Premier Ontario Balas Dekrit Lake America Trump

Minggu, 30 Agustus 2026 - 18:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Google mengganti nama Danau Ontario menjadi

Google mengganti nama Danau Ontario menjadi "Lake America" di peta AS usai pengumuman Trump, memicu kecaman Perdana Menteri. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, TORONTO — Premier Ontario, Doug Ford, membalas dekrit “Lake America” dari Presiden Donald Trump pada Sabtu. Ford memasang papan reklame raksasa di tepi Danau Ontario bertuliskan “Lake Ontario. Now and Always”.

Para pemimpin Kanada merespons langkah Trump ini dengan ejekan, bukan kemarahan.

Papan Reklame Raksasa di Tepi Danau

Ford mengenakan jersey sepak bola Tim Kanada saat meresmikan papan tersebut di dekat Grimsby, Ontario. Ia berpose untuk sesi foto di lokasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Papan berukuran 24 x 12 kaki, atau sekitar 7,3 x 3,6 meter, ini berdiri di atas kaki penyangga setinggi 6 kaki. Bagian atas papan mencapai ketinggian sekitar 18 kaki dari tanah, kira-kira setinggi dua lantai bangunan.

Pesan pada papan tersebut juga tertulis dalam bahasa Prancis.

Latar Belakang Dekrit “Lake America”

Papan reklame ini muncul setelah Trump menerbitkan perintah eksekutif yang mengarahkan lembaga federal AS menyebut Danau Ontario dengan nama “Lake America”. Perintah ini muncul setelah berbulan-bulan tarif dagang, ancaman menjadikan Kanada negara bagian ke-51 AS, serta serangan pribadi terhadap para pemimpinnya.

Reaksi di Kanada pun bercampur antara sikap perlawanan dan ejekan.

Ford: Nama Ontario Akan Bertahan Lebih Lama dari Trump

Ford menilai Trump berupaya mengganti nama danau ini karena Ontario dan Kanada tengah membela diri sendiri. Ia berargumen nama tersebut akan bertahan lebih lama dibanding masa jabatan sang presiden.

Baca Juga :  Diplomasi di Tengah Krisis: Misi Sulit Sanae Takaichi Menemui Donald Trump

Dalam video yang ia unggah di media sosial, Ford menegaskan orang-orang akan tetap menyebut danau ini Lake Ontario jauh setelah Trump lengser.

Sindiran Premier Manitoba soal Band Rock Tua

Premier Manitoba, Wab Kinew, menyamakan Trump dengan band rock yang sudah lewat masa jayanya dan berusaha menghidupkan kembali lagu hitnya.

Kinew menggambarkan situasi ini seperti band rock tua yang tampil di kasino membawakan lagu dari 50 tahun lalu. Menurutnya, inilah fase kepresidenan Trump saat ini.

Kinew merujuk pada keberhasilan Trump sebelumnya mengganti nama Teluk Meksiko menjadi Teluk Amerika lewat perintah eksekutif. Ia menilai Trump kini mencoba mengulang keberhasilan itu untuk basis pendukungnya.

Meski begitu, Kinew menilai banyak orang menganggap langkah ini agak menyedihkan dan bukan karya terbaik Trump.

Kritik Tajam dari Sejarawan Kanada

Ejekan tidak hanya datang dari kalangan politisi. Sejarawan Kanada, Robert Bothwell, melontarkan kritik yang bahkan lebih tajam.

Bothwell mempertanyakan mengapa negara terbesar di dunia menganggap serius sosok yang ia sebut sebagai orang bodoh.

Meski begitu, Bothwell menegaskan perselisihan ini sebenarnya lebih serius dibanding sekadar lelucon. Ia berargumen tujuan Trump yang lebih luas adalah menundukkan Kanada, paling baik menjadikannya koloni, atau paling buruk menyerapnya ke dalam Amerika Serikat.

Nelson Wiseman, profesor emeritus di University of Toronto, menyatakan Trump ingin Kanada bertindak seperti negara bawahan. Menurutnya, penolakan Kanada terhadap peran tersebut membuat Trump merasa terganggu.

Ketegangan Dagang yang Terus Memburuk

Perselisihan ini muncul di tengah memburuknya hubungan dua sekutu lama akibat masalah perdagangan. Negosiasi dagang kedua negara gagal pekan lalu, dengan masing-masing pemerintah saling menuduh mengajukan tuntutan di menit-menit akhir.

Kanada kemudian mengumumkan tarif balasan yang akan berlaku mulai bulan depan.

Perang Kata-kata dengan Doug Ford

Perintah Trump juga muncul di tengah eskalasi perang kata-kata dengan Ford. Dalam wawancara bersama Associated Press pekan ini, Ford menyatakan Ronald Reagan pasti akan muak dan jijik dengan kebijakan tarif Trump.

