Kremlin Konfirmasi Putaran Kedua di Abu Dhabi

Selasa, 27 Januari 2026 - 09:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Lompatan jarak serang terjauh. Pasukan Ukraina meluncurkan pesawat tanpa awak yang sukses menghantam kilang minyak utama Siberia di Tyumen. Dok: Istimewa.

Lompatan jarak serang terjauh. Pasukan Ukraina meluncurkan pesawat tanpa awak yang sukses menghantam kilang minyak utama Siberia di Tyumen. Dok: Istimewa.

ABU DHABI, POSNEWS.CO.ID – Diplomasi tingkat tinggi untuk mengakhiri perang Eropa terus berlanjut dengan intensitas tinggi. Pada hari Senin (26/1), Kremlin mengumumkan rencana penyelenggaraan putaran berikutnya dari pembicaraan damai yang Amerika Serikat mediasi antara Ukraina dan Rusia pekan depan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, memberikan penilaian yang hati-hati namun optimis. Ia menyatakan bahwa putaran pertama kontak yang berakhir Sabtu lalu berjalan dalam “semangat konstruktif”.

Namun, ia tidak menutupi beratnya tantangan yang ada. “Ini adalah masalah yang sangat kompleks, dengan isu-isu kompleks dalam agenda,” ujar Peskov, mengisyaratkan bahwa jalan menuju perdamaian masih terjal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Formula Anchorage”: Kesepakatan Rahasia Alaska

Hambatan terbesar tetaplah sengketa wilayah. Moskow bersikeras bahwa Ukraina harus menyerahkan kendali atas wilayah Donbas. Saat ini, pasukan Rusia telah menduduki lebih dari 90 persen wilayah tersebut. Di sisi lain, Kiev tetap pada pendiriannya bahwa mereka tidak akan menegosiasikan integritas teritorial Ukraina.

Baca Juga :  Pengendara Dirampok di Tambora, Korban Disabet Clurit-Motor Dibawa Kabur

Dalam pernyataannya kepada TASS, Peskov membuka kartu mengenai dasar tuntutan Rusia. Ia merujuk pada istilah “Formula Anchorage”.

“Posisi kami sangat terkenal. Kami telah membahas ‘Formula Anchorage’, dan mencapai pemahaman yang sesuai dengan negosiator Amerika serta Presiden Trump,” tegas Peskov. “Bagian dari ‘Formula Anchorage’ yang menyangkut masalah teritorial sangat penting bagi pihak Rusia.”

Apa itu Formula Anchorage? Mengacu pada laporan CGTN, istilah ini merujuk pada kesepakatan yang Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Donald Trump capai di Alaska pada bulan Agustus lalu.

Baca Juga :  Letjen Susan Coyle Jadi Kepala Angkatan Darat Perempuan Pertama Australia

Laporan menyebutkan kerangka kerja ini akan memberikan Rusia kendali penuh atas seluruh Donbas, serta membekukan (freeze) garis depan di wilayah timur dan selatan Ukraina lainnya.

Optimisme Hati-hati Zelenskyy dan Witkoff

Sebelumnya, ketiga negara telah menyelesaikan konsultasi keamanan selama dua hari di Abu Dhabi pada 24 Januari. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menulis di platform X bahwa “percakapan berjalan konstruktif.”

Senada dengan itu, utusan khusus AS Steve Witkoff juga menggambarkan pembicaraan tersebut sebagai “konstruktif” dan menyatakan bahwa para pihak telah merencanakan kelanjutan pembicaraan minggu depan.

Namun, pengungkapan tuntutan Rusia yang berdasar pada kesepakatan Trump-Putin tersebut menempatkan tekanan di pundak Kiev. Apakah Zelenskyy akan mempertahankan garis merahnya, atau harus berkompromi karena tekanan sekutu utamanya?

Minggu depan di Abu Dhabi mungkin akan menjadi penentu nasib peta Eropa di masa depan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Otoritas Bangkok Tetapkan Status Bencana di 50 Distrik
Polisi Afrika Selatan Temukan Jenazah Wanita Ke-10 di Ekurhuleni
Warga Madrid Gelar Demonstrasi Tuntut Reformasi Perumahan
Ledakan Gas Ambrukkan Bangunan di Athena, Tewaskan 6 Orang
Kolombia Ekstradisi Gembong Narkoba Geovany Andres Rojas
Donald Trump Tolak Iran Terkait Pembukaan Kembali Selat Hormuz
Paus Leo XIV Pimpin Misa Terbuka di Champs-Élysées Paris
Penembakan Massal di Afrika Selatan Menewaskan 27 Orang

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 23:00 WIB

Otoritas Bangkok Tetapkan Status Bencana di 50 Distrik

Minggu, 27 September 2026 - 22:00 WIB

Polisi Afrika Selatan Temukan Jenazah Wanita Ke-10 di Ekurhuleni

Minggu, 27 September 2026 - 21:30 WIB

Warga Madrid Gelar Demonstrasi Tuntut Reformasi Perumahan

Minggu, 27 September 2026 - 21:00 WIB

Ledakan Gas Ambrukkan Bangunan di Athena, Tewaskan 6 Orang

Minggu, 27 September 2026 - 20:30 WIB

Kolombia Ekstradisi Gembong Narkoba Geovany Andres Rojas

Berita Terbaru

Ilustrasi, cuaca Jabodetabek berawan pada Senin 14 September 2026. (Posnews/Ist)

JABODETABEK

Jabodetabek 29 September, Bogor hingga Tangsel Waspada Hujan

Selasa, 29 Sep 2026 - 05:44 WIB