Viral Botok Bersama Polisi di Depan DPR, Ternyata Ini yang Terjadi

Senin, 24 Agustus 2026 - 19:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budhi Hermanto. Posnews/Humas PMJ)

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budhi Hermanto. Posnews/Humas PMJ)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kabar penangkapan aktivis sekaligus koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok, di depan Gedung DPR/MPR RI, Senin (24/8/2026), mendadak menghebohkan media sosial.

Narasi tersebut cepat menyebar. Namun, Polda Metro Jaya memastikan informasi itu tidak benar.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menegaskan, polisi tidak menangkap ataupun mengamankan Supriyono.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saudara Supriyono alias Botok tidak dilakukan penangkapan maupun pengamanan oleh kepolisian,” kata Budi.

Bukan Ditangkap, Ada Urusan Administrasi

Budi mengungkapkan, keberadaan Supriyono bersama aparat bermula dari komunikasi antara Satintelkam Polres Metro Jakarta Pusat dengan Supriyono dan Teguh.

Komunikasi tersebut membahas rencana kegiatan massa Pati di sekitar Gedung DPR/MPR RI.

Polisi kemudian menjelaskan bahwa setiap kegiatan masyarakat harus menyesuaikan bentuk acara dengan ketentuan administrasi yang berlaku.

Awalnya, pihak massa Pati menyampaikan kegiatan tersebut bukan aksi demonstrasi. Mereka menyebut agenda itu sebagai silaturahmi dan penggalangan bantuan logistik.

Baca Juga :  Tiga Bandit Bersenpi Rampok SPBU Cibening, Ikat Petugas dan Gasak Uang di Brankas

Meski demikian, polisi menyarankan penyelenggara tetap mengurus perizinan kegiatan melalui Polda Metro Jaya.

Botok Sempat Hendak Dibawa ke Polda

Supriyono disebut bersedia memenuhi saran tersebut. Bahkan, dia meminta didampingi personel polisi menuju Polda Metro Jaya untuk mengurus administrasi.

Rencana itulah yang kemudian diduga memicu kesalahpahaman di lokasi.

Massa yang melihat Supriyono hendak pergi bersama polisi mengira aktivis tersebut sedang ditangkap atau diamankan.

Padahal, menurut kepolisian, keberangkatan itu semula hanya berkaitan dengan pengurusan administrasi.

Supriyono juga sempat menjelaskan kepada massa bahwa dirinya hendak menuju Polda Metro Jaya untuk mengurus izin kegiatan.

Namun, situasi di sekitar lokasi semakin ramai. Akhirnya, rencana keberangkatan tersebut dibatalkan.

Polisi: Tidak Ada Penangkapan

Polda Metro Jaya kembali meluruskan kabar yang terlanjur viral.

Budi menegaskan, personel yang berada di lokasi tidak menjalankan operasi penangkapan terhadap Supriyono.

Kehadiran aparat justru untuk memberikan penjelasan mengenai prosedur administrasi kegiatan sekaligus menjaga situasi tetap terkendali.

Baca Juga :  Dendam Asmara Berujung Penusukan di Depok, Tiga Pelaku Dibekuk

“Pada prinsipnya, kehadiran dan pendampingan personel kepolisian dalam peristiwa tersebut adalah untuk memberikan penjelasan terkait proses administrasi perizinan kegiatan, bukan dalam rangka penangkapan maupun tindakan hukum terhadap Saudara Supriyono,” ujar Budi.

Viral Bukan Berarti Pasti Benar

Kasus ini memberikan pelajaran penting di tengah derasnya arus informasi digital.

Sebuah video yang memperlihatkan seseorang berada bersama polisi bisa dengan cepat melahirkan berbagai kesimpulan. Namun, gambar tanpa konteks tidak selalu menggambarkan kejadian sebenarnya.

Masyarakat perlu membedakan antara fakta, dugaan, dan narasi yang belum terverifikasi. Sebelum membagikan informasi, periksa keterangan dari pihak berwenang dan sumber terpercaya.

Terlebih, informasi mengenai penangkapan seseorang menyangkut reputasi dan hak hukum. Karena itu, pemberitaan maupun unggahan media sosial harus mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Kesimpulannya, Polda Metro Jaya membantah Supriyono alias Botok ditangkap.

Polisi menyebut keberadaan aparat di lokasi berkaitan dengan penjelasan administrasi kegiatan, bukan tindakan hukum terhadap aktivis tersebut. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kampung Ambon Kembali Digerebek Polisi, Ini Daftar Barang Bukti yang Disita
AKBP Roby Heri Disanksi Etik, Kuasa Hukum Pengadu Soroti Hukuman 7 Hari
Dua Pria Boncengan Motor Lawan Arah di Tol Cijago, Kecelakaan Berakhir Tragis
Pelarian ke Malaysia Berakhir, Pembunuhan Suharti Ningsih Dipulangkan ke Indonesia
Bayi Baru Lahir Ditemukan dalam Tas di Palmerah, Polisi Amankan Remaja 17 Tahun
Kampung Boncos Digerebek, Polisi Ciduk 4 Pria dan Musnahkan Lapak Semipermanen
Bawa Golok Saat Ibadah GKPI di Tangerang, Aji Cahyono Jadi Tersangka
Satpol PP Luka 6 Jahitan Usai Bentrokan di Bulungan, Pramono Proses Hukum Berjalan

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:20 WIB

Kampung Ambon Kembali Digerebek Polisi, Ini Daftar Barang Bukti yang Disita

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:06 WIB

AKBP Roby Heri Disanksi Etik, Kuasa Hukum Pengadu Soroti Hukuman 7 Hari

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:08 WIB

Dua Pria Boncengan Motor Lawan Arah di Tol Cijago, Kecelakaan Berakhir Tragis

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:36 WIB

Pelarian ke Malaysia Berakhir, Pembunuhan Suharti Ningsih Dipulangkan ke Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:06 WIB

Bayi Baru Lahir Ditemukan dalam Tas di Palmerah, Polisi Amankan Remaja 17 Tahun

Berita Terbaru

Presiden Volodymyr Zelenskyy mengkritik serangan berkelanjutan Rusia ke fasilitas energi Ukraina meskipun Donald Trump mengklaim adanya gencatan senjata. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy Sebut Rusia Tetap Menyerang Fasilitas Energi

Selasa, 13 Okt 2026 - 18:44 WIB

Kelompok Houthi mengancam akan menyerang kepentingan AS jika Presiden Donald Trump memutuskan bergabung dengan koalisi militer Arab Saudi. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kelompok Houthi Mengancam Amerika Serikat Pasca Serangan

Selasa, 13 Okt 2026 - 17:49 WIB