswa.

Peralatan makan harus bersih, makanan perlu terlindung dari kontaminasi, dan petugas harus mengikuti prosedur penanganan pangan yang benar.

BGN juga perlu mengevaluasi pelaksanaan di berbagai kondisi sekolah untuk mengetahui kendala yang muncul, termasuk kesiapan sumber daya manusia, peralatan, dan pengaturan waktu makan.

Dengan pengawasan yang konsisten, sistem prasmanan berpotensi mendukung kualitas pelayanan MBG sekaligus mengajarkan kemandirian kepada anak-anak.

Bagi siswa, keberhasilan program ini bukan hanya soal bisa menambah makanan. Yang lebih penting, setiap anak memperoleh makanan yang aman, cukup, dan sesuai kebutuhan gizi agar dapat belajar serta tumbuh dengan baik. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dana Bencana Rp148 Miliar Jadi Perkara KPK, Uang – Emas Rp5,47 Miliar Disita
Kopdes Merah Putih Bakal Jual Obat, Pemerintah Bidik hingga 10 Ribu Gerai
Nusron Wahid Dua Kali Tak Hadiri Panggilan KPK, Penyidik Kaji Jemput Paksa
OTT Bupati Klaten Seret Kepala BPK Jateng, KPK Sita Uang Rp1,9 Miliar di Ember
Enam Orang Terjebak Api di Bromo, 4 Meninggal dan 2 Luka Bakar Serius
KPK OTT Bupati Klaten, ASN dan Pihak Swasta Ikut Diamankan
Prabowo Lantik Maruli dan Tandyo, Ini Jabatan Baru Dua Jenderal TNI
Kristomei Sianturi Resmi Pimpin BNPB, Tantangan Bencana Menanti

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 06:08 WIB

Dana Bencana Rp148 Miliar Jadi Perkara KPK, Uang – Emas Rp5,47 Miliar Disita

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 05:48 WIB

MBG Prasmanan Diuji Coba, Siswa Bisa Tambah Makan – BGN Bidik 5.000 Dapur

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:37 WIB

Kopdes Merah Putih Bakal Jual Obat, Pemerintah Bidik hingga 10 Ribu Gerai

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Nusron Wahid Dua Kali Tak Hadiri Panggilan KPK, Penyidik Kaji Jemput Paksa

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:58 WIB

OTT Bupati Klaten Seret Kepala BPK Jateng, KPK Sita Uang Rp1,9 Miliar di Ember

Berita Terbaru

NVIDIA resmi merilis update DLSS 5 Oktober 2026. Pembaruan ini menghemat konsumsi VRAM 20% dan mempercepat pemrosesan hingga dua kali lipat. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

NVIDIA Meluncurkan Pembaharuan DLSS 5, Pangkas VRAM

Sabtu, 17 Okt 2026 - 07:00 WIB

Razer resmi meluncurkan 3 headset gaming edisi khusus Pokemon edisi Charizard, Lucario, dan Sylveon untuk merayakan ulang tahun ke-30. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Razer Merilis Tiga Headset Spesial Ulang Tahun Ke-30 Pokemon

Sabtu, 17 Okt 2026 - 06:37 WIB