Baca Juga :  Tiongkok Siap Bangun 11.000 Pulau guna Perkuat Klaim Teritorial

Trump membalas dengan menyebut komentar Ford hanya gertakan kosong. Ia menyebut Ford sebagai bawahan Perdana Menteri Mark Carney.

Trump bahkan mengejek Ford sebagai saudara mendiang Wali Kota Toronto, Rob Ford, yang kurang karismatik, kurang cerdas, dan secara keseluruhan tidak mengesankan.

Pada Sabtu, Trump terus mempromosikan nama barunya. Ia membagikan ulang meme yang menampilkan angsa Kanada berambut pirang mirip Trump sedang menembakkan senapan untuk melindungi Lake America.

Kebiasaan Trump Menggunakan Peta untuk Pesan Politik

Trump memang berulang kali menggunakan peta untuk menyampaikan pesan politik. Peta bertuliskan Gulf of America sempat terpajang di samping Resolute Desk di Ruang Oval.

Trump juga pernah mengunggah gambar yang menampilkan Kanada sebagai bagian dari Amerika Serikat, atau sebagai negara bagian ke-51.

Asal-usul Nama Lake Ontario dan Kritik Pemimpin Adat

Nama Lake Ontario berasal dari kata suku asli Huron, “oniatarí:io”, yang berarti danau air berkilau. Provinsi Ontario di Kanada, yang berdiri sejak 1867, mengambil namanya dari danau tersebut.

Grand Chief Bangsa Wendat, Pierre Picard, yang leluhurnya secara historis tinggal dari Lembah Sungai St. Lawrence hingga Great Lakes, menyebut langkah Trump sebagai upaya menghapus sejarah masyarakat adat. Bahasa dari bangsanya jugalah yang memberi nama pada Danau Ontario.

Picard menegaskan bangsanya tidak bisa menerima keberadaan presiden yang mampu menghapus sejarah, budaya, dan identitas mereka.

Carney Tegaskan Trump Tak Bisa Paksa Kanada

Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, menolak langkah Trump ini. Ia menekankan akar sejarah adat dari nama danau tersebut, yang bahkan mendahului baik Konfederasi Kanada maupun Deklarasi Kemerdekaan AS.

Trump sendiri tidak memiliki wewenang untuk memaksa Kanada mengadopsi nama baru tersebut.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir
PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji
Sony Perkenalkan DualSense GTA 6 Limited Edition
AS Serang Tiga Kapal Tanker Minyak Iran usai Rudal IRGC
Putin Temui Utusan AS Witkoff dan Kushner di Kremlin
USS Abraham Lincoln Tinggalkan Thailand Usai Kunjungan
Takaichi Bantah Revisi UU Rumah Kekaisaran Halangi Suksesi
Petugas Imigrasi AS Didakwa Berbohong soal Penembakan Warga

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 18:27 WIB

Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir

Minggu, 6 September 2026 - 17:25 WIB

PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji

Minggu, 6 September 2026 - 15:00 WIB

Sony Perkenalkan DualSense GTA 6 Limited Edition

Minggu, 6 September 2026 - 14:45 WIB

AS Serang Tiga Kapal Tanker Minyak Iran usai Rudal IRGC

Minggu, 6 September 2026 - 14:14 WIB

Putin Temui Utusan AS Witkoff dan Kushner di Kremlin

Berita Terbaru

Polisi mengungkap korban  Mozza Axillia dibunuh MDVA setelah cekcok akibat cemburu lalu jasadnya dibuang ke jurang Tol Jangli. (Posnews/Ist)

JABODETABEK

Misteri Mozza Terbongkar, Pelaku Ditangkap Saat Nonton Voli

Senin, 7 Sep 2026 - 06:05 WIB

Ilustrasi, Commuter Line tetap beroperasi di tengah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
(Posnews/KAI)

JABODETABEK

Gunung Anak Krakatau Erupsi, KAI Commuter Merak Tetap Jalan

Senin, 7 Sep 2026 - 05:51 WIB

Ilustrasi, cuaca cerah mendominasi Jabodetabek Senin 7 September 2026 dengan suhu hingga 35 derajat Celsius.
(Posnews/Ist)

JABODETABEK

Senin 7 September, Jabodetabek Cerah tapi Suhu Bisa Menyengat

Senin, 7 Sep 2026 - 05:41 WIB

Polisi membagikan masker kepada warga Bekasi untuk mengantisipasi paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. (Posnews/Ist)

JABODETABEK

Abu Anak Krakatau Menerpa Bekasi, Pengendara Dibagikan Masker

Minggu, 6 Sep 2026 - 21:17 WIB