Pemerintah Perpanjang Bantuan Pangan, Ini Daftar 8+4+5 Stimulus Ekonomi 2025

Senin, 15 September 2025 - 16:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Dok: Isimewa

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Dok: Isimewa

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID –  Pemerintah memastikan program bantuan pangan beras berlanjut pada Oktober dan November 2025. Sebanyak 18,3 juta keluarga penerima manfaat (KPM) akan menerima masing-masing 10 kilogram beras.

Program ini masuk dalam 8+4+5 stimulus ekonomi 2025 dengan anggaran khusus Rp7 triliun.

Bantuan pangan 10 kilogram beras dilanjutkan dua bulan, Oktober–November, dengan kebutuhan dana Rp7 triliun,” kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (15/9/2025).

Airlangga menambahkan, pemerintah membuka opsi perpanjangan hingga Desember 2025, tetapi keputusan akan diambil setelah evaluasi realisasi anggaran.

Program Stimulus untuk Jaga Daya Beli

Selain bantuan pangan, pemerintah merilis 8 program akselerasi, 4 program lanjutan 2026, dan 5 program penyerapan tenaga kerja. Program tersebut mencakup magang lulusan baru, diskon iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja transportasi online, padat karya tunai, hingga modernisasi kapal nelayan.

Baca Juga :  Dibalik Layar Algoritma: Siapa yang Menentukan Apa yang Layak Anda Ketahui Hari Ini?

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

8 Program Akselerasi 2025

  1. Program magang lulusan perguruan tinggi maksimal 1 tahun setelah kelulusan.
  2. Perluasan insentif PPh Pasal 21 DTP bagi pekerja sektor pariwisata.
  3. Bantuan pangan beras 10 kg untuk 18,3 juta KPM pada Oktober–November 2025.
  4. Diskon iuran JKK dan JKM bagi BPU transportasi online/ojol, ojek pangkalan, sopir, kurir, hingga logistik selama 6 tahun.
  5. Program Manfaat Layanan Tambahan (MLT) Perumahan BPJS Ketenagakerjaan.
  6. Program Padat Karya Tunai (cash for work) Kemenhub dan KemenPUPR.
  7. Deregulasi implementasi PP 28/2025.
  8. Program perkotaan (Pilot Project DKI Jakarta) berupa perbaikan permukiman dan platform pemasaran UMKM/Gigs.
Baca Juga :  Pintu Terbuka di Beijing: Tiongkok Ajak Perusahaan Amerika Serikat Ekspansi dan Tumbuh Bersama

4 Program yang Dilanjutkan 2026

  1. Perpanjangan pemanfaatan PPh Final 0,5% bagi UMKM hingga 2026, termasuk penyesuaian penerimanya.
  2. Perpanjangan PPh 21 DTP untuk pekerja sektor pariwisata (APBN 2026).
  3. PPh Pasal 21 DTP untuk pekerja industri padat karya (APBN 2026).
  4. Program diskon iuran JKK dan JKM untuk seluruh penerima BPU.

5 Program Penyerapan Tenaga Kerja

  1. Operasional KDKMP (Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih).
  2. Replanting perkebunan rakyat.
  3. Kampung Nelayan Merah Putih.
  4. Revitalisasi Tambak Pantura.

Modernisasi kapal nelayan untuk meningkatkan produktivitas perikanan. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi
Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82
Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi
20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan
Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton
Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun
Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek
Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 21:54 WIB

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:47 WIB

Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:00 WIB

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:30 WIB

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:30 WIB

Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton

Berita Terbaru

Membalikkan keadaan. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengklaim telah mengubah peta geopolitik Timur Tengah melalui ekspor teknologi pencegat drone ke negara-negara Teluk yang kini menjadi target serangan Iran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi

Minggu, 29 Mar 2026 - 21:54 WIB

Pemberontakan sipil di seluruh negeri. Gelombang ketiga aksi

INTERNASIONAL

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Mar 2026 - 20:00 WIB

Sisi gelap perang energi. Sekitar 20.000 pelaut sipil kini terperangkap di kawasan Teluk, menghadapi kelangkaan pasokan dasar dan ancaman serangan udara saat operator kapal mulai mengabaikan hak-hak keselamatan mereka. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Mar 2026 - 19:30 WIB