Trump Mundur Teratur: Batalkan Tarif dan Opsi Militer

Kamis, 22 Januari 2026 - 13:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

De-eskalasi dramatis. Setelah mengancam perang dagang, Trump kini menyebut NATO sebagai kunci kesepakatan, meski warga Nuuk masih skeptis dan bersiap menghadapi krisis. Dok: Istimewa.

De-eskalasi dramatis. Setelah mengancam perang dagang, Trump kini menyebut NATO sebagai kunci kesepakatan, meski warga Nuuk masih skeptis dan bersiap menghadapi krisis. Dok: Istimewa.

WASHINGTON/NUUK, POSNEWS.CO.ID – Ketegangan transatlantik yang nyaris mencapai titik didih tiba-tiba mereda pada hari Rabu (21/1). Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara mendadak menarik kembali ancamannya untuk memberlakukan tarif sebagai alat tawar guna merebut Greenland.

Lebih lanjut, ia juga secara eksplisit menolak penggunaan kekuatan militer. Trump mengklaim bahwa sebuah kesepakatan untuk mengakhiri sengketa wilayah Denmark tersebut sudah terlihat di depan mata.

Dalam sebuah unggahan di platform Truth Social, Trump menyebut perubahan sikap ini muncul dari “pertemuan yang sangat produktif” dengan Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Berdasarkan pemahaman ini, saya tidak akan memberlakukan tarif yang sebelumnya saya jadwalkan mulai berlaku pada 1 Februari,” tulis Trump. Namun, ia tidak memberikan rincian spesifik mengenai syarat-syarat perjanjian yang diusulkan tersebut.

“Golden Dome” dan Tim Negosiasi Baru

Sebagai gantinya, fokus pembicaraan tampaknya bergeser ke isu pertahanan strategis. Trump mengungkapkan bahwa diskusi lebih lanjut sedang berlangsung mengenai “Golden Dome”, usulan sistem pertahanan rudal berlapis untuk Amerika Serikat, yang berkaitan dengan posisi strategis Greenland.

Baca Juga :  Kekuatan Ide: Mengapa Musuh Bisa Jadi Kawan

Selanjutnya, Trump menunjuk tim tingkat tinggi untuk memimpin negosiasi ini. Wakil Presiden AS JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, dan Utusan Khusus Steve Witkoff akan melapor langsung kepadanya seiring kemajuan pembicaraan.

Skepsis di Nuuk: “Dia Berbohong”

Di lapangan, reaksi warga Greenland jauh dari kata lega. Warga menyambut pengumuman Trump bahwa ia telah “menyelesaikan” pertanyaan masa depan pulau Arktik itu dengan ketidakpercayaan.

Sejumlah warga di ibu kota Nuuk menyuarakan keraguan mereka. Mickel Nielsen (47), seorang teknisi, memberikan komentar tajam kepada AFP.

“Cukup sederhana, itu bohong. Dia berbohong,” ujarnya. “Saya tidak percaya sepatah kata pun yang dia ucapkan, dan saya rasa saya bukan satu-satunya.”

Kritik lebih keras datang dari perwakilan politik. Aaja Chemnitz, Anggota Parlemen Greenland di parlemen Denmark, mengecam keterlibatan NATO. Ia menilai organisasi tersebut melangkahi wewenang lokal.

“NATO sama sekali tidak punya hak untuk menegosiasikan apa pun tanpa kami, Greenland. Tidak ada tentang kami tanpa kami,” tegas Chemnitz. “Dan bagi NATO untuk memiliki suara di negara kami dan mineral kami adalah benar-benar gila.”

Baca Juga :  Damkarmat Kulon Progo Evakuasi Botol Terjepit di Alat Kelamin Lansia

Buku Panduan Darurat dan Stok Makanan

Meskipun retorika mereda di Washington, kewaspadaan di Greenland tetap tinggi. Media melaporkan bahwa Pemerintah Greenland telah menerbitkan buku panduan kesiapsiagaan darurat.

Buku tersebut menyarankan setiap rumah tangga untuk menyimpan persediaan dasar setidaknya untuk lima hari. Daftar barang wajib mencakup air minum, makanan, dan produk sanitasi. Langkah ini merupakan persiapan nyata untuk menghadapi potensi krisis yang mungkin timbul akibat ketidakpastian geopolitik.

Kebingungan Diplomatik Berlanjut

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen secara terbuka menerima undangan Trump untuk berbicara langsung mengenai posisi Denmark. Rasmussen mengaku telah berbicara dengan Rutte, namun menolak memberikan rincian kesepakatan.

Menariknya, versi cerita Mark Rutte sedikit berbeda. Kepada Fox News, Sekjen NATO itu mengatakan bahwa isu apakah Greenland akan tetap bersama Denmark “tidak muncul” dalam percakapannya dengan Trump sebelumnya pada hari itu. Hal ini menyisakan tanda tanya besar mengenai apa sebenarnya isi “kesepakatan” yang Trump klaim.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Otoritas Bangkok Tetapkan Status Bencana di 50 Distrik
Polisi Afrika Selatan Temukan Jenazah Wanita Ke-10 di Ekurhuleni
Warga Madrid Gelar Demonstrasi Tuntut Reformasi Perumahan
Ledakan Gas Ambrukkan Bangunan di Athena, Tewaskan 6 Orang
Kolombia Ekstradisi Gembong Narkoba Geovany Andres Rojas
Donald Trump Tolak Iran Terkait Pembukaan Kembali Selat Hormuz
Paus Leo XIV Pimpin Misa Terbuka di Champs-Élysées Paris
Penembakan Massal di Afrika Selatan Menewaskan 27 Orang

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 22:00 WIB

Polisi Afrika Selatan Temukan Jenazah Wanita Ke-10 di Ekurhuleni

Minggu, 27 September 2026 - 21:30 WIB

Warga Madrid Gelar Demonstrasi Tuntut Reformasi Perumahan

Minggu, 27 September 2026 - 21:00 WIB

Ledakan Gas Ambrukkan Bangunan di Athena, Tewaskan 6 Orang

Minggu, 27 September 2026 - 20:30 WIB

Kolombia Ekstradisi Gembong Narkoba Geovany Andres Rojas

Minggu, 27 September 2026 - 19:30 WIB

Donald Trump Tolak Iran Terkait Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Berita Terbaru