BEKASI, POSNEWS.CO.ID – Suasana mencekam terjadi di RSUD Kabupaten Bekasi, Cibitung, Jawa Barat, Minggu (27/9/2026) siang.
Kepulan asap tebal muncul dari lantai 2 Gedung E1 yang menjadi lokasi ruang Intensive Care Unit (ICU).
Pasien yang tengah menjalani perawatan intensif pun harus segera dievakuasi. Dokter, perawat, keluarga pasien, dan pengunjung bergerak cepat menyelamatkan pasien dari kepulan asap.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Peristiwa tersebut sontak membuat suasana rumah sakit panik. Sejumlah pasien dibawa keluar menggunakan tempat tidur maupun kursi roda, sementara keluarga berusaha mendampingi orang terdekat mereka.
Berdasarkan laporan di lokasi, asap bahkan masuk hingga ke ruang perawatan dan area lobi rumah sakit.
Sejumlah orang juga terlihat mengambil alat pemadam api ringan (APAR) untuk mengantisipasi kondisi darurat.
Asap Masuk Ruang ICU
Retno, salah seorang keluarga pasien, mengaku panik ketika melihat asap masuk dari bagian atas ruang perawatan. Saat itu, suaminya sedang menjalani perawatan di ICU lantai 2.
“Iya, orang-orang pada panik. Soalnya suami di sana, di dalam. Asapnya dari atas ke bawah, asapnya masuk ruang. Bau kabel, kabel terbakar kan itu,” ujar Retno di lokasi.
Petugas kemudian mengevakuasi suaminya ke lantai 3 agar terhindar dari kepulan asap.
Cerita serupa disampaikan Nur Hidayah. Ia mengatakan kepulan asap terasa hingga ke area lobi.
Situasi semakin membuat keluarga pasien khawatir karena mereka harus memastikan anggota keluarganya yang sedang sakit segera berada di tempat aman.
“Asapnya sampai sini, ke depan-depan situ. Kejadian itu orang-orang semua ngambil APAR ke dalam ICU,” kata Nur.
Menurut dia, evakuasi pasien ICU harus dilakukan dengan hati-hati karena sebagian pasien bergantung pada peralatan medis dan tidak bisa dipindahkan seperti pasien biasa.
Pasien Dipindahkan ke Area Aman
Setelah dievakuasi dari ICU, sejumlah pasien sempat berada di halaman rumah sakit. Petugas kemudian memindahkan mereka ke area yang lebih aman, termasuk gedung IGD dan lantai atas Gedung E1.
Evakuasi menjadi tantangan tersendiri karena kondisi pasien ICU membutuhkan penanganan khusus. Tenaga medis harus memastikan proses pemindahan tetap aman sekaligus menjaga kebutuhan medis pasien.
Beruntung, hingga perkembangan terbaru yang diberitakan pada Minggu sore, seluruh pasien ICU berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Tidak ada laporan korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.
Situasi di rumah sakit kemudian berangsur kondusif. Pasien yang sebelumnya dievakuasi mulai ditempatkan kembali ke ruang perawatan setelah kondisi dinilai aman.
Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
Hingga Minggu sore, penyebab pasti munculnya asap dan dugaan kebakaran di lantai 2 Gedung E1 belum diumumkan secara resmi.
Sejumlah saksi memang mencium bau seperti kabel terbakar. Namun, informasi tersebut masih sebatas kesaksian warga dan belum dapat dijadikan kesimpulan mengenai sumber api.
Pihak manajemen RSUD Kabupaten Bekasi juga belum memberikan keterangan resmi mengenai penyebab maupun kerugian akibat kejadian tersebut.
Lokasi kejadian selanjutnya ditangani aparat. Polsek Cikarang Barat bersama Polres Metro Bekasi melakukan penyelidikan untuk memastikan sumber munculnya asap dan mengetahui penyebab sebenarnya.
RSUD Kabupaten Bekasi sendiri merupakan rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Bekasi yang berada di Jalan Teuku Umar, Cibitung. Rumah sakit tersebut memiliki layanan IGD 24 jam serta fasilitas perawatan intensif bagi pasien dengan kondisi serius.
Peristiwa ini kembali menunjukkan betapa krusialnya sistem keselamatan kebakaran di fasilitas kesehatan.
Pasien ICU menjadi kelompok yang sangat rentan karena sebagian membutuhkan alat medis dan bantuan tenaga kesehatan untuk berpindah tempat.
Karena itu, penyelidikan mengenai sumber asap dan titik api penting dilakukan secara menyeluruh agar penyebab kejadian dapat diketahui dan langkah pencegahan serupa bisa segera diperkuat. **
Editor : Hadwan













