Tegang di Aleppo: Militer Suriah Tembak Jatuh Drone SDF

Sabtu, 27 Desember 2025 - 17:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Aleppo memanas lagi! Militer Suriah tembak jatuh drone musuh di Bendungan Tishreen. Kesepakatan damai 10 Maret di ujung tanduk akibat saling tuduh pelanggaran. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Aleppo memanas lagi! Militer Suriah tembak jatuh drone musuh di Bendungan Tishreen. Kesepakatan damai 10 Maret di ujung tanduk akibat saling tuduh pelanggaran. Dok: Istimewa.

ALEPPO, POSNEWS.CO.ID – Langit di atas Aleppo timur kembali bergemuruh. Pasukan militer Suriah berhasil menembak jatuh drone bermusuhan yang meluncur ke arah posisi strategis mereka di dekat Bendungan Tishreen, Jumat lalu.

Media pemerintah, SANA, melaporkan bahwa drone tersebut diluncurkan oleh Pasukan Demokratik Suriah (SDF). Beruntung, unit pertahanan udara berhasil mencegat ancaman tersebut sebelum mencapai target vital.

Pemerintah Damaskus bereaksi keras. Mereka melabeli serangan ini sebagai pelanggaran serius terhadap kesepakatan 10 Maret. Padahal, perjanjian tersebut dirancang untuk meredakan ketegangan antara kedua belah pihak.

Baku Tembak di Pos Pemeriksaan

Insiden tidak berhenti di udara. Secara terpisah, pasukan SDF juga menyerang pos pemeriksaan Keamanan Internal Suriah di dekat bundaran al-Shihan, Aleppo. Akibatnya, satu personel keamanan dilaporkan terluka.

Mohammad Abdel Ghani, komandan Keamanan Internal provinsi Aleppo, membeberkan detail serangan. Menurutnya, penembak jitu (sniper) SDF yang bersembunyi di lingkungan Sheikh Maqsoud dan Ashrafieh melepaskan tembakan ke arah petugas.

Baca Juga :  Fase Kedua Gencatan Senjata Gaza Dimulai: Trump Bentuk Komite Teknokrat

“Mereka menembak saat petugas sedang mengatur lalu lintas warga sipil,” ungkap Abdel Ghani.

Ia memperingatkan warga untuk menghindari zona konflik demi keselamatan. Lebih lanjut, Abdel Ghani menegaskan bahwa pelanggaran berkelanjutan oleh SDF akan menghadapi “tindakan yang diperlukan”. Pihaknya akan meminta pertanggungjawaban penuh kelompok tersebut atas setiap eskalasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

SDF: “Respons Terbatas”

Di sisi lain, SDF memberikan narasi berbeda. Mereka mengklaim pasukan mereka di dekat bundaran al-Shihan lebih dulu menerima serangan.

SDF menuduh faksi-faksi yang berafiliasi dengan pemerintah Damaskus melakukan penembakan (shelling). Oleh karena itu, mereka menyebut serangan balik mereka sebagai respons yang “terbatas”.

Ketegangan di Aleppo dan sekitarnya memang sedang memuncak dalam beberapa pekan terakhir. Rentetan konfrontasi bersenjata, serangan penembak jitu, dan saling tuduh mewarnai hubungan kedua kubu.

Baca Juga :  Iran Serang Tiga Kapal Meski Gencatan Senjata Berlanjut

Nasib Kesepakatan 10 Maret

Eskalasi ini membahayakan kerangka kerja dialog yang telah susah payah dibangun. Kesepakatan 10 Maret bertujuan untuk mengintegrasikan struktur militer dan administrasi Suriah timur laut ke dalam lembaga negara.

Selain itu, perjanjian ini bertujuan menjaga persatuan wilayah dan mencegah bentrokan lebih lanjut. Sayangnya, implementasi di lapangan terus tertunda.

Damaskus menuduh SDF gagal menghormati komitmen dan terus melakukan gerakan militer sepihak. Sebaliknya, SDF menyalahkan pasukan pro-pemerintah yang mereka anggap sengaja memprovokasi konfrontasi.

Kini, stabilitas Aleppo kembali dipertaruhkan. Jika kedua pihak gagal menahan diri, kesepakatan damai tersebut bisa berakhir hanya sebagai kertas kosong di tengah medan perang yang kembali membara.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Sumber Berita: Xinhua News Agency

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasus Kecelakaan Kereta di Bekasi Naik Penyidikan, Polisi Periksa Green SM Besok
Essa Suleiman Didakwa Percobaan Pembunuhan, Inggris Siaga Tinggi
Tabrak Lari di Kalimalang, Pedagang Buah Terluka Parah – Polisi Buru Sopir Pajero Hitam
BMKG Warning Cuaca Banten, Hujan Lebat dan Angin Kencang 3-8 Mei 2026
Zelenskyy Rombak Struktur Tentara dan Naikkan Gaji Prajurit
Pemerintahan Trump Tuduh Era Biden Targetkan Umat Beriman
10 Tewas dalam Serangan Israel di Lebanon Selatan, Hezbollah Balas dengan Drone
Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 13:29 WIB

Kasus Kecelakaan Kereta di Bekasi Naik Penyidikan, Polisi Periksa Green SM Besok

Minggu, 3 Mei 2026 - 13:15 WIB

Essa Suleiman Didakwa Percobaan Pembunuhan, Inggris Siaga Tinggi

Minggu, 3 Mei 2026 - 13:04 WIB

Tabrak Lari di Kalimalang, Pedagang Buah Terluka Parah – Polisi Buru Sopir Pajero Hitam

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:40 WIB

BMKG Warning Cuaca Banten, Hujan Lebat dan Angin Kencang 3-8 Mei 2026

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:12 WIB

Zelenskyy Rombak Struktur Tentara dan Naikkan Gaji Prajurit

Berita Terbaru

Inggris dalam siaga

INTERNASIONAL

Essa Suleiman Didakwa Percobaan Pembunuhan, Inggris Siaga Tinggi

Minggu, 3 Mei 2026 - 13:15 WIB

Transformasi di garis depan. Presiden Volodymyr Zelenskyy mengumumkan reformasi sistemik militer Ukraina mulai Juni 2026 guna mengatasi kekurangan personel dan meningkatkan kesejahteraan pasukan infanteri. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy Rombak Struktur Tentara dan Naikkan Gaji Prajurit

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:12 WIB